Dejurnal.com, Garut – Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu pada tahun 2017 lalu dicanangkan sebagai Desa Eduwisata, karena potensi sumber air alam yang berlimpah, dengan dibuktikan dengan adanya kerjasama dan penandatangan kesepakatan antara Pemda Kabupaten Garut dengan Unpad. Bahkan belum lama ini Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman telah meresmikan Desa Sukamurni jadi salah satu Potensi Desa Wisata di Kabupaten Garut,
Selain ditetapkan sebagai salah satu Potensi Desa Wisata, Desa Sukamurni juga merupakan salah satu desa yang dilirik untuk beternak sapi. Ada puluhan kelompok dan peternak sapi dengan jumlah ratusan ekor sapi, baik bersumber dari program bantuan atau anggaran sendiri. Bahkan ada salah satu pejabat publik yang menitipkan sapi untuk diternak ke beberapa warga setempat.
Salah satu warga berinisial MD menyampaikan bahwa Desa Sukamurni kini telah tercemari lingkungannya oleh limbah kotoran ternak sapi salah satunya yang dimiliki oleh beberapa pejabat Garut.
“Saya sangat apresiasi terhadap Pemda Kabupaten Garut yang menetapkan Desa kami sebagai Desa Wisata tapi perlu diketahui semua bahwa Desa kami juga sudah tercemari oleh limbah kotoran sapi para peternak sapi baik kelompok atau perorangan, baik itu dari program bantuan pemerintah atau perorangan yang dititipkan kewarga, apapun desa kami telah tercemar,” Jelasnya.
Dihubungi melalui aplikasi perpesanan, MD mengatakan bahwa keluhan tentang ini telah direspon Wakil Bupati Garut.
“Yah karena saya tahu siapa salah satu pemilik dan akhirnya pa wakil merespon akan segera melakukan kajian ulang dengan tim teknis SKPD, dan rencana akan merelokasi sapi-sapi tersebut, sejauh ini kordinasi sama desa dan pemdes, kajian seperti apa kita tidak tahu,” pungkasnya.
Terkait hal itu, Camat Cilawu saat dikonfirmasi membenarkan adanya aspirasi warga tentang limbah sapi.
“Terkait aspirasi itu sudah disampaikan kepada Pa Wakil Bupati saat kunjungan ke lokasi Desa Wisata Sukamurni, terkait penanganan limbah sapi,” Jelasnya.
Adapun Kepala Desa Sukamurni ketika ditanya tentang hal itu tak mengetahui secara persis.
“Terkait masalah tersebut saya belum tahu persis teknisnya bagaimana, coba ke UPT,” Pungkasnya.***Yohaness