• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Juli 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Komisi A DPRD Terima Keluhan Pengelola Air Bersih BUMDes Marteng Terkait Penyamarataan Tarif Listrik PLN

bydejurnalcom
Kamis, 24 Februari 2022
Reading Time: 3 mins read
Komisi A DPRD Terima Keluhan Pengelola Air Bersih BUMDes  Marteng  Terkait Penyamarataan Tarif Listrik PLN
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – DPRD Kabupaten Bandung di tahun anggaran 2022, antara bulan Mei- Juni akan membahas 24 Raperda, salah satunya tentang air bersih.

Hal ini dikatakan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Ir. Aep Dedi seusai dirinya bersama 6 anggota Komisi A dari daerah pemilihan 2 melakukan kunjungan kerja ke Desa Margahayu Tengah (Marteng), Kecamatan Margahayu untuk berdialog dengan pengelola air bersih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marga Bhakti Persada desa setempat, Kamis (23/2/2022).

“Kita akan bahas Raperda, makanya kita keliling, mana yang akan kita coba ramu, mana keinginan masyarakat yang bisa terakomodir, supaya pengaturan Raperda ini akan berguna, aplikatif lah. Jangan sampai Perda ini tidak bisa dilaksanakan. Sebelum Perda ini dibahas kita ngobrol dengan mereka,” ujar legislator dari Fraksi Gerindra ini kepada dejurnal.com.

BacaJuga :

Tim BAZNAS Kabupaten Bandung Evakuasi Seorang Penderita TBC dari Ruang Sempit

Sekolah Inklusi di Kabupaten Bandung Sudah Mendesak, Kata Ketua Komisi D DPRD Cecep Suhendar

Komitmen Kelurahan Sukamentri Wujudkan Zero Stunting, Penguatan Kader Posyandu dan PHBS Jadi Prioritas

Kunjungan ke 6 anggota Komisi A dari Dapil 2 : Aep Dedi dari Fraksi Gerindra, Agus Jaenudin dari Fraksi Demokrat, Eka Ahmad Munandar dari Fraksi PKS, Tedi Supriadid dari Fraksi PAN dan Tedi Surahman dari Farisi PKS ini diterima oleh Ketua BUMDes Marga Bhakti Perasad Marteng, H. Aep Saepulloh, Camat Margahayu Mochammad Ischaq, Kepala Desa Margahayu Tengah Asep Zaemal Mahmud, dan sejumlah pengurus BUMDes tersebut.

Pengelolaan air bersih di Desa Marteng dinilai oleh amggota DPRD sukses, sehinga wajar jika menjadi percontohan nasional. Hal ini menurut para anggota dewan tersebut karena adanya senergitas antara pembina canat dan kepala desa selalu penanggung jawab dengan pengelola, yakni BUMDes.

Ketua BUMDes Marga Bhakti Persada Marteng, H. Aep Saepulloh menuturkan, omset pengelolaan air bersih BUMDes yang diketuainya dari tahun 2014 Rp 201.600.000 terus mengalami kenaikan sesuai jumlah pemasang. Sampai tahun 2020 Rp 1.3851.406.900.

Dari nilai itu masuk menjadi Asli Pendapatan Desa (PADes) tahun 2014 Rp 4.000.000 terus mengalami kenaikan sampai 2020 Rp 120.000.000, dan hampir semua kembali ke masyarakat, di antaranya untuk sosial: santunan anak yatim, bea siswa dan santri, insentif ustad dan guru ngaji serta untuk pemeliharaan masjid dan mushola.

Namun, dikeluhkan H. Aep, BUMDes harus membayar rekening listrik Rp 20 juta perbulan. “Kami keberatan kalau PLN menyamaratakana tarif dengan bisnis B, sementara kami di sini sosial. Berat lah. Apa lagi harga airnya lebih murah, bagaimana bisa bertahan,” katanya.

Makanya, H. Aep mengapresiasi kunjungan kerja anggota DPRD ke Bumdesnya, karena salah satunya bisa mengadukan keberatan tersebut.

Menurutnya bukan hanya pengelola air bersih di Marteng yang memiliki 32 titik sumur bor, tetapi semua yang dikelola BUMDes di Kabupaten Bandung merasa keberatan.

PLN yang menyama ratakan tarif bisnis B kepada pengelola air bersih khususnya di Desa Marteng menjadi salah satu kendala kelangsungan pelayanan air bersih kepada warga.

Menurut H. Aep , sejak pengelolaan air bersih di Marteng dari tahun 2014 sudah 3 kali ada kenaikan tarif listrik, sedangkan ke pelanggan air (warga) tarip air Rp 3000/ liter kubik belum pernah mengalami kenaikan. Ia pun ingin ada aturan standar harga dasar dan harga tertinggi dari tarip air bersih.

Menyikapi hal ini Ir. Aep Dedi mengatakan, menurutnya, pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan PLN untuk mengetahui apa harga bisnis dan harga sosial itu .

Terkait standar harga, menurut Aep Dedi mungkin tidak tiimbul di Raperda, tapi selanjutnya di turunan dari regulasi Perda. “Nah, nanti kita coba diramu, berapa harga yang pasnya, tidak memberatkan masyarakat, tetapi organisasi juga berjalan,” ujar Aep Dedi.

Sementara itu, anggota DPRD Tedi Surahman, mengatakan keberhasilan BUMDes tidak lepas dari adanya sinergisitas antara satu dengan yang lainnya. Ada pembinanya camat, ada kepala desa sebagai penanggungjawab, juga ada pengelolanya BUMDes.

” Kekhawitaran anggota DPRD itu, ganti kepala desa ganti kebijakan, akhirnya BUMDes bermasalah. Ketika berbicara BUMDes secara umum, namun begitu lihat di sini saya belum merasa puas, kalau belum dikloning ke yang lain, belum ditularkan, ” kta Tedi.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), terkait dengan BUMDes yang ada di Kabupaten Bandung, agar fokus di potensi masing-masing, karena di tiap titi itu berbeda potensinya.

“Di Marteng, selain air, ada ciri khas Margahayu Tengah yang lain, tapi yang menonjol pengelolaan air bersih.
Kita menyarankan ke beberapa titik,fokus ke potensi yang ada di masing-masing, setelah fokus mengurus potensinya keberpihakan sinergitas kades dengan pengelolanya seperti apa? Jangan sampai tumpang tindih kebijakan, karena merasa sebagai kades dengan perdesnya berlaku sewenang- wenang,” terang Tedi Surahman.

Dengan terjadinya hal tersebut, aku Tedi Surahman pihaknya sudah didatangi LSM yang khusus menangani BUMDes, karena anggaran dari desa itu tak pernah muncul di dalam laporan BUMDes itu,.

“BUMDes mau dikasih modal berapa pun, kemudian hilang misalnya tidak pernah muncul. Jadi uang masyarakat yang dikeluarkan cukup besar, kemudian, diberikan kepada BUMDes tidak dikelola dengan baik hilang, ganti lagi kepala Desa hilang lagi. Begitu aja terus. Tapi itu bagian manajerial di Desa itu. Ini jadi catatan semua,” kata Tedi Surahman.

Menurut Tedi Surahman, salah satu yang menjadi konsep di Komisi A, kalau ada BUMDes yang sudah maju, ingin mengkloning. “Kalau di sini pengelolaan air, bersih, tapi di tempat lain persis seperti ini , tapi bukan potensinua, melainkan managerialnya, pengelolaan nya terkait intervensi kades yang terlalu besar. Alhamdulillah di sini bisa maju itu karena sinergi. Mudah-mudahan, kita ingin desa yang sudah manjur menjadi nara sumber untuk pencerahan segi manajerialnya,” tutup Tedi Surahman. *** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polisi Peduli Warga Terdampak Covid-19 Dan Bagikan Paket Makanan

Next Post

Bupati Garut Akan Segera Perbaiki Fassum dan Rumah Penduduk Rusak Akibat Banjir Bandang

Related Posts

Ketua DPW PAN Jawa Barat Optimistis Target “Jabar 100 Persen” Dapat Tercapai
deNews

Ketua DPW PAN Jawa Barat Optimistis Target “Jabar 100 Persen” Dapat Tercapai

Selasa, 7 Juli 2026
Tanggapi Provinsi Jabar Ganti Nama, Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah : Sunda Tak Lagi Hanya Dipahami Sebagai Identitas Etnis
deNews

Tanggapi Provinsi Jabar Ganti Nama, Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah : Sunda Tak Lagi Hanya Dipahami Sebagai Identitas Etnis

Selasa, 7 Juli 2026
Hadiri Rakerda DPD PAN Se Kabupaten Bandung Bupati Sampaikan Ini
deNews

Hadiri Rakerda DPD PAN Se Kabupaten Bandung Bupati Sampaikan Ini

Selasa, 7 Juli 2026
Tim BAZNAS Kabupaten Bandung  Evakuasi Seorang Penderita TBC dari Ruang Sempit
deNews

Tim BAZNAS Kabupaten Bandung Evakuasi Seorang Penderita TBC dari Ruang Sempit

Selasa, 7 Juli 2026
Sekolah Inklusi di Kabupaten Bandung Sudah Mendesak, Kata Ketua Komisi D DPRD Cecep Suhendar
deNews

Sekolah Inklusi di Kabupaten Bandung Sudah Mendesak, Kata Ketua Komisi D DPRD Cecep Suhendar

Selasa, 7 Juli 2026
Komitmen Kelurahan Sukamentri Wujudkan Zero Stunting, Penguatan Kader Posyandu dan PHBS Jadi Prioritas
deNews

Komitmen Kelurahan Sukamentri Wujudkan Zero Stunting, Penguatan Kader Posyandu dan PHBS Jadi Prioritas

Selasa, 7 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Gempa 4,7 Mag Guncang Pangandaran, Terasa Sampai Garut

Selasa, 25 Maret 2025

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

Rabu, 24 Desember 2025

Prestasi Gemilang, Ciamis Sabet Juara Umum III GTK Transformatif Jabar 2025, Dari Delapan Juara Dua Guru Wakili Jabar di Ajang Nasional

Jumat, 14 November 2025
Kades Pameuntasan, H. Suganda

Menguak Asal Usul Sejarah Desa Pameuntasan dan Dinamikanya

Jumat, 4 November 2022

Pemicu Banjir Bandang, Ini Kata Anggota DPRD Garut Asli Karangtengah

Rabu, 1 Desember 2021

Pasar Inpres Pagaden Bakal Direvitalisasi Guna Tingkatkan Daya Saing serta Sejahterakan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 29 November 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste