• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Parlementaria

Komisi A DPRD Terima Keluhan Pengelola Air Bersih BUMDes Marteng Terkait Penyamarataan Tarif Listrik PLN

bydejurnalcom
Kamis, 24 Februari 2022
Reading Time: 3 mins read
Komisi A DPRD Terima Keluhan Pengelola Air Bersih BUMDes  Marteng  Terkait Penyamarataan Tarif Listrik PLN
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – DPRD Kabupaten Bandung di tahun anggaran 2022, antara bulan Mei- Juni akan membahas 24 Raperda, salah satunya tentang air bersih.

Hal ini dikatakan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Ir. Aep Dedi seusai dirinya bersama 6 anggota Komisi A dari daerah pemilihan 2 melakukan kunjungan kerja ke Desa Margahayu Tengah (Marteng), Kecamatan Margahayu untuk berdialog dengan pengelola air bersih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marga Bhakti Persada desa setempat, Kamis (23/2/2022).

“Kita akan bahas Raperda, makanya kita keliling, mana yang akan kita coba ramu, mana keinginan masyarakat yang bisa terakomodir, supaya pengaturan Raperda ini akan berguna, aplikatif lah. Jangan sampai Perda ini tidak bisa dilaksanakan. Sebelum Perda ini dibahas kita ngobrol dengan mereka,” ujar legislator dari Fraksi Gerindra ini kepada dejurnal.com.

BacaJuga :

Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI

Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Kunjungan ke 6 anggota Komisi A dari Dapil 2 : Aep Dedi dari Fraksi Gerindra, Agus Jaenudin dari Fraksi Demokrat, Eka Ahmad Munandar dari Fraksi PKS, Tedi Supriadid dari Fraksi PAN dan Tedi Surahman dari Farisi PKS ini diterima oleh Ketua BUMDes Marga Bhakti Perasad Marteng, H. Aep Saepulloh, Camat Margahayu Mochammad Ischaq, Kepala Desa Margahayu Tengah Asep Zaemal Mahmud, dan sejumlah pengurus BUMDes tersebut.

Pengelolaan air bersih di Desa Marteng dinilai oleh amggota DPRD sukses, sehinga wajar jika menjadi percontohan nasional. Hal ini menurut para anggota dewan tersebut karena adanya senergitas antara pembina canat dan kepala desa selalu penanggung jawab dengan pengelola, yakni BUMDes.

Ketua BUMDes Marga Bhakti Persada Marteng, H. Aep Saepulloh menuturkan, omset pengelolaan air bersih BUMDes yang diketuainya dari tahun 2014 Rp 201.600.000 terus mengalami kenaikan sesuai jumlah pemasang. Sampai tahun 2020 Rp 1.3851.406.900.

Dari nilai itu masuk menjadi Asli Pendapatan Desa (PADes) tahun 2014 Rp 4.000.000 terus mengalami kenaikan sampai 2020 Rp 120.000.000, dan hampir semua kembali ke masyarakat, di antaranya untuk sosial: santunan anak yatim, bea siswa dan santri, insentif ustad dan guru ngaji serta untuk pemeliharaan masjid dan mushola.

Namun, dikeluhkan H. Aep, BUMDes harus membayar rekening listrik Rp 20 juta perbulan. “Kami keberatan kalau PLN menyamaratakana tarif dengan bisnis B, sementara kami di sini sosial. Berat lah. Apa lagi harga airnya lebih murah, bagaimana bisa bertahan,” katanya.

Makanya, H. Aep mengapresiasi kunjungan kerja anggota DPRD ke Bumdesnya, karena salah satunya bisa mengadukan keberatan tersebut.

Menurutnya bukan hanya pengelola air bersih di Marteng yang memiliki 32 titik sumur bor, tetapi semua yang dikelola BUMDes di Kabupaten Bandung merasa keberatan.

PLN yang menyama ratakan tarif bisnis B kepada pengelola air bersih khususnya di Desa Marteng menjadi salah satu kendala kelangsungan pelayanan air bersih kepada warga.

Menurut H. Aep , sejak pengelolaan air bersih di Marteng dari tahun 2014 sudah 3 kali ada kenaikan tarif listrik, sedangkan ke pelanggan air (warga) tarip air Rp 3000/ liter kubik belum pernah mengalami kenaikan. Ia pun ingin ada aturan standar harga dasar dan harga tertinggi dari tarip air bersih.

Menyikapi hal ini Ir. Aep Dedi mengatakan, menurutnya, pihaknya harus berkoordinasi dulu dengan PLN untuk mengetahui apa harga bisnis dan harga sosial itu .

Terkait standar harga, menurut Aep Dedi mungkin tidak tiimbul di Raperda, tapi selanjutnya di turunan dari regulasi Perda. “Nah, nanti kita coba diramu, berapa harga yang pasnya, tidak memberatkan masyarakat, tetapi organisasi juga berjalan,” ujar Aep Dedi.

Sementara itu, anggota DPRD Tedi Surahman, mengatakan keberhasilan BUMDes tidak lepas dari adanya sinergisitas antara satu dengan yang lainnya. Ada pembinanya camat, ada kepala desa sebagai penanggungjawab, juga ada pengelolanya BUMDes.

” Kekhawitaran anggota DPRD itu, ganti kepala desa ganti kebijakan, akhirnya BUMDes bermasalah. Ketika berbicara BUMDes secara umum, namun begitu lihat di sini saya belum merasa puas, kalau belum dikloning ke yang lain, belum ditularkan, ” kta Tedi.

Ia menambahkan, pihaknya berencana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), terkait dengan BUMDes yang ada di Kabupaten Bandung, agar fokus di potensi masing-masing, karena di tiap titi itu berbeda potensinya.

“Di Marteng, selain air, ada ciri khas Margahayu Tengah yang lain, tapi yang menonjol pengelolaan air bersih.
Kita menyarankan ke beberapa titik,fokus ke potensi yang ada di masing-masing, setelah fokus mengurus potensinya keberpihakan sinergitas kades dengan pengelolanya seperti apa? Jangan sampai tumpang tindih kebijakan, karena merasa sebagai kades dengan perdesnya berlaku sewenang- wenang,” terang Tedi Surahman.

Dengan terjadinya hal tersebut, aku Tedi Surahman pihaknya sudah didatangi LSM yang khusus menangani BUMDes, karena anggaran dari desa itu tak pernah muncul di dalam laporan BUMDes itu,.

“BUMDes mau dikasih modal berapa pun, kemudian hilang misalnya tidak pernah muncul. Jadi uang masyarakat yang dikeluarkan cukup besar, kemudian, diberikan kepada BUMDes tidak dikelola dengan baik hilang, ganti lagi kepala Desa hilang lagi. Begitu aja terus. Tapi itu bagian manajerial di Desa itu. Ini jadi catatan semua,” kata Tedi Surahman.

Menurut Tedi Surahman, salah satu yang menjadi konsep di Komisi A, kalau ada BUMDes yang sudah maju, ingin mengkloning. “Kalau di sini pengelolaan air, bersih, tapi di tempat lain persis seperti ini , tapi bukan potensinua, melainkan managerialnya, pengelolaan nya terkait intervensi kades yang terlalu besar. Alhamdulillah di sini bisa maju itu karena sinergi. Mudah-mudahan, kita ingin desa yang sudah manjur menjadi nara sumber untuk pencerahan segi manajerialnya,” tutup Tedi Surahman. *** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polisi Peduli Warga Terdampak Covid-19 Dan Bagikan Paket Makanan

Next Post

Bupati Garut Akan Segera Perbaiki Fassum dan Rumah Penduduk Rusak Akibat Banjir Bandang

Related Posts

Seorang Pria  62 Tahun Jadi Korban Kekerasan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Polres Garut
deNews

Seorang Pria 62 Tahun Jadi Korban Kekerasan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Polres Garut

Jumat, 21 Agustus 2026
Bupati Garut Menerima Audiensi dari Gema BSP  di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut
deNews

Bupati Garut Menerima Audiensi dari Gema BSP di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut

Jumat, 21 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah
deNews

HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah

Jumat, 21 Agustus 2026
Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI
deNews

Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agustus 2026
Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy
deNews

Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy

Jumat, 21 Agustus 2026
Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga
deNews

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Jumat, 21 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Ciamis Ukir Sejarah, Raih Medali Emas Perdana di MTQH XXXIX Jawa Barat 2025

Rabu, 25 Juni 2025

Sitorus : Nurdin Yana “The God Father”, Pantas Jadi Sekda Garut

Minggu, 31 Januari 2021

Longsor di Garut Akibatkan Satu Orang Meninggal, Gubernur Jabar Kirim Bantuan untuk Keluarga Korban

Rabu, 26 Februari 2025
Stasiun Cikajang yang memiliki ketinggian +1.246 meter diatas permukaan laut, merupakan stasiun tertinggi di Indonesia

Lika-Liku Jalur Kereta Api Garut-Cikajang, Dari Pembangunan Sampai Rencana Reaktivasi

Selasa, 13 Mei 2025

Yayasan Attamam : Mempertahankan Eksistensi Syiar Islam Dalam Hiruk Pikuk Wisata Cipanas Garut

Minggu, 20 Juni 2021

Ketua Dewan Penasehat MKGR Kabupaten Garut Dukung Ketua Umum Adies Kadir Dua Periode

Sabtu, 26 Juli 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste