Dejurnal.com, Garut – Permasalahan sampah menjadi permasalahan tersendiri bagi sebuah kota yang memerlukan penanganan serius. Alun – alun yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah tata kota, yang seharusnya terlihat cantik, bersih dan nyaman tetapi di Kecamatan Sukaresmi di samping Alun – Alun malah di jadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat, hal ini tentunya menunjukan tidak adanya kepedulian berbagai pihak terutama nstansi yang konsen menangani sampah yaitu Dinas Lingkungan Hidup.
Menyikapi hal itu, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Bubu Burhanudin Msi yang dihubungi melalui telepon selulernya menepiskan bahwa hal itu bukan tidak peduli terhadap permasalahan sampah di Kabupaten Garut. “Keterbatasan anggaran terkadang menjadi kendala terhadap penanganan sampah tersebut, bayangkan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Garut mencapai 250 ton per hari dan sampah itu di buang ke TPA Pasir Bajing dan terus menumpuk,” tandasnya.
Terkait permasalahan sampah di Kecamatan Sukaresmi, atas DLH Garut meminta maaf karena dari 42 Kecamatan baru 12 Kecamatan yang bisa terlayani dan terangkut dari wilayah Kecamatan sampai ke TPA Pasir Bajing. “Salah satunya Kecamatan Sukaresmi yang belum terlayani atas sampah tersebut,” katanya.
Menurut Bubu, selain karena keterbatasan anggaran , di karenakan juga kesiapan infra struktur yang belum memadai, jumlah armada yang terbatas juga daya tampung di TPA Pasir Bajing sendiri yang sudah melebihi kapasitas sehingga tidak mungkin untuk dipaksakan.
“Kendati demikian, kita akan bekerja keras untuk menangani permasalahan sampah dengan berbagai pihak bahkan kami berencana akan melakukan kerja sama dengan pihak swasta, salah satunya dengan uci coba menandatangkan mesin penghancur sampah, di mana mesin ini dapat menghancurkan sampai dengan % residu yang sangat kecil sehingga sampah tidak menumpuk di TPA Pasir Bajing dan sampah dari tiap Kecamatan dapat di angkut dan dihancurkan di TPA Pasir Bajing, dirinya berharap semua pihak bisa mendorong dan membantu terhadap permasalahan yang sampah di Kabupaten Garut,” pungkasnya.***Red