• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deEdukasi

Eksistensi STISIP Sains Berkaitan Erat Dengan Gagasan Pemekaran Garut Selatan

bydejurnalcom
Minggu, 12 Oktober 2025
Reading Time: 3 mins read
Eksistensi STISIP Sains Berkaitan Erat Dengan Gagasan Pemekaran Garut Selatan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Latar belakang berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Samudera Indonesia Selatan (STISIP Sains) yang berlokasi di Jalan Raya Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, sangat erat kaitannya dengan perjuangan masyarakat Garut selatan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru.

Hal tersebut disampaikan Ketua STISIP Sains Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si. saat berbincang dengan dejurnal.com, pasca prosesi Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda 2 Tahun 2025, Sabtu (11/10/2025)

“STISIP Sains ini resmi mulai beroperasi pada tahun 2018, namun ide dan gagasan pembentukannya telah dimulai jauh sebelumnya, bahkan sejak dua dekade silam,” ujar Asep Dadang.

BacaJuga :

Asep Rahmat Diperkenalkan ke PDIP, PAN Kejar Target Oktober

Pabrik Obat Ilegal di Bandung Terbongkar, Lima Orang Ditangkap, Ratusan Ribu Butir Disita

Dekatkan Layanan ke Desa, PLN dan Wamendagri Dorong Transaksi Listrik Mudah Lewat KDKMP di Jawa Barat

Ia pun memaparkan perjalanan panjang berdirinya STISIP serta latar belakang historis yang melandasi semangat pembangunan pendidikan tinggi di wilayah selatan Garut.

Menurutnya gagasan membangun pendidikan tinggi di Garut bagian selatan berawal dari semangat kaum muda di era 1997, saat ia sendiri masih menjadi mahasiswa. Kala itu, terbentuklah wadah bernama Forum Pengkajian dan Pengembangan Mahasiswa Aliansi Selatan, sebuah organisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa dan aktivis daerah untuk memperjuangkan kemajuan wilayah selatan Garut.

“Aliansi Selatan adalah salah satu kekuatan yang mampu mendobrak kebekuan dan membuka ruang perjuangan bagi masyarakat selatan,” ungkapnya.

Forum tersebut menjadi motor penggerak munculnya kesadaran kolektif bahwa pembangunan wilayah tidak akan berhasil tanpa penguatan sumber daya manusia (SDM). Dari forum inilah, ide-ide tentang pemerataan pembangunan dan bahkan wacana pemekaran Kabupaten Garut Selatan mulai digagas secara serius.

Asep Dadang mengingat kembali bagaimana perjuangan itu berlangsung. Pertemuan-pertemuan penting dilakukan di berbagai lokasi, salah satunya di Pendopo Banjarwangi, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh perwakilan dari lima wilayah besar: Banjarwangi, Cikajang, Cikelet, Pameungpeuk, dan Mekarmukti.

Dari sanalah lahir komitmen untuk memperjuangkan terbentuknya kabupaten baru, dengan keyakinan bahwa wilayah selatan memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap optimal.

“Perjuangan itu berbuah hasil ketika pada tahun 2013, pemerintah pusat menerbitkan Nomor Penetapan 66 Tahun 2013 sebagai dasar pertimbangan administratif. Meski belum berujung pada pemekaran kabupaten, keputusan itu menjadi tonggak penting perjuangan masyarakat selatan,” jelasnya.

Dalam pandangan Dr. Asep, tidak akan ada kabupaten yang kuat tanpa lembaga pendidikan tinggi sebagai lumbung SDM-nya. Ia menegaskan, pembangunan wilayah harus sejalan dengan pembangunan manusia melalui jalur pendidikan. Itulah yang kemudian melahirkan gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi di wilayah selatan Garut.

“Latar belakang berdirinya STISIP ini sangat erat kaitannya dengan perjuangan masyarakat selatan. Jika suatu saat kabupaten ini benar-benar mekar, maka harus sudah ada lembaga pendidikan tinggi yang siap mencetak kader dan tenaga ahli daerah,” tegasnya.

Dr. Asep juga menambahkan, wilayah-wilayah seperti Cikalong dan Cipatujah memiliki jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar mencapai lebih dari 45.000 jiwa. Potensi ini menjadi alasan kuat bahwa lembaga pendidikan tinggi sangat dibutuhkan, agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melanjutkan studi ke Tasikmalaya atau Garut kota.

Pada tahun 2005, telah ada kesepakatan antara pihak yayasan dan beberapa lembaga sosial untuk mengajukan perubahan status sekolah tinggi menjadi universitas.

Menurut Dr. Asep, hal ini merupakan bentuk keseriusan yayasan dalam memajukan dunia pendidikan di jalur selatan Garut.

Namun perjuangan tidak mudah. Pemerintah pusat sempat menetapkan moratorium pendirian perguruan tinggi baru, yang otomatis menghentikan sementara seluruh proses izin pendirian universitas atau sekolah tinggi.

“Saya pribadi cukup kaget dan bangga, karena di tengah moratorium itu, STISIP justru berhasil mendapatkan Surat Keputusan (SK) pendirian resmi. Padahal saya sendiri sudah lima tahun di Tasikmalaya, di Manonjaya, berjuang untuk mendirikan perguruan tinggi serupa dan belum berhasil. Ini luar biasa,” ujarnya dengan nada kagum.

Terkait perhatian Pemerintah Kabupaten Garut terhadap keberadaan STISIP, Dr. Asep mengakui bahwa sejauh ini pemerintah menunjukkan dukungan positif.

“Program-program Bupati cukup baik, terutama yang menyentuh aspek pendidikan dan pengembangan sumber daya alam di selatan,” katanya.

Namun, tantangan tetap ada. Mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, hingga ketersediaan tenaga dosen dan fasilitas akademik.
Menurutnya, tantangan ini bukan hambatan, melainkan ujian bagi komitmen perjuangan masyarakat selatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

Menutup pembicaraan, Dr. Asep Dadang menegaskan bahwa perjuangan pendidikan di selatan Garut bukan hanya perjuangan lokal, melainkan bagian dari pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Walaupun kampus ini berada di wilayah Garut Selatan, namun semangat dan tujuannya tetap untuk Indonesia. Kita ingin melahirkan generasi muda yang cinta daerahnya, berilmu, dan berkarakter nasionalis,” ujarnya penuh keyakinan.

Baginya, berdirinya STISIP Samudera Indonesia Selatan adalah bukti nyata bahwa perjuangan panjang, dedikasi, dan tekad kuat dapat melahirkan perubahan besar. Apa yang dahulu hanya menjadi cita-cita mahasiswa kini telah menjelma menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menyalakan harapan baru bagi masa depan Garut Selatan.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ijudin Puji Kepemimpinan Inovatif Kades Beber, Desa Maju dengan Program Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Next Post

Difasilitasi Disbud, Desa Sayati Gelar Seni Budaya Daerah Kabupaten Bandung Baraya Bedas

Related Posts

Sinergi Selamatkan Aset Daerah, Pemkab Bandung Barat dan BPN Teken 9 Program Bersama KPK
deNews

Sinergi Selamatkan Aset Daerah, Pemkab Bandung Barat dan BPN Teken 9 Program Bersama KPK

Selasa, 20 Oktober 2026
Jelang Musim Hujan, Pupuk Kujang Perkuat Stok Pupuk Bersubsidi, Garut Miliki Hampir 6 Ribu Ton Urea
deNews

Jelang Musim Hujan, Pupuk Kujang Perkuat Stok Pupuk Bersubsidi, Garut Miliki Hampir 6 Ribu Ton Urea

Senin, 19 Oktober 2026
Bukan Sekadar Larangan Merokok, Bupati Herdiat Usulkan Revisi Perda KTR
deNews

Bukan Sekadar Larangan Merokok, Bupati Herdiat Usulkan Revisi Perda KTR

Senin, 19 Oktober 2026
Asep Rahmat Diperkenalkan ke PDIP, PAN Kejar Target Oktober
deNews

Asep Rahmat Diperkenalkan ke PDIP, PAN Kejar Target Oktober

Senin, 19 Oktober 2026
Pabrik Obat Ilegal di Bandung Terbongkar, Lima Orang Ditangkap, Ratusan Ribu Butir Disita
deNews

Pabrik Obat Ilegal di Bandung Terbongkar, Lima Orang Ditangkap, Ratusan Ribu Butir Disita

Senin, 19 Oktober 2026
Dekatkan Layanan ke Desa, PLN dan Wamendagri Dorong Transaksi Listrik Mudah Lewat KDKMP di Jawa Barat
deNews

Dekatkan Layanan ke Desa, PLN dan Wamendagri Dorong Transaksi Listrik Mudah Lewat KDKMP di Jawa Barat

Senin, 19 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Direktur LBH Seroja-24 : Penertiban PKL Pasar Samarang Harus Pakai Prinsip Kehati-hatian

Minggu, 27 Maret 2022
Kepala Desa Pameuntasan Kecamatan Kutawaringin, H. Amat Suganda sedang memantau pembangunan TPS3R di tanah cari desa.

Dibangun di Tanah Carik Desa Pameuntasan TPS3R untuk Tangani Sampah 13 RW

Jumat, 21 November 2025

Di Hari Santri, Bupati Bandung Akan Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren Daar El Jannah

Senin, 20 Oktober 2025

Kapolres Ciamis Berhasil Ungkap Sindikat Pencurian Alat Berat di Cikoneng, Tiga Tersangka Diamankan

Senin, 26 Mei 2025
Ketua MPC Pemuda Pancasila H Delit Suparman bersama Pengurus Bidang

Warga Cibalong Tewas Dikeroyok Adalah Anggota Pemuda Pancasila Garut, Ini Kata H. Delit Suparman

Jumat, 28 Mei 2021

Desa Pangauban Raih Juara Pertama Anugerah Gapura Sri Baduga Desa Tingkat Provinsi Jabar?

Rabu, 24 Desember 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste