• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, September 4, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deEdukasi

Eksistensi STISIP Sains Berkaitan Erat Dengan Gagasan Pemekaran Garut Selatan

bydejurnalcom
Minggu, 12 Oktober 2025
Reading Time: 3 mins read
Eksistensi STISIP Sains Berkaitan Erat Dengan Gagasan Pemekaran Garut Selatan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Latar belakang berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Samudera Indonesia Selatan (STISIP Sains) yang berlokasi di Jalan Raya Mekarmukti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, sangat erat kaitannya dengan perjuangan masyarakat Garut selatan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru.

Hal tersebut disampaikan Ketua STISIP Sains Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si. saat berbincang dengan dejurnal.com, pasca prosesi Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda 2 Tahun 2025, Sabtu (11/10/2025)

“STISIP Sains ini resmi mulai beroperasi pada tahun 2018, namun ide dan gagasan pembentukannya telah dimulai jauh sebelumnya, bahkan sejak dua dekade silam,” ujar Asep Dadang.

BacaJuga :

Bantuan Beras Tiga Bulan Disalurkan, Warga Cigembor Terbantu

Jajaran Polsek Leles Amankan 10 Knalpot Brong dari Pelajar di Kabupaten Garut

DPRD Kabupaten Bandung Soroti Tarif Blogger di Destinasi Wisata: Harus Ada Batas Atas dan Bawah

Ia pun memaparkan perjalanan panjang berdirinya STISIP serta latar belakang historis yang melandasi semangat pembangunan pendidikan tinggi di wilayah selatan Garut.

Menurutnya gagasan membangun pendidikan tinggi di Garut bagian selatan berawal dari semangat kaum muda di era 1997, saat ia sendiri masih menjadi mahasiswa. Kala itu, terbentuklah wadah bernama Forum Pengkajian dan Pengembangan Mahasiswa Aliansi Selatan, sebuah organisasi yang diinisiasi oleh mahasiswa dan aktivis daerah untuk memperjuangkan kemajuan wilayah selatan Garut.

“Aliansi Selatan adalah salah satu kekuatan yang mampu mendobrak kebekuan dan membuka ruang perjuangan bagi masyarakat selatan,” ungkapnya.

Forum tersebut menjadi motor penggerak munculnya kesadaran kolektif bahwa pembangunan wilayah tidak akan berhasil tanpa penguatan sumber daya manusia (SDM). Dari forum inilah, ide-ide tentang pemerataan pembangunan dan bahkan wacana pemekaran Kabupaten Garut Selatan mulai digagas secara serius.

Asep Dadang mengingat kembali bagaimana perjuangan itu berlangsung. Pertemuan-pertemuan penting dilakukan di berbagai lokasi, salah satunya di Pendopo Banjarwangi, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh perwakilan dari lima wilayah besar: Banjarwangi, Cikajang, Cikelet, Pameungpeuk, dan Mekarmukti.

Dari sanalah lahir komitmen untuk memperjuangkan terbentuknya kabupaten baru, dengan keyakinan bahwa wilayah selatan memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap optimal.

“Perjuangan itu berbuah hasil ketika pada tahun 2013, pemerintah pusat menerbitkan Nomor Penetapan 66 Tahun 2013 sebagai dasar pertimbangan administratif. Meski belum berujung pada pemekaran kabupaten, keputusan itu menjadi tonggak penting perjuangan masyarakat selatan,” jelasnya.

Dalam pandangan Dr. Asep, tidak akan ada kabupaten yang kuat tanpa lembaga pendidikan tinggi sebagai lumbung SDM-nya. Ia menegaskan, pembangunan wilayah harus sejalan dengan pembangunan manusia melalui jalur pendidikan. Itulah yang kemudian melahirkan gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi di wilayah selatan Garut.

“Latar belakang berdirinya STISIP ini sangat erat kaitannya dengan perjuangan masyarakat selatan. Jika suatu saat kabupaten ini benar-benar mekar, maka harus sudah ada lembaga pendidikan tinggi yang siap mencetak kader dan tenaga ahli daerah,” tegasnya.

Dr. Asep juga menambahkan, wilayah-wilayah seperti Cikalong dan Cipatujah memiliki jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar mencapai lebih dari 45.000 jiwa. Potensi ini menjadi alasan kuat bahwa lembaga pendidikan tinggi sangat dibutuhkan, agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melanjutkan studi ke Tasikmalaya atau Garut kota.

Pada tahun 2005, telah ada kesepakatan antara pihak yayasan dan beberapa lembaga sosial untuk mengajukan perubahan status sekolah tinggi menjadi universitas.

Menurut Dr. Asep, hal ini merupakan bentuk keseriusan yayasan dalam memajukan dunia pendidikan di jalur selatan Garut.

Namun perjuangan tidak mudah. Pemerintah pusat sempat menetapkan moratorium pendirian perguruan tinggi baru, yang otomatis menghentikan sementara seluruh proses izin pendirian universitas atau sekolah tinggi.

“Saya pribadi cukup kaget dan bangga, karena di tengah moratorium itu, STISIP justru berhasil mendapatkan Surat Keputusan (SK) pendirian resmi. Padahal saya sendiri sudah lima tahun di Tasikmalaya, di Manonjaya, berjuang untuk mendirikan perguruan tinggi serupa dan belum berhasil. Ini luar biasa,” ujarnya dengan nada kagum.

Terkait perhatian Pemerintah Kabupaten Garut terhadap keberadaan STISIP, Dr. Asep mengakui bahwa sejauh ini pemerintah menunjukkan dukungan positif.

“Program-program Bupati cukup baik, terutama yang menyentuh aspek pendidikan dan pengembangan sumber daya alam di selatan,” katanya.

Namun, tantangan tetap ada. Mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses transportasi, hingga ketersediaan tenaga dosen dan fasilitas akademik.
Menurutnya, tantangan ini bukan hambatan, melainkan ujian bagi komitmen perjuangan masyarakat selatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan.

Menutup pembicaraan, Dr. Asep Dadang menegaskan bahwa perjuangan pendidikan di selatan Garut bukan hanya perjuangan lokal, melainkan bagian dari pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Walaupun kampus ini berada di wilayah Garut Selatan, namun semangat dan tujuannya tetap untuk Indonesia. Kita ingin melahirkan generasi muda yang cinta daerahnya, berilmu, dan berkarakter nasionalis,” ujarnya penuh keyakinan.

Baginya, berdirinya STISIP Samudera Indonesia Selatan adalah bukti nyata bahwa perjuangan panjang, dedikasi, dan tekad kuat dapat melahirkan perubahan besar. Apa yang dahulu hanya menjadi cita-cita mahasiswa kini telah menjelma menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menyalakan harapan baru bagi masa depan Garut Selatan.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ijudin Puji Kepemimpinan Inovatif Kades Beber, Desa Maju dengan Program Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Next Post

Difasilitasi Disbud, Desa Sayati Gelar Seni Budaya Daerah Kabupaten Bandung Baraya Bedas

Related Posts

Milad & Syukuran 1 Tahun SPPG Citalang 02 Purwakarta, Mitra: “Satu Hidangan, Seribu Harapan” Jadi Semangat ke Depan
deHumaniti

Milad & Syukuran 1 Tahun SPPG Citalang 02 Purwakarta, Mitra: “Satu Hidangan, Seribu Harapan” Jadi Semangat ke Depan

Jumat, 4 September 2026
BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis
deNews

BP2D Bidik Nyangku Panjalu 2026, Konsep Wisata Terintegrasi Ciamis

Jumat, 4 September 2026
Bantuan Pangan Bantu Penuhi Kebutuhan Keluarga di Ciamis
deNews

Bantuan Pangan Bantu Penuhi Kebutuhan Keluarga di Ciamis

Jumat, 4 September 2026
Bantuan Beras Tiga Bulan Disalurkan, Warga Cigembor Terbantu
deNews

Bantuan Beras Tiga Bulan Disalurkan, Warga Cigembor Terbantu

Jumat, 4 September 2026
Jajaran Polsek Leles Amankan 10 Knalpot Brong dari Pelajar di Kabupaten Garut
deNews

Jajaran Polsek Leles Amankan 10 Knalpot Brong dari Pelajar di Kabupaten Garut

Jumat, 4 September 2026
DPRD Kabupaten Bandung Soroti Tarif Blogger di Destinasi Wisata: Harus Ada Batas Atas dan Bawah
deNews

DPRD Kabupaten Bandung Soroti Tarif Blogger di Destinasi Wisata: Harus Ada Batas Atas dan Bawah

Jumat, 4 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

KabarDaerah

Kapolres Garut Bersama Bhayangkari Giat Sosial Bagikan Tajil

Rabu, 28 April 2021

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Agenda Jawaban Bupati dan Tanggapan Fraksi Atas Pendapat Bupati

Jumat, 21 November 2025
Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Cibalong, Rudi Rahayu.

PAC Partai Demokrat Cibalong Kritisi Eksistensi Anggota DPR RI Dapil XI

Jumat, 13 November 2020

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Antisipasi Pekerja Migran Indonesia Unprosedural, Pemkab Garut Bersama BP2MI Sosialisasikan Gentra Karya

Senin, 27 Februari 2023
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste