• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deBisnis

Pasar Tumpah Tiap Minggu di Desa Margahayu Tengah Tidak Resmi Tapi Dibutuhkan Masyarakat

bydejurnalcom
Selasa, 2 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read
Pasar Tumpah Tiap Minggu di Desa Margahayu Tengah Tidak Resmi Tapi Dibutuhkan Masyarakat
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandun g- Pasar tumpah di jalan seputar RW 13, Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung telah lama beroperasi. Ratusan pedagang dari kuliner olahan, buah-buahan, pakaian, perabot dapur, bahkan hewan peliharaan tiap hari Minggu berjejer memenuhi bahu kiri -kanan jalan yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Rahayu Kecamatan Margaasih.

Sayangnya, keberadaan pasar tumpah ini boleh dibilang tidak resmi. Menurut Kepala Desa Margahayu Tengah, Asep Zaenal Mahmud, kegiatan pasar tumpah di tiap hari Minggu ini sudah ada sejak dirinya belum menjadi kepala desa. Asalnya dari Desa Rahayu, kemudian bersambung ke Desa Margahayu Tengah

Sebetulnya, aku Asep pihak desa ingin menata pasar tumpah tersebut lebih terstruktur, namun karena di Desa Rahayu juga tidak ada pengelolaan resmi atau tidak melibatkan pemerintah desa, maka Asep Zaenal juga tidak bisa melangkah lebih jauh.

BacaJuga :

Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong

Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah

BANGGAR DPRD Kabupaten Bandung Bahas Raperda APBD 2027, Renie Rahayu Fauzi Pimpin Pembahasan

Meski pernah ada komunikasi dengan pengelola yang tidak resmi atau berjalan secara tradisional.
“Karena dulunya berasal dari Desa Rahayu, jadi saya tidak bisa membuat aturan yang terpisah dari Rahayu. Jadi kalau asalnya pengelolaan itu tidak melibatkan desa, kita juga tidak bisa masuk terlalu jauh,” kata Asep Zaenal di kantor desanya, Selasa (2/12/2025).

Pasar tumpah tersebut selama ini, lanut Asep
berjalan secara tradisional. “Para pengelolanya juga tidak terstruktur atau tidak resmi. Retribusi tidak ada karena kita kaitan dengan saber pungli dan lain sebagainya,” katanya.

Asep Zaenal mengaku, pihaknya pernah komunikasi dengan pengelola yang tidak resmi, bahwa pihak desa akan memfasilitasi, serta menyamoaikan bahwa pihaknya tidak akan mengurangi dari penghasilan mereka selama ini.

” Kita sudah sampaikan supaya lebih tertib, akan lebih resmi. Kalau hasil musyawarah pungutan lebih resmi. Kita saling menguntungkan. Mereka ingin berjualan, kita yang sebagai punya wilayah ada kontribusi minimal untuk infrastruktur wilayah, dan sampah diurus, infrastruktur terjamin, ” ujar Asep.

Namun, sampai saat ini keinginan itu belum terwujud. Tapi, kata Asep karena masyarakat sekitar tidak merasa terganggu, karena mungkin sudah terbiasa.

” Jadi menikmati karena mereka juga mungkin membutuhkan. Jadi sepanjang tidak saling mengganggu walaupun tidak saling menguntungkan tidak masalah,” kata Asep.

Di samping kepala desa, Ketua RW 13 desa tersebut, Uden menambahkan, ratusan pedagang pasar tumpah tersebut kebanyakan dari luar wilayahnya. Ia menyebut paling hanya 30 persen warga Desa Margahayu Tengah, selebihnya dari luar.

Terhadap keberadaan pasar tersebut ia selalu ada komunikasi dengan kepala desa, bahkan meminta saran. Tapi seperti dikatakan Asep Zaenal, keberadaan pasar tumpah di wilayahnya, meski tidak melibatkan pemerintahan, namun karena tidak mengganggu masyarakat ia pun sejalan dengan pihak desa.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Uji Pembatasan Kendaraan Pribadi di Lingkup Setda Garut Tuai Tanggapan Pegawai

Next Post

Menutup Tahun 2025 Dalang Khanha Giri Harja 2 Putu Siapkan Agenda 6 Lokasi Panggung

Related Posts

Raih 227 Suara, Galih Hendrawan Pimpin APDESI Kabupaten Bandung Periode 2026–2031
deNews

Raih 227 Suara, Galih Hendrawan Pimpin APDESI Kabupaten Bandung Periode 2026–2031

Jumat, 6 November 2026
Polisi Amankan Terduga Pelaku Penusukan yang Tewaskan Pemuda di Cibalong Garut
deNews

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penusukan yang Tewaskan Pemuda di Cibalong Garut

Jumat, 6 November 2026
Syarikat Islam Garut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat Pelayanan Umat hingga Pemberdayaan Masyarakat
deNews

Syarikat Islam Garut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat Pelayanan Umat hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026
Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong
deNews

Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong

Jumat, 6 November 2026
Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah
deNews

Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah

Jumat, 6 November 2026
BANGGAR DPRD Kabupaten Bandung Bahas Raperda APBD 2027, Renie Rahayu Fauzi Pimpin Pembahasan
deNews

BANGGAR DPRD Kabupaten Bandung Bahas Raperda APBD 2027, Renie Rahayu Fauzi Pimpin Pembahasan

Jumat, 6 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Reses DPRD Purwakarta Tertunda, Terkait Menkeu Berikan Warning Penundaan Anggaran 35% Dari Pusat

Selasa, 12 Mei 2020

Anggaran Pemagaran SDN Sukajaya, Pakai BOS dan Dana Talang Pribadi?

Kamis, 29 Oktober 2020

Garut Bersiap Gelar Pilkades Serentak di 82 Desa, Ini Tanggal Mainnya

Senin, 26 Desember 2022

Hanung Prabowo : Diduga Persaingan Bisnis, Dua PMA di Garut Berpotensi Korbankan Ribuan Pekerja

Selasa, 26 Juli 2022

RA Lasminingrat Tokoh Literasi Garut

Selasa, 10 April 2018
Sandiwara Sunda 'Pernikahan Dini' karya/ sutradara Ki Daus dipagelarkan di Gedung Rumentangsiang.

‘Pernikahan Dini’ di Rumentangsiang, Ki Daus Bangkitkan Kembali Sandiwara Sunda

Rabu, 12 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste