Dejurnal.com, Bandung – Bupati Bandung Dadang Supriatna memutuskan agar peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung yang puncaknya pada hari Senin 20 April 2026 lebih disederhanakan lagi.
Menurut Bupati Bandung, di tengah keprihatinan karena bencaja cukup dengan mengadakan upacara bendera dan sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bandung.
Pagelaran wayang yang sudah semula sudah direncankan juga dibatalkan, diganti dengan acara doa bersama istighosah.
“Jadi, hari Senin tanggal 20 April 2026 itu cukup upacara dan rapat paripurn Tidak ada karnaval dan tidak ada pagelaran wayang. Bada maghrib-nya diganti istighosah akbar secara hibryd,” katanya, Sabtu 18 April 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya peringatan hari jadi Kabupaten Bandung identik dengan pesta rakyat, karnaval dan kemeriahan lainnya, menurut Dadang Supriatna tahun ini sengaja dilaksanakan secara sederhana dan dalam bentuk kegiatan yang mengedepankan empati bagi warga terdampak bencana.
“Setelah kemarin kita putuskan untuk mengalihkan anggaran Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 untuk penanganan bencana banjir, dengan hormat kami pun tidak menerima ucapan Selamat Jadi Kabupaten Bandung dalam bentuk karangan bunga,” katanya.
Sebagai alternatif gantinya, pihaknya akan sangat mengapresiasi apabila ucapan selamat hari jadi itu disampaikan dalam bentuk bibit pohon buah-buahan atau tanaman keras.
“Selain lebih bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, penanaman pohon juga memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan oksigen, serta menjadi amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir bagi para pemberi,” ujarnya.
Pihaknya sengaja mengubah rangkaian peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung dengan aksi simpatik. “Mengingat kondisi saat ini di mana daerah kita sedang dikepung bencana, rasanya tidak tepat jika kita merayakan dengan kemeriahan yang berlebihan. Justru, energi dan sumber daya kita fokuskan untuk pemulihan dan pencegahan bencana,” pungkasnya.* Sopandi
















