BANDUNG, deJurnal,- Komitmen Kabupaten Ciamis dalam mendorong pengembangan pertanian organik terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebanyak 13 delegasi asal Kabupaten Ciamis mengikuti Uji Sertifikasi Fasilitator Organik Tingkat Nasional yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 19–21 Mei 2026.
Kegiatan sertifikasi tersebut diikuti total 49 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang berasal dari kalangan penggiat, pendamping, serta pelaku pengembangan pertanian organik.
Koordinator Bidang GACCORS, Kuswara Suwarman mengatakan, keikutsertaan delegasi Ciamis menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fasilitator pertanian organik di daerah.
Menurutnya, keberadaan fasilitator yang kompeten sangat dibutuhkan untuk mendampingi petani dalam penerapan sistem pertanian sehat dan ramah lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar sertifikasi, tetapi bagian dari upaya menyiapkan SDM pertanian organik yang benar-benar mampu menjadi penggerak di lapangan,” ujarnya.
Pelaksanaan sertifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, ujian tertulis, wawancara hingga unjuk kerja terkait penerapan sistem pertanian organik di lapangan.
Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh keseriusan dan antusiasme. Hal tersebut dinilai menjadi cerminan semakin tingginya komitmen para penggiat organik dalam mendorong pertanian sehat di Kabupaten Ciamis.
Tim penguji dalam kegiatan tersebut terdiri dari sejumlah akademisi dan praktisi bidang pertanian organik, di antaranya Prof. Dr. Sri Ayu dari Universitas Majalengka, Dr. Wasissa Titi Ilham, SP., M.Si., serta Dr. Neni dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).
Kuswara menilai, penguatan kapasitas fasilitator organik menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat terwujudnya Kabupaten Ciamis sebagai daerah berbasis pertanian organik yang berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan sektor pertanian ke depan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan lingkungan dan menghasilkan produk pangan yang aman serta berkualitas.
“Pertanian organik menjadi salah satu arah pembangunan pertanian masa depan. Karena itu, SDM pendamping dan fasilitator harus benar-benar disiapkan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini konsisten mendukung pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Dukungan tersebut datang dari berbagai unsur, mulai dari tokoh penggerak pertanian organik, pemerintah daerah hingga jajaran pimpinan Kabupaten Ciamis yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.
Ucapan apresiasi disampaikan kepada Udin Saepudin, Alik Sutaryat, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya serta Andang Firman Triyadi yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pertanian organik di daerah.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir fasilitator-fasilitator organik yang profesional, kompeten dan mampu menjadi motor penggerak dalam mendampingi masyarakat menuju sistem pertanian yang lebih sehat, mandiri dan berkelanjutan.
Langkah itu sekaligus mempertegas komitmen Kabupaten Ciamis dalam membangun sektor pertanian yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. (Nay Sunarti)















