CIREBON, deJurnal,- Cabang olahraga jemparingan menjadi wajah baru bagi kontingen Kabupaten Ciamis pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII Tahun 2026 yang digelar di Kota Cirebon.
Meski belum berhasil menyumbangkan medali, keikutsertaan perdana tersebut dinilai menjadi investasi penting untuk membangun kekuatan olahraga panahan tradisional di Kabupaten Ciamis.
Berbeda dengan cabang olahraga lain yang telah lama dipertandingkan, jemparingan baru masuk dalam agenda PORSENITAS tahun ini. Kondisi itu membuat seluruh daerah memulai dari titik yang berbeda, termasuk Kabupaten Ciamis yang harus berpacu dengan waktu membentuk tim.
Manajer Kontingen Jemparingan Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al Kautsar, S.H., M.M., yang juga menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis, mengatakan keikutsertaan Ciamis pada cabang baru ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan olahraga tradisional sekaligus melestarikan budaya.
“Alhamdulillah penyelenggaraan cabang jemparingan berjalan dengan baik. Karena baru pertama kali dipertandingkan di PORSENITAS, masih ada beberapa kabupaten yang belum mengirimkan atlet,” ujar Ega, Jumat (26/6/2026).
Dikatakan Ega meski banyak kabuoaten lain yang tidak mengirimkan Kabupaten Ciamis memilih untuk ikut berpartisipasi dengan mengirimkan lima atlet.
“Bagi kami, keikutsertaan ini jauh lebih penting sebagai langkah awal membangun prestasi ke depan,” katanya
Menurutnya, hasil yang diperoleh tahun ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pembinaan di masing-masing daerah.
Kabupaten Ciamis masih harus mengejar ketertinggalan dari daerah yang lebih dulu mengembangkan jemparingan, seperti Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan.
“Kalau melihat kekuatan lawan, terutama Cirebon dan Kuningan, mereka memang sudah lebih matang. Mereka memiliki atlet yang lebih banyak, pembinaan yang lebih lama, serta jam terbang yang tinggi. Sementara kami baru mulai membentuk tim menjelang PORSENITAS. Tetapi justru dari sinilah kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk menyusun pembinaan yang lebih baik,” tuturnya.
Ega menjelaskan, jemparingan bukan sekadar olahraga memanah, tetapi mengandung filosofi yang kuat karena mengajarkan ketenangan, ketepatan, kesabaran, fokus, serta pengendalian diri.
“Olahraga ini bukan hanya soal mengenai sasaran. Jemparingan melatih karakter, konsentrasi, dan pengendalian diri. Nilai-nilai itu sejalan dengan filosofi olahraga panahan yang juga merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW,” ungkapnya
.
Karena jam tersebut Ega berharap keikutsertaan di PORSENITAS ini bukan hanya mengejar medali, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan olahraga panahan tradisional kepada ASN maupun masyarakat Kabupaten Ciamis.
Ia optimistis, dengan waktu persiapan yang lebih panjang, Kabupaten Ciamis mampu tampil lebih kompetitif pada PORSENITAS mendatang.
“Insyaallah jika PORSENITAS berikutnya kembali digelar tahun depan, kami memiliki waktu sekitar satu tahun untuk melakukan pembinaan,” terangnya.
Ega mengungkapkan akan memperbanyak latihan, menjaring atlet-atlet potensial, termasuk dari kalangan ASN muda, sehingga tim jemparingan Kabupaten Ciamis memiliki kualitas yang lebih baik.
“Kami optimistis tahun depan tidak hanya ikut berpartisipasi, tetapi sudah siap bersaing memperebutkan medali,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih Jemparingan Kabupaten Ciamis, Nasirin, mengatakan hasil yang diraih tahun ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih.
“Untuk cabang jemparingan, sementara kami memang belum berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Menurut Nasirin, tantangan terbesar justru terjadi sebelum pertandingan dimulai. Selain menjadi cabang baru, waktu persiapan yang dimiliki sangat terbatas dan jumlah ASN yang aktif menekuni panahan tradisional di Kabupaten Ciamis masih relatif sedikit.
“Ini merupakan debut jemparingan di PORSENITAS. Kami cukup kesulitan membentuk atlet karena memang belum banyak ASN yang aktif di olahraga panahan tradisional. Waktu latihan efektif kami mungkin hanya sekitar satu bulan, sementara para peserta juga tetap harus menjalankan tugas di instansi masing-masing,” katanya.
Meski demikian, ia menilai seluruh atlet telah menunjukkan semangat dan dedikasi yang tinggi selama menjalani persiapan hingga pertandingan.
“Alhamdulillah, walaupun belum mendapatkan medali, kami sudah mulai membaca peta kekuatan kabupaten dan kota lain. Kami mengetahui apa yang harus diperbaiki, baik dari sisi teknik, mental bertanding maupun pembinaan atlet. Pengalaman ini menjadi modal yang sangat berharga untuk menghadapi PORSENITAS berikutnya,” ujar Nasirin.
Salah seorang atlet jemparingan Kabupaten Ciamis, Hendri Ridwansyah, S.T., M.M., mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen Ciamis pada debut cabang jemparingan di PORSENITAS XIII.
“Meski belum berhasil meraih medali, kami tetap bersyukur bisa ikut berpartisipasi dan mendapatkan pengalaman bertanding yang sangat berharga. Kami jadi mengetahui kekuatan lawan dari daerah lain sekaligus menjadi motivasi untuk terus berlatih agar ke depan bisa tampil lebih baik,” ujarnya
Ia berharap olahraga jemparingan semakin berkembang di Kabupaten Ciamis sehingga semakin banyak atlet yang bergabung dan prestasi dapat diraih pada PORSENITAS berikutnya.
Pada PORSENITAS XIII Tahun 2026, tim jemparingan Kabupaten Ciamis diperkuat oleh atlet dari berbagai perangkat daerah, yaitu:
R. Ega Anggara Al Kautsar, S.H., M.M. – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis
Dr. Dian Budiyana, M.Si. – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis
Hendri Ridwansyah, S.T., M.M. – Dinas Ketenagakerjaan
Andi Adrianto, S.IP., M.M. – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis
Yudi Brata Diwijaya, S.Sos., M.M. – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ciamis
Sementara tim dipimpin oleh dua manajer, yakni R. Ega Anggara Al Kautsar, S.H., M.M. dan drg. Evie Trianti, M.M Direktur RSUD Kawali, dengan Nasirin sebagai pelatih.
Meski belum membawa pulang medali, debut jemparingan dinilai menjadi pijakan awal bagi Kabupaten Ciamis untuk membangun olahraga panahan tradisional secara lebih terarah.
Dengan bekal pengalaman menghadapi daerah-daerah yang lebih mapan, kontingen Tatar Galuh optimistis dapat tampil lebih kompetitif dan menjadi penantang serius pada PORSENITAS edisi berikutnya. (Nay Suanarti)
















