• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Opini

Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi

bydejurnalcom
Kamis, 2 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
Natural Tanpa Ordal: Seruan Moral Menjaga Marwah Perguruan Tinggi
ShareTweetSend

deJurnal,- Perguruan tinggi bukan sekadar tempat seseorang mengejar gelar akademik. Ia adalah ruang pembentukan ilmu, karakter, nalar, etika, dan kepemimpinan.

Dari ruang inilah lahir calon-calon profesional, birokrat, pendidik, pengusaha, pemimpin masyarakat, bahkan pengambil kebijakan publik di masa depan.

Karena itu, proses masuk ke perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai urusan administratif semata. Penerimaan mahasiswa baru adalah pintu awal yang menentukan marwah dunia akademik.

BacaJuga :

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Bila pintu itu dijaga dengan kejujuran, maka kampus akan melahirkan manusia yang percaya pada kemampuan diri. Namun bila pintu itu dibuka oleh titipan, tekanan, kedekatan, atau bantuan orang dalam, maka sejak langkah pertama nilai pendidikan sudah mulai dilukai.

Slogan “Natural Tanpa Ordal” lahir dari kesadaran sederhana, tetapi sangat mendasar: keberhasilan akademik seharusnya ditempuh melalui kemampuan, kerja keras, kesiapan mental, dan prestasi.

Bukan melalui jalan belakang. Bukan karena bisikan pihak tertentu. Bukan pula karena akses khusus yang membuat sebagian orang merasa memiliki jalur lebih dekat menuju bangku kuliah.

Seruan ini bukan untuk menyerang siapa pun. Ini adalah ajakan moral untuk semua pihak, baik yang terlibat langsung dalam sistem pendidikan maupun yang berada di luar sistem.

Untuk calon mahasiswa, orang tua, penyelenggara pendidikan, pejabat publik, tokoh masyarakat, alumni, hingga siapa pun yang memiliki pengaruh sosial. Sebab integritas akademik tidak hanya dijaga oleh aturan, tetapi juga oleh kesadaran bersama.

Kita perlu jujur melihat kenyataan. Dalam kehidupan sosial, istilah “ordal” atau orang dalam sering dianggap sebagai hal biasa. Bahkan dalam banyak percakapan, ia kadang dibungkus sebagai strategi, peluang, atau bantuan.

Padahal, ketika orang dalam digunakan untuk memotong proses, menekan sistem, atau membuka akses yang tidak semestinya, di situlah masalah etik dimulai.

Relasi sosial tentu tidak salah. Silaturahmi tidak salah. Mengenal banyak orang juga bukan dosa. Yang menjadi persoalan adalah ketika kedekatan berubah menjadi alat untuk memperoleh hak yang seharusnya diperebutkan secara adil.

Ketika koneksi mengalahkan kompetensi, ketika privilese menggeser prestasi, dan ketika titipan dianggap lebih kuat daripada kemampuan, maka dunia pendidikan sedang kehilangan salah satu fondasi utamanya: kejujuran.

Budaya ordal yang disalahgunakan dapat membuka ruang bagi banyak persoalan serius. Ia bisa menjadi pintu masuk gratifikasi, konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, dan intervensi terhadap proses seleksi. Lebih jauh dari itu, ia dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.

Kepercayaan publik adalah modal besar perguruan tinggi. Kampus tidak hanya dinilai dari gedung, akreditasi, fasilitas, atau jumlah mahasiswanya.

Kampus juga dinilai dari keyakinan masyarakat bahwa proses di dalamnya berlangsung adil. Sekali kepercayaan itu retak, maka yang rusak bukan hanya citra lembaga, tetapi juga kehormatan dunia akademik itu sendiri.

Masuk perguruan tinggi melalui cara yang tidak semestinya mungkin terlihat seperti kemenangan kecil. Tetapi sebenarnya, itu adalah kekalahan moral yang panjang.

Seseorang mungkin mendapatkan kursi, tetapi kehilangan kesempatan untuk membangun kebanggaan sejati. Ia mungkin tercatat sebagai mahasiswa, tetapi sejak awal telah dibebani oleh kenyataan bahwa keberhasilannya bukan sepenuhnya lahir dari kemampuan sendiri.

Sebaliknya, mereka yang diterima secara murni melalui proses yang adil akan membawa rasa percaya diri yang berbeda. Ada harga diri yang tumbuh dari perjuangan. Ada tanggung jawab yang lahir dari proses.

Ada kebanggaan yang tidak perlu disembunyikan. Mereka masuk bukan karena ditarik oleh tangan tersembunyi, tetapi karena berdiri di atas usaha sendiri.

Di sinilah pentingnya membangun imunitas akademik. Imunitas akademik adalah daya tahan moral dunia pendidikan untuk menolak segala bentuk gratifikasi, titipan, nepotisme, intervensi, dan praktik tidak etis lainnya.

Ia bukan hanya soal sistem seleksi yang rapi, tetapi juga soal keberanian moral untuk mengatakan tidak pada cara-cara yang mencederai keadilan.

Imunitas akademik harus dibangun sejak hulu. Orang tua perlu menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan anak tidak boleh dibeli dengan cara yang merusak nilai.

Calon mahasiswa perlu dididik untuk percaya pada proses, bukan mencari celah. Penyelenggara pendidikan wajib menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Sementara masyarakat perlu berhenti menormalisasi anggapan bahwa semua urusan hanya bisa selesai jika memiliki orang dalam.

Inilah tantangan kita bersama. Kadang yang merusak sistem bukan hanya orang yang meminta bantuan, tetapi juga orang yang merasa bangga karena bisa “membantu” melompati prosedur. Kadang yang melemahkan integritas bukan hanya penerima titipan, tetapi juga lingkungan sosial yang menganggap titipan sebagai hal lumrah.

Padahal, pendidikan yang bermartabat tidak boleh dimulai dari kompromi yang keliru. Kampus adalah tempat menanamkan nilai, bukan tempat pertama kali seseorang belajar bahwa kedekatan bisa mengalahkan aturan. Bila sejak awal mahasiswa diperkenalkan pada cara-cara tidak jujur, bagaimana mungkin kita berharap kelak ia menjadi pemimpin yang lurus?

Natural Tanpa Ordal bukan sekadar slogan. Ini adalah gerakan kesadaran. Gerakan untuk mengembalikan kepercayaan bahwa bangku kuliah harus diperoleh melalui prestasi, bukan privilese; melalui kompetensi, bukan koneksi; melalui integritas, bukan gratifikasi.

Seruan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga marwah perguruan tinggi bukan hanya tugas kampus. Ini adalah tanggung jawab kolektif. Setiap orang yang menolak titipan sedang ikut menjaga masa depan pendidikan.

Setiap orang yang menolak intervensi sedang ikut merawat keadilan. Setiap orang yang memilih jalur jujur sedang ikut membangun generasi yang lebih kuat secara moral.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari siapa yang berhasil masuk, tetapi juga dari bagaimana ia masuk. Sebab proses yang jujur akan melahirkan kebanggaan.

Proses yang adil akan menumbuhkan kepercayaan. Dan proses yang bersih akan menjadi fondasi bagi lahirnya pemimpin yang berintegritas.

Pendidikan yang bermartabat selalu dimulai dari pintu yang dijaga dengan kejujuran. Bila pintu itu bersih, maka harapan yang masuk ke dalamnya pun akan tumbuh dengan lebih terhormat.

Oleh: Roni Imroni

Kepala Bidang IKP Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Bupati Purwakarta Lepas Mahasiswa KKN Universitas Wira Karya untuk Pengabdian kepada Masyarakat

Next Post

Pecinta Wayang Golek, Nih 7 Tempat Dalang Kanha Ade Kosasih Sunarya Giri Harja 2 Putu Manggung di Bulan Juli Ini

Related Posts

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat
deNews

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026
Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja
deNews

Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja

Senin, 13 Juli 2026
Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal
deNews

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Minggu, 12 Juli 2026
Diikuti  750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak  Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari  Sarkopenia
deNews

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Minggu, 12 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

KabarDaerah

Demokrasi Garut Menggeliat, Dadan Nugraha Desak Dialog Objektif Antara NGO dan Pemerintah

Rabu, 11 Juni 2025

Ciamis Jadi Pilot Project Nasional Workshop Keluarga Sakinah Maslahat untuk Remaja Usia Nikah

Sabtu, 29 November 2025

Bupati Ciamis Dukung Penerapan Hukum Humanis Lewat Program Pidana Kerja Sosial di Jawa Barat

Rabu, 5 November 2025

Sudah Berlalu 6 Tahun, Penanganan Korban Banjir Bandang Garut Masih Sisakan Persoalan?

Rabu, 9 Februari 2022

Polemik Pengiriman Sampah Dari Kota Bandung, Kepala DLH Garut : Sejak 29 Januari Sudah Dihentikan

Jumat, 31 Januari 2025

Pembangunan Jalan Purwodadi Bojong Nangka di Pertanyakan Warga

Selasa, 19 April 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste