Dejurnal.com, Garut – Kawasan pertanian di Blok Sempur, Jalan Sukapadang-Cikamiri, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, kembali mendapat perhatian. Kali ini, kawasan yang sebelumnya ramai diperbincangkan masyarakat setelah viral di media sosial tersebut dikunjungi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcabrem 062 PD III/Siliwangi, Ny. Imas Dadi Sutandi, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi pertanian yang dikembangkan masyarakat setempat. Kawasan Blok Sempur dinilai memiliki panorama alam yang menarik sekaligus potensi pertanian yang cukup besar apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
Ny. Imas Dadi Sutandi hadir bersama jajaran Persit KCK dan diterima oleh Camat Tarogong Kidul Ahmad Mawardi, Kepala Desa Sukabakti, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta para petani yang selama ini mengelola lahan pertanian di kawasan tersebut.
Dalam kunjungannya, rombongan meninjau langsung areal pertanian dan melihat aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan. Selain menikmati suasana kawasan yang masih relatif asri, rombongan juga berdialog dengan unsur Forkopim Kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan petani terkait berbagai potensi serta persoalan yang muncul sejak kawasan tersebut semakin dikenal publik.
Dari Lahan Pertanian Menjadi Perhatian Publik
Blok Sempur sebelumnya menjadi perhatian setelah sejumlah aktivitas dan kondisi kawasan tersebut tersebar luas melalui media sosial. Keindahan hamparan pertanian, suasana pedesaan, serta aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Fenomena tersebut kemudian membuat jumlah pengunjung meningkat. Di satu sisi, kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi baru. Namun di sisi lain, meningkatnya aktivitas pengunjung juga mulai menimbulkan sejumlah persoalan, terutama berkaitan dengan akses jalan, parkir, mobilitas kendaraan, dan kenyamanan masyarakat yang sehari-hari masih menjalankan aktivitas pertanian.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul.
Camat Tarogong Kidul Ahmad Mawardi menyampaikan rasa syukurnya karena kawasan pertanian Blok Sempur mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk jajaran Persit KCK Koorcabrem 062 PD III/Siliwangi.
Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kawasan yang awalnya dikenal masyarakat melalui media sosial ternyata memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan secara lebih terarah.
“Alhamdulillah, hari ini bukan hanya keluarga besar pemerintah, tetapi juga jajaran Persit dari Korem, Kodim hingga Koramil hadir untuk melihat langsung kondisi yang selama ini viral di media sosial. Ibu Ketua Persit merasa nyaman dan berkenan berkunjung ke sini,” ujar Ahmad Mawardi.
Ia menilai, perhatian dari berbagai pihak harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara bertahap. Sebab, menurutnya, Blok Sempur jangan hanya dipandang sebagai lokasi yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga sebagai kawasan pertanian produktif yang harus tetap dijaga keberlangsungannya.
“Kami juga membutuhkan masukan dan saran agar kawasan ini tidak hanya menjadi tempat menikmati pemandangan, tetapi dapat berkembang lebih baik ke depannya,” katanya.
Pengunjung Bertambah, Infrastruktur Perlu Dibenahi
Ahmad Mawardi mengakui meningkatnya jumlah pengunjung memberikan dampak positif terhadap kawasan dan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang tidak dapat diabaikan.
Salah satu persoalan yang mulai dirasakan adalah kepadatan kendaraan di ruas jalan menuju kawasan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga, khususnya para petani yang menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, pihak kecamatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila peningkatan aktivitas pengunjung selama ini menimbulkan gangguan lalu lintas maupun ketidaknyamanan.
Menurut Ahmad, persoalan tersebut justru harus menjadi bahan evaluasi bersama agar perkembangan kawasan tidak berlangsung tanpa perencanaan.
“Harapan kami, potensi ini bisa menjadi anugerah bagi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis pertanian, tempat beristirahat bagi pengunjung, namun tetap tidak mengganggu aktivitas maupun penghasilan para petani,” jelasnya.
Ia menegaskan, akses masyarakat terhadap kawasan tersebut tetap harus dijaga. Masyarakat boleh menikmati panorama dan suasana alam yang ada, tetapi pengembangan kawasan juga harus memperhatikan kebutuhan investasi infrastruktur serta keberlangsungan ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Semua orang memang bisa menikmati suasana ini secara gratis, tetapi kebutuhan peningkatan infrastruktur dan keberlangsungan ekonomi petani juga harus menjadi perhatian,” tambahnya.
Masyarakat Harus Menjadi Pelaku Utama
Dalam rencana pengembangan kawasan Blok Sempur, Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton.
Ahmad Mawardi menegaskan bahwa masyarakat harus ditempatkan sebagai pelaku utama dalam setiap proses pengembangan. Pemerintah, kata dia, lebih berperan dalam memberikan pendampingan, memfasilitasi kebutuhan dasar, serta mendorong agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang tanpa menghilangkan karakter utama kawasan sebagai lahan pertanian.
“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama. Tugas kami adalah menyiapkan warga agar mampu menerima tamu dengan ramah tanpa mengganggu aktivitas pertanian,” tegasnya.
Konsep tersebut dinilai penting karena perkembangan kawasan berbasis wisata tidak boleh mengorbankan fungsi utama lahan pertanian. Justru, sektor pertanian diharapkan menjadi daya tarik utama yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan konsep wisata berbasis pertanian, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengenal aktivitas petani, melihat proses budidaya, menikmati hasil pertanian, serta berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Dorong Penataan Jalan dan Fasilitas Pendukung
Selain pemberdayaan masyarakat, kebutuhan peningkatan infrastruktur menjadi salah satu hal yang cukup mendesak.
Menurut Ahmad Mawardi, akses jalan menuju kawasan Blok Sempur perlu mendapatkan perhatian, terutama apabila jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan.
“Kami juga berharap jalan kabupaten menuju lokasi dapat ditata dan diperlebar,” katanya.
Selain pelebaran jalan, pihak kecamatan juga melihat perlunya fasilitas pendukung seperti jalur pejalan kaki atau jogging track.
Keberadaan jalur khusus tersebut dinilai dapat memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana kawasan tanpa harus bercampur langsung dengan arus kendaraan.
Udara yang relatif bersih, hamparan lahan pertanian, serta suasana pedesaan menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan tersebut. Namun, seluruh potensi tersebut harus dibarengi dengan penataan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Parkir Menjadi Bagian dari Penataan Kawasan
Persoalan parkir juga menjadi perhatian dalam rencana pengembangan Blok Sempur.
Dengan semakin banyaknya pengunjung, kebutuhan terhadap ruang parkir menjadi semakin besar. Apabila kendaraan diparkir sembarangan di sepanjang jalan, kondisi tersebut dapat mempersempit akses dan berpotensi menghambat aktivitas masyarakat.
Karena itu, pemerintah kecamatan akan mengkaji kemungkinan penyesuaian perizinan terhadap sebagian kecil lahan yang direncanakan dapat digunakan sebagai area parkir.
Namun, rencana tersebut tetap akan mempertimbangkan kondisi dan fungsi lahan. Penggunaan lahan untuk fasilitas pendukung diharapkan tidak mengganggu produktivitas pertanian maupun kepentingan masyarakat setempat.
Kunjungan Persit Jadi Penyemangat Petani
Bagi masyarakat dan petani setempat, kunjungan Ketua Persit KCK Koorcabrem 062 PD III/Siliwangi menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi.
Ahmad Mawardi berharap perhatian yang semakin besar terhadap Blok Sempur dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan kawasan tersebut.
“Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berikhtiar mengembangkan kawasan ini. Jangan sampai anugerah yang dimiliki justru berubah menjadi persoalan karena tidak dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa popularitas sebuah kawasan tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan infrastrukturnya.
Ketika sebuah lokasi tiba-tiba menjadi tujuan masyarakat karena viral di media sosial, pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mengantisipasi berbagai dampak yang muncul.
Pengelolaan yang tidak terencana berpotensi menimbulkan kemacetan, kerusakan lingkungan, terganggunya aktivitas petani, hingga munculnya persoalan baru terkait pemanfaatan lahan.
Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik, Blok Sempur dapat menjadi contoh bagaimana kawasan pertanian masyarakat dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi dan wisata tanpa kehilangan fungsi utamanya.
Menjaga Pertanian, Membuka Peluang Ekonomi
Pengembangan Blok Sempur pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik. Yang lebih penting adalah bagaimana kawasan tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan identitasnya sebagai kawasan pertanian.
Pemerintah Kecamatan Tarogong Kidul berharap masyarakat dapat memperoleh peluang ekonomi melalui berbagai aktivitas pendukung, sementara para petani tetap dapat menjalankan usaha pertaniannya secara normal.
Dengan demikian, pengembangan kawasan dapat berjalan secara seimbang antara kepentingan pertanian, masyarakat, pengunjung, dan kebutuhan infrastruktur.
Kunjungan Ketua Persit KCK Koorcabrem 062 PD III/Siliwangi pun diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat perhatian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan, sekaligus mendorong berbagai pihak melihat potensi Blok Sempur secara lebih luas.
Blok Sempur bukan sekadar hamparan lahan yang indah untuk dipandang. Di balik panorama tersebut terdapat kerja keras para petani, sumber penghidupan masyarakat, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.
Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat ditata secara bijak agar popularitas yang muncul dari media sosial tidak berhenti sebagai fenomena sesaat, melainkan berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, unsur kewilayahan, serta pihak-pihak terkait, kawasan pertanian Blok Sempur diharapkan mampu tumbuh menjadi ruang yang produktif, nyaman, tertata, dan tetap menjaga kehidupan para petani sebagai bagian terpenting dari kawasan tersebut.***Willy

















