Dejurnal.com, Bandung — Pemerintah Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berharap pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) segera direalisasikan. Pasalnya, lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan seluas sekitar 1.000 meter persegi telah tersedia, bahkan sudah melalui proses geo tagging.
Kepala Desa Sukapura, Ganjar Sukmawibawa, mengatakan lahan tersebut merupakan tanah carik desa yang berada di Jalan Sukapura-Menger, RT 05/RW 02. Lokasi itu dinilai strategis karena berada di jalur utama yang ramai dilalui kendaraan.
“Lahan sudah ada dan tersedia. Malahan sudah di-geo tagging oleh pendamping koperasi maupun pelaksana kegiatan. Kita sudah melakukan pengecekan dan memasang spanduk bahwa lahan carik seluas 1.000 meter ini akan digunakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, termasuk gerai dan lahan parkir,” ujar Ganjar.
Namun, hingga kini pembangunan fisik belum terealisasi. Ganjar menyebut beberapa kali ada pihak yang mengaku sebagai pihak ketiga yang ditunjuk untuk melaksanakan pembangunan KDMP, tetapi belum ada pekerjaan fisik di lokasi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah desa dan pengurus koperasi mempertanyakan kendala yang menyebabkan pembangunan belum dimulai.
Terlebih, dana desa untuk Desa Sukapura disebut telah mengalami pemotongan sejak awal. Dari sebelumnya sekitar Rp1,05 miliar, dana desa yang tersedia kini disebut sekitar Rp373,456 juta.
“Anggaran untuk pembangunan kan kita sudah dipotong dari awal. Kami sampai saat ini, terutama pengurus koperasi, menunggu pembangunan tersebut,” katanya, di kantormya , Rabu, 23 September 2026.
Meski belum memiliki gedung atau gerai sendiri, aktivitas koperasi tetap berjalan. Jumlah anggota Koperasi Desa Merah Putih Sukapura disebut telah mencapai sekitar 100 orang. Untuk sementara, kegiatan koperasi masih memanfaatkan fasilitas desa, termasuk aula.
Ganjar berharap pembangunan gerai segera direalisasikan karena keberadaan tempat usaha yang representatif dinilai dapat meningkatkan semangat pengurus dan anggota dalam mengembangkan koperasi.
“Harapan kita selaku pemerintah Desa Sukapura sama dengan kepengurusan koperasi Desa Merah Putih. Kita ingin segera dibangunkan gerai dan kelengkapan lainnya. Inginnya sebelum 2027 ini gerai sudah mulai dibangun dan bisa beraktivitas,” ujarnya.
Potensi Ekonomi Terbuka
Ganjar menilai Desa Sukapura memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Selain kawasan industri, wilayah Sukapura juga memiliki kawasan pendidikan dengan aktivitas masyarakat yang berlangsung hampir sepanjang hari.
Keberadaan perguruan tinggi menjadi salah satu potensi pasar yang dapat dikembangkan koperasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan masyarakat di sekitarnya.
“Potensinya sangat terbuka untuk Desa Sukapura. Di sini ada kawasan pendidikan, ada universitas, yang secara pergerakan 24 jam tidak berhenti. Itu bisa kita manfaatkan untuk men-support kebutuhan mahasiswa dan mahasiswi yang berada khususnya di wilayah Desa Sukapura,” katanya.
Dengan lokasi gerai yang berada di jalur utama serta berdekatan dengan kawasan industri dan pendidikan, pemerintah desa berharap KDMP dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
Ganjar juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat para pengurus koperasi, termasuk tokoh koperasi di Kabupaten Bandung yang terus mendorong pengembangan koperasi di daerah.
“Beliau cukup semangat. Tinggal kita menunggu realisasi pembangunan KDMP yang ada di wilayah ini,” ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, Koperasi Desa Merah Putih Sukapura juga telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pemerintah desa berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat segera diikuti dengan pembangunan sarana fisik koperasi.
“Harapannya pembangunan koperasi tersebut segera terealisasi agar anggota koperasi semakin semangat dan kegiatan koperasi bisa berjalan. Kami ingin Desa Sukapura lebih maju dan pertumbuhan ekonominya semakin berkembang,” pungkas Ganjar.***Sopandi


















