Dejurnal.com,Cianjur – Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin sulit, seorang organisator kemanusiaan di Kabupaten Cianjur memilih untuk mengesampingkan rasa gengsi demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Dengan modal seadanya,
ia berjualan sate di pinggir jalan.
Pria tersebut adalah Dedev, yang membuka lapak dagangan di Jalan Raya Cianjur-Cipanas, tepatnya di samping SPBU Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Saat ditemui awak media di tempat jualannya, Rabu (8/10/2026), Dedev mengatakan bahwa mencari nafkah merupakan kewajiban setiap orang, terlebih dalam kondisi ekonomi yang saat ini menurutnya sedang tidak stabil.
“Semua orang tentunya menginginkan hal yang sama, yaitu berjuang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Walaupun harus menghadapi berbagai risiko, kita tetap harus berusaha,” kata Dedev.
Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini membuat masyarakat harus bekerja lebih keras. Harga kebutuhan sehari-hari yang semakin tinggi turut membuat daya beli masyarakat menurun.
Dedev mengaku tidak mempermasalahkan harus berjualan sate dengan modal seadanya. Baginya, yang terpenting adalah tetap bekerja secara halal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Buang rasa gengsi. Yang penting kita bekerja dan berusaha. Kami sudah bosan mendengar janji-janji dari pejabat, tetapi buktinya nol besar,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi masyarakat, khususnya mereka yang tengah mengalami kesulitan ekonomi.
Menurut Dedev, pemerintah perlu memperluas lapangan pekerjaan serta memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
“Harapan saya, dari segi perekonomian yang sekarang serba sulit ini, pemerintah lebih memperhatikan dan memberikan solusi bagi masyarakat. Misalnya memperluas lapangan kerja dan memberikan permodalan bagi para pelaku UMKM,” katanya.
Selain persoalan ekonomi, Dedev juga menyoroti masalah pelayanan kesehatan. Ia berharap berbagai program kesehatan dapat lebih mudah diakses masyarakat, terutama warga kurang mampu.
“Di bidang kesehatan juga harus ada kemudahan bagi masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang tidak mampu justru dibuat bingung dengan persoalan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Dedev juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sulitnya masyarakat Cianjur mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, sebagian pencari kerja harus menghadapi mekanisme dan prosedur yang cukup rumit.
Ia bahkan menyoroti adanya biaya administrasi yang menurutnya dibebankan kepada pencari kerja dengan nominal yang cukup besar.
“Saya sebagai masyarakat biasa sangat prihatin ketika masyarakat mencari pekerjaan. Mereka dihadapkan dengan mekanisme dan prosedur yang sangat sulit, ditambah adanya administrasi yang harus dibayar dengan jumlah yang sangat fantastis,” ungkapnya.
Dedev berharap pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga daerah dapat melakukan pembenahan sekaligus menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia juga meminta para wakil rakyat, baik di DPR RI maupun DPRD, agar lebih aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Harapan saya ada pembenahan dalam segala hal dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah. Anggota DPR RI dan DPRD juga harus turut memberikan solusi dan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat,” katanya.
Menurut Dedev, kesejahteraan masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui janji, tetapi harus dibuktikan dengan kebijakan dan program yang nyata.
“Jangan sampai masyarakat hanya diiming-imingi dengan janji yang tidak pasti, apalagi tanpa bukti,” pungkasnya.***DNS


















