Dejurnal.com, JAKARTA SELATAN. Pencegahan stunting dan perlindungan anak membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan, serta dukungan pemerintah. Kesadaran orang tua dalam menjaga kesehatan, menerapkan pola asuh yang tepat, dan menciptakan lingkungan aman menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Bersama Mitra Kerja Tahun 2026 di Theater Bulungan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, S.I.P., M.H.; Plt. Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah dan Sasaran Khusus Kemendukbangga/BKKBN, Farah Adibah, S.IP., M.Si.; serta Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Suku Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Maria Gracia Manurung.
Sosialisasi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, serta pengasuhan anak.
Berbagai aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam pemaparannya, Surya Utama menjelaskan bahwa penguatan pembangunan keluarga dan pengelolaan kependudukan perlu menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
Menurutnya, transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap persoalan kependudukan yang berkaitan erat dengan kualitas keluarga.
Pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.
Kualitas keluarga juga perlu mendapat perhatian karena rumah tangga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk tumbuh, belajar, membentuk karakter, dan mengembangkan potensi diri.
Karena itu, edukasi mengenai perencanaan keluarga dan kesehatan perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Sementara itu, Farah Adibah menegaskan bahwa program Bangga Kencana memiliki cakupan yang luas, mulai dari pengendalian penduduk hingga pelayanan keluarga berencana.
Pelaksanaannya diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan keluarga.
Melalui sinergi pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat, program tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi serta meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan anak.
Edukasi yang berkelanjutan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui program pemerintah, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pencegahan Stunting Dimulai dari Keluarga
Dalam kesempatan yang sama, Maria Gracia Manurung menyoroti pentingnya membangun keluarga yang sehat dan tangguh di tengah dinamika Jakarta yang terus berkembang menuju kota global.
Menurutnya, kualitas keluarga menjadi salah satu fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Upaya tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pencegahan stunting menjadi salah satu perhatian yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, menjaga kesehatan, serta memberikan pengasuhan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang.
Kesadaran mengenai pola konsumsi pangan sehat dan pemenuhan kebutuhan dasar anak juga perlu ditingkatkan.
Dengan dukungan informasi yang tepat, orang tua diharapkan mampu mengambil langkah yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Namun, pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Kondisi psikologis dan keamanan anak juga harus menjadi perhatian dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Diingatkan Peduli terhadap Kekerasan Anak
Selain pencegahan stunting, perlindungan anak dari kekerasan menjadi bagian penting dalam edukasi pembangunan keluarga.
Masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengetahui dugaan kasus.
Kepedulian lingkungan dibutuhkan agar anak dapat tumbuh dalam suasana aman, memperoleh perlindungan, serta memiliki kesempatan berkembang tanpa ancaman kekerasan.
Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah melalui kebijakan serta layanan yang memadai.
Dengan meningkatnya kesadaran bersama, upaya pencegahan diharapkan dapat dilakukan lebih dini sehingga risiko kekerasan dapat dikenali dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Pesan tersebut mempertegas bahwa keluarga berkualitas tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan setiap anggota keluarga.
Kolaborasi Perkuat Pembangunan Keluarga
Kegiatan sosialisasi berlangsung melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB, pembacaan doa, sambutan tuan rumah, hingga penyampaian materi dari para narasumber.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, pengundian doorprize, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta penutupan dan foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pembangunan keluarga sesuai tahapan siklus kehidupan, termasuk perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, pencegahan stunting, dan penerapan pola konsumsi pangan sehat.
Penguatan edukasi keluarga memerlukan kerja sama yang konsisten antara pemerintah, mitra kerja, petugas pelaksana, dan masyarakat.
Dengan demikian, informasi mengenai kesehatan dan perlindungan anak dapat menjangkau lebih banyak keluarga serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, upaya mencegah stunting dan kekerasan terhadap anak merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi penerus.
Keluarga yang sehat, terencana, dan memberikan perlindungan bagi anak menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Nay Sunarti)



















