Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pembukaan Turnamen Bola Voli Ngabuburit ke-12 Tahun 2026, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Bola Voli Dandenpom III/2 Garut, Jalan Veteran, Kecamatan Garut Kota, Selasa (20/1/2026).
Bupati Garut yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Garut bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan pembukaan turnamen tahunan tersebut. Dalam sambutannya, Syakur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan Turnamen Voli Ngabuburit yang telah memasuki tahun ke-12.
Menurutnya, turnamen ini memiliki nilai strategis karena berlangsung secara berkelanjutan dan mampu bertahan melewati berbagai tantangan, termasuk sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
“Ini salah satu kompetisi bola voli yang sangat penting karena sifatnya berkesinambungan. Dulu sempat berhenti karena Covid-19, tetapi alhamdulillah sekarang bisa berjalan kembali dan terus berkembang,” ujar Syakur.
Ia menegaskan bahwa Turnamen Voli Ngabuburit bukan sekadar ajang olahraga musiman, melainkan menjadi sarana penting bagi pengurus PBVSI Kabupaten Garut untuk memantau, menjaring, dan mengidentifikasi potensi atlet-atlet muda berbakat.
“Turnamen ini menjadi wadah pembibitan atlet. Dari sini, kita bisa melihat pemain-pemain potensial yang ke depan akan dibina lebih serius untuk meningkatkan prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional,” jelasnya.

Selain turnamen Ngabuburit, Syakur juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Garut untuk menyelenggarakan Bupati Cup Bola Voli antar desa yang akan digelar di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Program tersebut, kata dia, telah dipersiapkan secara matang, termasuk dari sisi anggaran.
“Dananya sudah kita siapkan, kemarin juga sudah dilaksanakan rapat kerja. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya. Harapannya, suasana dan vibes kompetisi bola voli ini bisa lebih merata dan dirasakan oleh masyarakat di seluruh desa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bupati Garut menekankan bahwa penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Aktivitas turnamen dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi kecil, seperti pedagang, UMKM, dan jasa pendukung lainnya di sekitar lokasi kegiatan.
“Intinya, selain untuk pembibitan atlet, kegiatan seperti ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika aktivitas masyarakat meningkat, maka perputaran ekonomi juga ikut bergerak,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syakur juga menyinggung kesiapan Kabupaten Garut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) di masa mendatang. Ia menyampaikan bahwa pihaknya bersama Ketua KONI Kabupaten Garut telah melakukan presentasi kesiapan dan mendapat respons positif.
“Alhamdulillah kemarin bersama Bu Putri dan Ketua KONI kita sudah presentasi dan diterima. Tinggal menunggu Surat Keputusan (SK)-nya. Kita masih punya waktu sekitar 3 sampai 4 tahun untuk mempersiapkan sarana dan prasarana sesuai kemampuan,” katanya.
Syakur menegaskan bahwa target utama dalam penyelenggaraan Porda nantinya adalah sukses dalam tiga aspek, yakni sukses prestasi, sukses ekonomi, dan sukses penyelenggaraan.
Terkait keterbatasan fasilitas olahraga di Kabupaten Garut, Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan Porda akan dilakukan dengan skema kolaborasi antar daerah.
“Nanti tempat penyelenggaraan akan dibagi-bagi. Kita akan bekerja sama dengan daerah lain seperti Bandung dan Sumedang, karena memang tidak semua fasilitas tersedia di Garut,” tandasnya.***Willy/Deri Acong













