Dejurnal.com, Bandung – Keluarga besar Bani Muhammad Thoyib bin Muhammad Thahir menggelar Reuni atau Tepung Lawung ke 33 digelar di kediaman salah satu putra M Thoyib di Desa Sadu, Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung , Minggu 22 Maret 2026.
Dari masih lengkap 8 orang putra Muhammad Thoyib sampai sekarang tingga seorang yang masih hidup, Reuni tak pernah jeda dilaksanakan H+ 1, 2 Idul Fitri. Peserta Reuni Bani M Thoyib yang jumlahnya mencapai ratusan ini merupakan anak, mantu, cucu, dan cicit M. Thoyib.
Salah satu panitia, Agung (cucu M Thoyib, anak dari putra ke 7 M. Thoyib ( Sukanda) menyampaikan terima kasih kepada sesepuh yang menginisiasi diadakannya silaturahmi sehingga sudah berlangsung 33 tahun.
Selain menyampaika terima kasih kepada yang sudah meninggal dan menyampaikan doa untuk mereka, Agung juga berterima kasih kepada yang masih hidup di antara 8 putra M Thoyib yakni Iya Wibisana.
Acara Reuni diisi dengan penyampaian silsilah keluarga, pemberian cinderamata Kadeudeuh kepada putra M Thoyib yang masih hidup, tausiah, dan dorprize.
Yana Sumarna menyampaikan silsilah keturunan M Thoyib. Ia berharap reuni janga berhenti, dikanjut oleh generasi seterusnya.
Reuni M Thoyib digelar pertama kali tahun 1994, ketika para putra M Thoyib masih lengkap, kini hanya menyisakan 1 putra yakni Iya Wibisana putra yang ke 7 M.Thoyib. Reuni yang sekarang didominasi hen z.
M Wawan membacakan silsilah keluarga dari anak pertama M Thoyib yaitu Oen Ependi yang berdomisili di Sayati Hilir. Oeun Ependi memiliki istri Imas Nana, setelah istrinya meninggal memiliki istri Ma Enah, dan memiliki 16 anak.
Ke 8 Putra M.Thoyib
1. Oen Ependi dan istri Imas Mana+ Ma Enah , memiliki 16 anak domisili di Kp Sayati Hilir, Desa Sayati Kecamatan Margahayu.
2. Sharoni+ Iti memilik 1 anak
3. Dewi+ Idir memiliki 8 anak
4. Hasan Waroi + Euis Juariah memiliki 9 anak
5.Entim Hotimah+ Oking= memiliki 9 anak
6. Iya Wibisana+ Yuyu .S+ Nani. D= memiliki 9 anak
7. Sukanda+ Sumiati= memiliki 8 anak
9. Syarif Hidayat + Iroh R+ N Susilawati= memiliki 7 anak .
Ustad Awan Patriswana yang juga bagian dari keluarga Bani Thoyib dari Desa Sayati, Kecamatan Margahayu menyampaikan tausiah tentang keistimewaan Ramadhan dan keutamaan silaturahmi.
Awan menyampaikan bunyi sebuah hadits bahwa di akhir Ramadhan langit, bumi dan para malaikat, menangis karena terjadi musibah yang esar bagi umat Muhammad ketika Romadhon pergi.
Hadits (Riwayat Jabir RA):
عن جابر عن النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال: ” إذا كان آخر ليلة من رمضان بكت السموات والأرض والملائكة مصيبة لأمة محمد عليه الصلاة والسلام، قيل يا رسول الله أي مصيبة هي؟ قال عليه الصلاة والسلام: ذهاب رمضان، فإن الدعوات فيه مستجابة والصدقات مقبولة والحسنات مضاعفة والعذاب مدفوع.”
Artinya: Dari Jabir, dari Nabi, beliau bersabda: “Apabila malam terakhir bulan Ramadhan, langit, bumi, dan para malaikat menangis sebagai musibah bagi umat Nabi Muhammad.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, musibah apakah itu?” Rasulullah menjawab, “Perginya Ramadhan, karena doa-doa di dalamnya dikabulkan, sedekah diterima, pahala dilipatgandakan, dan azab ditahan.”
Awan juga menyampaikan bahwa, setelah menjalani puasa Ramadhan dan diakhiri idul Fitri, kelaluarga M Thoyib mengadakan Reuni yang tke 33 tahun. Reuni ini kata Awan sebagai wujud silaturahmi. Karena dengan silaturahmi akan dipanjangkan umur dan diluaskan rejeki.
Sebagaimana buji hadits riwayat Bukhari dan Muslim: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari no. 5985 & Muslim).
Maka pada Ahad 22 Maret Silaturahmi Keluarga M Thoyib diberi tema ” Nambungkeun Silaturahmi Pasti Bakal Manjangkeun Rejeki.” ***Sopandi
















