CIAMIS, deJurnal,- Momentum Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya, untuk menegaskan kebijakan efisiensi anggaran di tengah defisit APBD dengan memangkas kegiatan seremonial dan memprioritaskan pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis di Aula Setda, Kamis (2/4/2026).
Herdiat mengungkapkan, kondisi keuangan daerah saat ini tidak dalam keadaan ideal.
Defisit anggaran serta imbauan pemerintah pusat untuk menahan kegiatan seremonial menjadi dasar kebijakan efisiensi yang diterapkan.
“APBD kita tidak sedang baik-baik saja. Karena itu, kegiatan yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat kita kurangi,” ujarnya.
Ia menuturkan efisiensi dilakukan dengan memangkas belanja perjalanan dinas dan kegiatan non-prioritas lainnya. Anggaran yang tersedia difokuskan sepenuhnya untuk menjaga kualitas pelayanan publik.
“Prioritas kita jelas, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Menurutnya, pelayanan tidak selalu identik dengan besarnya anggaran. Kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat kondisi sulit, memiliki dampak besar.
“Ketika masyarakat membutuhkan, hadir saja sudah sangat berarti. Jangan sampai karena keterbatasan anggaran, kita tidak turun ke lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, Herdiat membahas kuatnya budaya gotong royong masyarakat Ciamis yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai keterbatasan.
“Gotong royong masyarakat Ciamis sangat kuat. Banyak kegiatan tetap berjalan meski tanpa bantuan pemerintah,” ungkapnya.
Ia mencontohkan program bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang secara nominal terbatas, namun hasilnya dapat meningkat berkat partisipasi masyarakat.
“Dengan kebersamaan, nilai bantuan yang terbatas bisa berkembang lebih besar,” tambahnya.
Terkait upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Herdiat menyebutkan bahwa opsi menaikkan pajak tidak menjadi pilihan utama karena berpotensi membebani masyarakat.
“Kita tidak ingin kebijakan justru membebani masyarakat dan merusak semangat gotong royong,” jelasnya.
Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran ASN Pemkab Ciamis yang tetap menunjukkan kinerja baik di tengah keterbatasan anggaran.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi bapak ibu semua. Tetap semangat dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. (Nay Sunarti)














