• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

DKGG Terima Kunker Pansus DPRD Jawa Barat, Bahas Raperda Provinsi Jabar Tentang Pemajuan Kebudayaan

bydejurnalcom
Kamis, 16 April 2026
Reading Time: 2 mins read
DKGG Terima Kunker Pansus DPRD Jawa Barat, Bahas Raperda Provinsi Jabar Tentang Pemajuan Kebudayaan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKGG) menerima kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Jawa Barat terkait Rakerda Pemajuan Kebudayaan. Kedatangan rombongan diterima dengan hangat di Aula DPM-PTS Kabupaten Garut, Kamis (16/04/2026).

Rombongan Pansus DPRD Jabar dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Ihab Sihabudin, didampingi oleh anggota lainnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat beserta perwakilan Disparbud Kabupaten Garut, serta jajaran pengurus DKGG.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DKGG, Kang Jiwan, menyampaikan sejumlah masukan strategis. Ia menekankan pentingnya landasan hukum yang kuat, di mana penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mesti didasari dari Peraturan Pemerintah tentang Kebudayaan (PPKD) serta memuat pokok pikiran kebudayaan daerah tingkat kabupaten dan kota. Hal ini dilakukan agar aturan tersebut nantinya mampu mengakomodir seluruh kepentingan dan karakteristik kebudayaan yang ada di setiap daerah secara menyeluruh.

BacaJuga :

Presiden Kabulkan Usulan Bupati Bandung, Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus

BAZNAS Ciamis Bawa Model Kampung Zakat ke Rakornas 2026

Rakornas V Dewan Pendidikan se-Indonesia di Garut Resmi Ditutup, Asep Nurjaman Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Lebih jauh, Kang Jiwan mendorong Pemerintah Kabupaten Garut agar segera memiliki Perda Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya, pengembangan kebudayaan memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang unggul dan berbasis budaya.

“Kebudayaan ini merupakan ornamen penting dalam semua sudut kegiatan, terlebih pariwisata. Jika tanpa nilai budaya, bagaikan air di daun talas, sekali datang membias tanpa bekas. Berbeda dengan yang mengedepankan budaya, sekali datang pasti terkenang dan ingin kembali untuk mengenang,” ujar Kang Jiwan.

Soroti Anggaran dan Fasilitas yang Minim

Ketua DKGG juga menyoroti kondisi pembangunan kebudayaan di Garut yang dinilai masih sangat memprihatinkan. Ia menilai, jangankan memiliki payung hukum berupa Perda, alokasi anggaran untuk kebudayaan saja dinilai sangat minim atau nyaris tidak ada.

“Sangat miris di Kabupaten Garut, jangankan untuk Perda pemajuan kebudayaan, untuk anggaran kebudayaan saja sangat jompang, nyaris tidak ada. Ini perlu perhatian khusus,” tuturnya.

Selain anggaran, pihaknya juga menyoroti belum tersedianya fasilitas dasar seperti kantor yang layak bagi lembaga kebudayaan. Padahal, DKGG telah berkiprah selama 8 tahun namun belum mendapatkan fasilitasi yang memadai dari pemerintah.

“Ini harus menjadi catatan bagi DPRD Provinsi dalam pembahasan Raperda, agar bisa mendorong secara politik anggran dari propinsi ke pemerintah kabupaten/kota khususnya Garut, agar lembaga dewan kebudayaan bisa mendapatkan haknya dalam fasilitas yang mendasar, termasuk anggaran tiap tahunnya,” tegasnya.

Contoh Sukses Daerah Lain

Sebagai perbandingan, Kang Jiwan mencontohkan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berhasil membangun daerahnya berbasis kearifan lokal dan budaya. Bahkan, Kabupaten Bekasi melalui kolaborasi yang apik sektor seni budaya disebutkan mampu menyumbangkan PAD hingga ratusan miliar rupiah dari sektor kebudayaan.

“Sudah jelas teruji. Maka dari itu, DKGG tidak salah jika melakukan studi banding ke daerah yang telah sukses menyumbangkan PAD dari sektor kebudayaan,” ungkapnya. Tapi itu mustahil terjadi jangankan ditengah efesiensi. Sekarang dahulu saja ya begitu begitu saja. Jangan heran garut ketinggalan dan masih menjadi daerah tertinggal. Karena salah satunya masih memandang sebelah mata tentang kebudayaan.

Di akhir sambutannya, Kang Jiwan berharap pemerintah tidak hanya menjadikan lembaga kebudayaan sebagai pelengkap atau pajangan semata, melainkan sebagai mitra strategis.

“Pemerintah harus mengambil langkah kongkrit melibatkan sektor masyarakat dan lembaga kebudayaan sebagai mitra strategis, jangan hanya dijadikan pelengkap saja. Obatnya tak lebih, pemerintah wajib konsisten mengupayakan kebudayaan, diawali dengan penganggaran yang baik,” pungkas Kang Jiwan.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

GTRA Garut Gelar Rakor, Percepatan Redistribusi dan Penyelesaian Konflik Agraria

Next Post

Kejari Purwakarta Buka Kembali Kasus Gratifikasi Mobil Mewah, Sejumlah Saksi mulai dipanggil

Related Posts

53 Sertifikat Tanah PTSL Dibagikan kepada  Warga Cilame KBB, Dede Yusuf : Beri  Kepastian Hukum
deNews

53 Sertifikat Tanah PTSL Dibagikan kepada Warga Cilame KBB, Dede Yusuf : Beri Kepastian Hukum

Jumat, 16 Oktober 2026
Kuota Panti Lansia di Garut Stagnan Lima Tahun, Dinsos Siapkan Langkah Tindak Lanjut
deNews

Kuota Panti Lansia di Garut Stagnan Lima Tahun, Dinsos Siapkan Langkah Tindak Lanjut

Jumat, 16 Oktober 2026
KI Jabar Sambangi Ciamis, Omni Channel Jadi Andalan
deNews

KI Jabar Sambangi Ciamis, Omni Channel Jadi Andalan

Jumat, 16 Oktober 2026
Presiden Kabulkan Usulan Bupati Bandung, Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus
deNews

Presiden Kabulkan Usulan Bupati Bandung, Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus

Jumat, 16 Oktober 2026
BAZNAS Ciamis Bawa Model Kampung Zakat ke Rakornas 2026
deNews

BAZNAS Ciamis Bawa Model Kampung Zakat ke Rakornas 2026

Jumat, 16 Oktober 2026
Rakornas V Dewan Pendidikan se-Indonesia di Garut Resmi Ditutup, Asep Nurjaman Apresiasi Dukungan Semua Pihak
deNews

Rakornas V Dewan Pendidikan se-Indonesia di Garut Resmi Ditutup, Asep Nurjaman Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Kamis, 15 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

KabarDaerah

KOK Serta KNPI Kabandungan Persiapkan Atlet Hadapi Porkab Sukabumi 2020

Kamis, 3 September 2020
Ketua GIPS, Ade Sudrajat

GIPS Ingatkan Revisi RTRW Garut Jangan Dijadikan Celah Melegalkan Pelanggaran Tata Ruang

Senin, 15 Desember 2025

Gelar Pesona Budaya, Bupati Garut : Ciri Khas dan Keunggulan Suatu Masyarakat

Sabtu, 22 November 2025
Foto : ist/ STNK dari warga Sukaregang yang kehilangan BPKB

Berita Kehilangan BPKB Roda Dua Irfan Warga Sukaregang

Senin, 13 Januari 2025

Gaji PNS Purwakarta Dipotong : Aparat penegak hukum diminta Selidiki Masalah

Minggu, 19 Juni 2016

Bupati Purwakarta Alokasikan DID untuk Pemulihan Ekonomi Dan Kesehatan

Selasa, 22 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste