CIAMIS, deJurnal,- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan “Gebyar Bayar Pajak Digital” secara langsung di kawasan Alun-Alun Ciamis, tepatnya di Amfi Foodcourt, Sabtu (17/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi strategi jemput bola untuk mendekatkan layanan pembayaran pajak kepada masyarakat, sekaligus mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Kepala Bapenda Ciamis, Dr. Aef Saefuloh, menyampaikan pemilihan lokasi Alun-Alun bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat, terutama pada akhir pekan.
“Kami sengaja hadir di Alun-Alun Ciamis karena ini titik kumpul masyarakat. Jadi warga tidak perlu datang ke kantor, justru kami yang mendekat ke masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bapenda membuka booth pelayanan yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai layanan secara langsung, mulai dari konsultasi pajak, pengecekan data, hingga pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Wajib pajak cukup membawa atau mengetahui Nomor Objek Pajak (NOP), kemudian dapat langsung melakukan pembayaran melalui sistem digital seperti QRIS, Virtual Account (VA), maupun aplikasi perbankan.
“Pelayanan di ruang terbuka ini menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja,” tegasnya.
Menariknya, kegiatan tidak digelar secara formal, melainkan dikemas bersama event komunitas “QR Studio Music On The Street” yang rutin digelar setiap Sabtu di kawasan tersebut.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan menarik minat masyarakat agar lebih terbuka terhadap edukasi pajak.
“Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi edukasi yang dikemas santai. Sambil menikmati hiburan, masyarakat juga bisa langsung bayar pajak,” kata Aef.
Melalui kegiatan di Alun-Alun kata Aef, Bapenda juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem pembayaran non-tunai.
Menurutnya selain lebih praktis, sistem digital dinilai mampu meningkatkan transparansi karena seluruh transaksi tercatat langsung di sistem perbankan dan masuk ke kas daerah.
“Dengan pembayaran digital, kami tidak lagi memegang uang secara langsung. Ini penting untuk mencegah potensi kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas,” tegasnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Bapenda Ciamis berencana menggelar kegiatan serupa di berbagai kecamatan.
Konsep pelayanan di ruang publik akan terus dikembangkan dengan menggandeng komunitas lokal agar edukasi pajak semakin luas dan merata.
“Ke depan tidak hanya di Alun-Alun, tapi juga akan kami bawa ke kecamatan-kecamatan. Prinsipnya kami ingin layanan semakin dekat dengan masyarakat,” kata Aef.
Melalui kegiatan ini, Aef berharap kesadaran masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat. Digitalisasi yang didorong melalui kegiatan langsung di Alun-Alun juga diharapkan mampu memperkuat PAD sekaligus menciptakan sistem keuangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Sementara itu pantauan di lapangan terlihat banyak warga yang memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi sekaligus menunaikan kewajiban pajaknya.

Salah satunya Rila, warga Perum PIP Cijantung, yang mengaku terbantu dengan adanya layanan di Alun-Alun.
“Lebih mudah karena sekalian jalan-jalan bisa langsung bayar pajak. Apalagi di hari libur, jadi tidak mengganggu aktivitas kerja,” ujarnya.
Ia mengaku mengetahui kegiatan 3 hari sebelumnya dari medsos, dan berharap kegiatan serupa sering diadakan agar masyarakat semakin sadar bayar pajak. (Nay Sunarti)















