Dejurnal.com, Bandung – Ada yang menuding pihak SDN Sekarwangi Soreang Kabupaten Bandung, diduga “memainkan” proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tudingan itu karena pihak SDN Sekarwangi tidak bisa menjelaskan alasan kenapa MBG tidak diberikan kepada sejumlah kurang lebih 500 siswanya saat libur sekolah.
Padahal, menurut sumber saat pembagian rapor sebelum libur para siswa sudah berkumpul untuk menerima MBG karena ada kabar MBG akan diberikan, namun ketika tidak kunjung tiba akhirnya seorang guru menkonfirmasi kepada Kepala Sekolah dan mendapat jawaban bahwa MBG didonasikan kepada korban bencana di Aceh.
Menurut sumber, jika didonasikan ke korban bencana Aceh, logikanya tidak mungkin berbentuk makanan, sehingga sumber menduga MBG jadi bentuk uang. Selama libur jika 1 porsi MBG dihargai Rp 15.000x 500 sisaw = Rp 7.500.000X 15 hari libur= Rp 112.500.000.
Saat dikonfirmasikan hal ini, Kamis 30 April 2026
Kepala SDN Sekarwangi Hj. Juariah, S.Pd.,M.M tidak berkomentar apa-apa. Ia menyarankan untuk mengkonfirmasikan langsung ke SPPG Cingcin, karena saat itu SDN Sekarwangi masih dari SPPG Cingcin sebelum pindah ke SPPG Parungserab sekarang
Pengelola SPPG Cingcin, Topam Megantara melalui sambungan WA yang nomernya diberikan oleh Kapela SDN Sekarwangi kepada Dejurnal.com mengaku pihaknya tidak mendistribusikan MBG selama libur, karena pihak sekolah menyurati, bahwa selama libur itu tidak ada guru yang menerima di sekolah. Topan membantah tuduhan bahwa SPPG-nya melakukan seperti apa yang didugakan.
“Tidak benar informasi tersebut,” katanya, Kamis 30 April 2026.* di
















