CIAMIS, deJurnal,- Di tengah keterbatasan waktu dan padatnya aktivitas mengajar, tim paduan suara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis justru membuat kejutan di tingkat Jawa Barat.
Hanya dengan waktu latihan efektif selama enam hari, mereka sukses menembus babak final ajang bergengsi Puspa Swara Wanoja Sunda 2026.
Capaian tersebut menjadi sorotan dalam kompetisi seni suara perempuan Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (6/5/2026).
Tim PGRI Ciamis tampil bersaing dengan berbagai organisasi perempuan dari wilayah Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran hingga Ciamis sendiri. Peserta berasal dari unsur PGRI, TP PKK, Bhayangkari, dan Persit.
Di tengah persaingan ketat dan dominasi peserta yang telah lama mempersiapkan diri, tim PGRI Ciamis justru mampu menembus jajaran 10 besar terbaik Jawa Barat.
Yang membuat capaian itu terasa istimewa, persiapan mereka terbilang sangat singkat.
Kabid Seni dan Budaya PGRI Ciamis, ,Elis Susilawati, S.Pd, mengungkapkan keputusan mengikuti lomba baru diambil mendekati pelaksanaan kegiatan. Setelah tim dibentuk, para peserta hanya memiliki waktu latihan efektif selama enam hari.
“Jujur, ini di luar dugaan kami. Dari awal pembentukan tim sampai tampil itu sangat singkat. Latihan efektif kami benar-benar hanya enam hari,” ujarnya saat ditemui di Wisma PGRI Jumat (08/05/2026)
Menurut Elis, awalnya PGRI Ciamis bahkan tidak berencana ikut dalam kompetisi tersebut. Namun setelah ada dorongan dan kesepakatan dari pengurus, tim langsung dibentuk secara cepat.
Dalam waktu kurang dari dua pekan, proses penunjukan anggota, penyesuaian suara, pembagian vokal hingga latihan intensif harus dilakukan secara maraton.
“Begitu diputuskan ikut, kami langsung bergerak. Anak-anak luar biasa disiplin. Mereka mengajar dulu sebagai ASN, setelah itu baru latihan sampai sore bahkan malam,” katanya.
Ia mengaku sempat pesimistis dengan waktu yang sangat terbatas. Namun optimisme para peserta dan dukungan pelatih perlahan membangun kepercayaan diri tim.
“Ketika mereka bilang, ‘Bu, kita pasti masuk,’ di situ semangatnya muncul. Akhirnya semua latihan total, kompak dan saling menguatkan,” ucapnya.
Penampilan harmonis tim PGRI Ciamis akhirnya berhasil memikat dewan juri. Harmonisasi vokal, kekompakan hingga penghayatan lagu menjadi kekuatan utama yang mengantarkan mereka ke babak final.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Drs. Edi Rusyana, M.Pd yang akrab disapa Apih Edi menyebut keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi lomba, melainkan bukti bahwa para guru mampu hadir sebagai bagian dari pelestari budaya Sunda.
“Ini kebanggaan besar bagi kami. Guru bukan hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga ikut menjaga seni dan budaya daerah,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi awal lahirnya tim paduan suara PGRI yang lebih solid dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
Ajang Puspa Swara Wanoja Sunda sendiri merupakan kompetisi seni suara perempuan Sunda tingkat Jawa Barat yang menjadi ruang ekspresi sekaligus pelestarian budaya lokal melalui harmonisasi musik dan kebersamaan antar organisasi perempuan. (Nay Sunarti)
















