CIAMIS, deJurnal,- Suasana religius dan semangat kompetisi mewarnai pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digelar di Kompleks SDN 1 Cijeungjing dan TK Pembina, Sabtu (9/5/2026).
Sebanyak 680 peserta dari berbagai SD se-Kabupaten Ciamis ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut. Mereka mengikuti beragam perlombaan bernuansa Islami mulai dari cerdas cermat PAI, dai cilik, Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), kaligrafi, praktik salat berjamaah, adzan hingga qosidah rebana.
Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharram Ahmad Jazuli. Dalam sambutannya, ia menegaskan Pentas PAI tidak boleh dimaknai sebatas perlombaan mencari kemenangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan karakter sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda di tengah derasnya perkembangan era digital.
“Pentas PAI bukan hanya tentang kemampuan atau mencari juara. Yang lebih penting adalah membentuk generasi yang berakhlak, disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa sosial,” ujarnya.
Ia mengatakan anak-anak yang tampil dalam Pentas PAI sejatinya sedang belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, sportivitas, hingga keberanian tampil di depan publik.
Muharram juga meminta seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa tekanan berlebihan terhadap hasil akhir perlombaan.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang penting anak-anak berani tampil, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Ciamis, Agus Abdullah, menilai Pentas PAI harus menjadi media dakwah melalui prestasi dan pembentukan pola pikir positif bagi anak-anak.
Ia menekankan pentingnya membangun growth mindset atau pola pikir bertumbuh pada peserta didik, sehingga anak tidak hanya didorong mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati proses belajar dan pengembangan diri.
“Misi kita bukan sekadar mencari wakil ke tingkat provinsi, tetapi bagaimana kegiatan ini menjadi bagian dari dakwah dan pembinaan karakter anak,” ujarnya.
Menurut Agus guru dan pembimbing memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan anak tanpa membebani mereka dengan target berlebihan.
“Anak-anak itu sedang bertumbuh. Tugas kita membimbing prosesnya agar mereka berkembang secara alami dan tetap menjadikan semua ini sebagai bagian dari ibadah,” katanya.
Ketua panitia pelaksana, Ana Suryana, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar guru PAI dan siswa di Kabupaten Ciamis.
Selain sebagai ajang evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam, Pentas PAI juga diproyeksikan untuk menyiapkan kontingen terbaik Kabupaten Ciamis menuju Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat di Bekasi pada Juni 2026 mendatang.
“Juara pertama dari setiap cabang lomba nantinya akan mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat Jawa Barat,” ujarnya.
Ia berharap Pentas PAI mampu melahirkan generasi muda yang religius, berprestasi, dan memiliki karakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.(Nay Sunarti)
















