Dejurnal.com, GARUT – Sebuah yayasan panti asuhan Ittihadul ummat Yasabira yang beralamat di Jln.Galumpit RT 05 RW 01 Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi anak-anak binaan melalui program pendidikan, pembinaan sosial, hingga pendampingan keluarga. Yayasan yang berdiri sejak tahun 1993 tersebut hingga kini masih aktif menjalankan berbagai program kesejahteraan sosial.
Kepala Panti Asuhan, Riyad M. Ihsan, menjelaskan, awal mula berdirinya lembaga tersebut berangkat dari kepedulian terhadap pendidikan beberapa anak yang membutuhkan perhatian dan pembinaan. Dari sebuah kebetulan dan rekomendasi berbagai pihak, yayasan kemudian berkembang menjadi lembaga sosial yang tetap eksis hingga sekarang.
“Awalnya dari pendidikan beberapa anak, kemudian ada rekomendasi dari rekan-rekan dan akhirnya berdirilah panti asuhan ini. Alhamdulillah sampai hari ini masih berjalan,” ujar Riyad kepada awak media Dejurnal.com , Sabtu (9/5/2026).
Riyad mengatakan, saat ini yayasan membina sekitar 35 anak. Jumlah tersebut sengaja dibatasi menyesuaikan kapasitas lembaga dalam memberikan pelayanan maksimal kepada anak-anak binaan.
“Kenapa jumlahnya sedikit? Karena kami melihat batas kapasitas agar pembinaan bisa lebih optimal,” katanya.
Yayasan tersebut juga menegaskan bahwa fokus utama mereka bukan sekadar menampung anak, melainkan membantu mengembalikan fungsi keluarga sebagai tempat terbaik bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, lembaga lebih mengedepankan konsep rumah singgah dan pembinaan keluarga.
“Kami menyadari bahwa tempat terbaik bagi anak adalah keluarga. Maka ke depan lembaga ini lebih diarahkan agar anak bisa kembali bersama keluarganya,” tambahnya.
Dalam bidang pendidikan, yayasan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih sekolah sesuai potensi masing-masing, baik sekolah negeri maupun swasta. Selama ini, proses pendidikan anak berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Selain itu, kata Riyad, yayasan juga telah memiliki legalitas, izin operasional, serta akreditasi kelayakan sehingga dipercaya masyarakat dan para donatur dalam menyalurkan bantuan sosial.
“Kepercayaan donatur itu hadir karena ada izin dan rekomendasi sosial yang jelas. Kami juga terus kooperatif dengan pemerintah dalam menjalankan program-program sosial,” jelasnya.
Meski belum mendapatkan bantuan rutin yang besar dari pemerintah, yayasan mengaku tetap bersyukur karena masih banyak dukungan dari masyarakat, komunitas sosial, maupun donatur pribadi yang memberikan sedekah secara sukarela.
Pihak yayasan berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat terus meningkatkan pendampingan dan pembinaan terhadap lembaga kesejahteraan sosial anak agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan yang paling diharapkan juga dibutuhkan oleh yayasan panti asuhan kami sangat berharap ada donatur atau siapa saja yang peduli ke panti asuhan kami, karena kami sangat membutuhkan kendaraan operasional untuk di panti asuhan kami, semoga saja ada yang peduli.
“Kami berharap pendampingan dari pemerintah terus ditingkatkan, terutama dalam pembinaan dan pelayanan sosial untuk anak-anak,” pungkasnya. ***Deri Acong















