• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dari Garut untuk Indonesia: Pemuda Tani Indonesia Siap Wujudkan Petani Maju, Makmur, dan Intelek

bydejurnalcom
Sabtu, 30 Mei 2026
Reading Time: 4 mins read
Dari Garut untuk Indonesia: Pemuda Tani Indonesia Siap Wujudkan Petani Maju, Makmur, dan Intelek
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Semangat persatuan, kolaborasi, dan tekad untuk memajukan sektor pertanian menjadi warna utama dalam kegiatan silaturahmi Pemuda Tani Indonesia (PTI) DPC Kabupaten Garut yang berlangsung di kediaman Dewan Pembina, Dede Kusdinar, S.E, Sabtu(30/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PTI, anggota pemuda tani, serta rekan-rekan dari organisasi Petani Merdeka yang memiliki visi serupa dalam membangun masa depan pertanian Indonesia yang lebih modern dan berdaya saing.

Silaturahmi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC PTI Kabupaten Garut, H. Muhammad Rian, tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga menjadi forum diskusi strategis untuk merumuskan langkah nyata dalam menciptakan generasi petani masa depan yang lebih profesional, mandiri, dan berwawasan luas.

BacaJuga :

Bunda PAUD Garut Tekankan Pentingnya Pengembangan Anak Usia Dini secara Holistik Integratif

Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih

Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis

Mengusung tema “Petani Muda Masa Depan Bangsa”, seluruh peserta sepakat bahwa kemajuan sektor pertanian hanya dapat diwujudkan melalui tiga pilar utama, yaitu Pertanian Maju, Petani Makmur, dan Petani Intelek.

Pertanian Maju: Menguasai Teknologi, Bukan Takluk pada Cuaca

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa petani masa kini tidak boleh lagi hanya bergantung pada kondisi alam dan menjadi korban perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Petani modern harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas.

Konsep petani maju adalah petani yang mampu membaca data cuaca, memahami pola curah hujan, memanfaatkan teknologi pertanian modern, menggunakan bibit unggul, serta menerapkan pupuk organik yang ramah lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan iklim, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Menurut peserta forum, kemajuan teknologi pertanian saat ini telah membuka banyak peluang bagi petani untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Penggunaan alat pertanian modern, sistem irigasi yang lebih baik, hingga teknologi digital dalam pengelolaan lahan menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian menuju sektor yang lebih maju dan kompetitif.

Petani Makmur: Menjadi Bos di Lahan Sendiri

Selain kemajuan teknologi, kesejahteraan petani menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut. Selama ini masih banyak petani yang bekerja keras di lahan pertanian, namun keuntungan terbesar justru dinikmati oleh pihak lain karena ketergantungan terhadap tengkulak dan lemahnya akses pasar.

PTI Garut menilai bahwa petani harus mampu memutus mata rantai ketergantungan tersebut melalui penguatan kelembagaan ekonomi seperti koperasi dan kelompok tani yang solid, profesional, serta terintegrasi dalam gagasan dan gerakan bersama.

Petani juga didorong untuk memiliki akses terhadap berbagai program pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian, fasilitas penyimpanan hasil panen atau cold storage, hingga akses pemasaran langsung ke pasar modern, industri pengolahan, dan bahkan pasar ekspor.

Lebih dari itu, petani harus memahami aspek bisnis pertanian, termasuk menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), menentukan margin keuntungan yang wajar, serta menyusun strategi pemasaran yang menguntungkan.

Dengan demikian, petani tidak lagi diposisikan sebagai pekerja yang hanya menanam dan memanen, melainkan menjadi pengusaha agribisnis yang mampu mengendalikan rantai produksi hingga pemasaran.

“Petani harus menjadi bos di lahan sendiri, bukan sekadar pekerja yang hasil kerjanya ditentukan oleh pihak lain,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Petani Intelek: Otak Setajam Cangkul

Pilar ketiga yang menjadi fokus PTI Garut adalah menciptakan petani intelek, yaitu petani yang tidak hanya terampil mengolah lahan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, wawasan luas, dan literasi yang kuat.

Petani intelek adalah mereka yang aktif membaca jurnal pertanian, mengikuti pelatihan dan seminar, memahami Good Agricultural Practices (GAP), memperoleh sertifikasi organik, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pembelajaran berkelanjutan.

Dalam gagasan yang berkembang pada forum tersebut, PTI bahkan mendorong lahirnya konsep Sekolah Tani sebagai wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di Kabupaten Garut.

Petani masa depan harus mampu menyusun laporan keuangan usaha tani, melakukan negosiasi kontrak kerja sama, memahami strategi pemasaran digital melalui marketplace, hingga membangun merek atau brand produk pertanian sendiri.

Sebagai contoh, petani tidak hanya menjual hasil panen berupa gabah atau kopi mentah, tetapi mampu menghadirkan produk dengan identitas yang kuat seperti Beras Organik PTI atau Kopi Petani Muda Garut yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.

Ketua DPC PTI Kabupaten Garut, H. Muhammad Rian, menegaskan bahwa profesi petani saat ini membutuhkan kemampuan yang kompleks.

“Petani bukan lagi pekerjaan yang dianggap sederhana. Seorang petani harus memiliki kemampuan sebagai analis, manajer, sekaligus teknisi yang memahami berbagai persoalan pertanian. Karena itu kita harus bangga menjadi petani,” ungkapnya.

Silaturahmi Menjadi Titik Awal Perubahan

Dalam suasana yang penuh keakraban, para peserta juga berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Mulai dari masalah gagal panen, serangan hama, fluktuasi harga komoditas, penggunaan alat pertanian modern, hingga isu pencemaran lingkungan yang berdampak terhadap produktivitas lahan.

Diskusi yang berlangsung terbuka tersebut menunjukkan bahwa solusi atas berbagai persoalan pertanian sering kali lahir dari komunikasi dan kolaborasi antarpetani.
Silaturahmi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta strategi untuk menghadapi berbagai tantangan pertanian yang semakin kompleks.

PTI Garut Tegaskan Komitmen Menjadi Agen Perubahan
Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PTI Kabupaten Garut, H. Muhammad Rian, menegaskan bahwa pemuda tani harus berani mengambil peran sebagai agen perubahan di sektor pertanian.

“Petani muda harus berani menjadi agen perubahan. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di lahan sendiri. Saatnya menguasai teknologi, menguasai pasar, dan menguasai ilmu pengetahuan. Itulah satu-satunya jalan agar pertanian kita menjadi bonafide dan mampu bersaing,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pembina PTI Kabupaten Garut, Dede Kusdinar, S.E., menekankan pentingnya membangun gerakan bersama yang dimulai dari tingkat desa.

“Dari Garut, kita buktikan bahwa petani bisa menjadi bonafide. Maju dalam teknologi, makmur secara ekonomi, dan intelek dalam cara berpikir. Silaturahmi hari ini adalah titik awal gerakan besar. Kita wujudkan ketahanan pangan dari desa, oleh pemuda tani, untuk Indonesia,” ujarnya.

Membangun Mindset Baru Petani Indonesia

Kegiatan tersebut ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk terus belajar, berbagi ilmu, memperkuat jaringan, dan saling mendukung dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju.
Para peserta meyakini bahwa petani yang kuat, cerdas, inovatif, dan berani mengambil langkah perubahan merupakan fondasi utama bagi ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesimpulan forum, ditegaskan bahwa Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan lahan pertanian. Yang masih perlu diperkuat adalah sumber daya manusia yang berani berinovasi, berpikir maju, dan menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.

Sudah saatnya mengubah paradigma lama bahwa petani identik dengan pekerjaan kotor dan tertinggal. Sebaliknya, petani harus dipandang sebagai profesi strategis yang mampu menciptakan kesejahteraan dan menjadi penggerak pembangunan bangsa.

“Dari tangan yang kotor karena bekerja di sawah dan ladang, kami ingin menjadi bos di negeri sendiri.”
Semangat itulah yang kini diusung oleh Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Garut. Sebab bagi mereka, petani maju, makmur, dan intelek bukan sekadar slogan atau jargon organisasi, melainkan pekerjaan rumah bersama yang harus diwujudkan mulai dari silaturahmi, aksi nyata, hingga lahirnya generasi petani modern Indonesia.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ngonten di Pontren Miftahul Jaza Cangkuang Bupati Bandung: Pesantren Jangan Hanya Mengandalkan Sumbangan

Next Post

Pengurus Asgar Jaya Komisariat Kabupaten Garut Periode 2026-2029 Dikukuhkan

Related Posts

Revitalisasi 192 Sekolah di Kabupaten Bandung Didukung Anggaran Rp137 Miliar
deNews

Revitalisasi 192 Sekolah di Kabupaten Bandung Didukung Anggaran Rp137 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Kabupaten Sukabumi Tegaskan, Aksioma Bangun Karakter Disiplin Tangguh Percaya Diri Dan Sportif
depemerintahan

Bupati Kabupaten Sukabumi Tegaskan, Aksioma Bangun Karakter Disiplin Tangguh Percaya Diri Dan Sportif

Jumat, 16 Oktober 2026
TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Hadirkan Kepedulian, Lansia Desa Mekarjaya Terima Bantuan Sembako
deNews

TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Hadirkan Kepedulian, Lansia Desa Mekarjaya Terima Bantuan Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026
Bunda PAUD Garut Tekankan Pentingnya Pengembangan Anak Usia Dini secara Holistik Integratif
deNews

Bunda PAUD Garut Tekankan Pentingnya Pengembangan Anak Usia Dini secara Holistik Integratif

Jumat, 16 Oktober 2026
Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih
deHumaniti

Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang,Polisi Bersama BPBD Salurkan Air Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026
Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis
deNews

Belajar Perlindungan Pekerja Rentan, Pansus DPRD Gunungkidul Kunjungi Disnaker Ciamis

Jumat, 16 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

KabarDaerah

Dorong Literasi Media, Komunitas Gada Membaca Bersama IJTI Gelar Workshop Jurnalistik dan Broadcasting

Sabtu, 28 Juni 2025

ASN Disdukcapil Ciamis Tembus Perbukitan Demi Layani Warga Lansia dan Disabilitas di Jalatrang

Kamis, 13 November 2025
Sekdes Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot, Gun Gun H.  Permana

Idealnya Desa Cangkuang Kulon Dimekarkan, Satunya Jadi Kelurahan

Kamis, 10 April 2025

FKPBN Gelar Ekspedisi Touring Jawa-Bali, Gali Kearifan Lokal dan Torehkan Prestasi di Dunia Perfilman

Senin, 28 April 2025

Tasyakur Bi Nimah Muharaman, Ketua Fraksi PKB DPRD Garut Santuni Ratusan Anak Yatim

Kamis, 3 September 2020

Didi Sukardi : Daripada Penyaluran Bikin Gaduh, BPNT Sebaiknya Berbentuk Uang Saja

Senin, 21 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste