CIAMIS, deJurnal,– Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi ancaman bencana terus didorong di Kabupaten Ciamis.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, sebagai langkah membangun sistem mitigasi bencana yang berangkat dari kekuatan masyarakat. Peluncuran program yang berlangsung di Aula Kantor Desa Payungagung, Senin (20/7/2026).
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, KH Lili Miftah, MBA, mengatakan Program KATANA merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana sekaligus melengkapi berbagai program pemberdayaan yang selama ini dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah kini tidak lagi sebatas penyaluran bantuan, tetapi telah berkembang menjadi pembagian peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanggulangan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, pemberdayaan ekonomi umat hingga mitigasi bencana.
“Kita dengan pemerintah daerah tidak lagi sekadar membantu, tetapi sudah berbagi kapling tugas. Ada yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, ada pula yang menjadi ruang gerak BAZNAS sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar KH Lili.
Ia mengungkapkan, saat ini BAZNAS Kabupaten Ciamis telah memiliki 28 personel yang terlatih dan siap diterjunkan ketika terjadi bencana. Kehadiran Program KATANA dari BAZNAS RI di Desa Payungagung menjadi pijakan awal untuk memperluas pembentukan kampung tanggap bencana di wilayah lain.
“Insyaallah, stimulus dari BAZNAS RI ini menjadi penyemangat bagi kami. Tahun depan BAZNAS Kabupaten Ciamis menargetkan dapat membiayai secara mandiri pembentukan satu hingga dua Kampung Tanggap Bencana di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan bencana,” katanya.
KH Lili menambahkan, penguatan ekosistem zakat dan infak di pedesaan diharapkan mampu melahirkan desa-desa yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga tangguh menghadapi berbagai potensi bencana melalui semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.
Sementara itu, Camat Panumbangan Irfan Hielmi, S.STP., M.Si., mengapresiasi dipilihnya Desa Payungagung sebagai lokasi pelaksanaan Program KATANA. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana saat ini merupakan kebutuhan yang harus dimiliki masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
“Kesiapsiagaan terhadap bencana merupakan kebutuhan sekaligus ikhtiar bersama untuk mengurangi risiko, baik kerugian material maupun korban jiwa. Dengan terbentuknya Kampung Tanggap Bencana, kami berharap Desa Payungagung semakin siap mengantisipasi dan memitigasi berbagai ancaman bencana,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dani Ramdan Kurniawan, S.Pd., menjelaskan bahwa Program KATANA merupakan inisiasi BAZNAS RI. Untuk Provinsi Jawa Barat, Desa Payungagung menjadi desa ketujuh yang mendapat program tersebut.
Menurut Dani, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada peluncuran semata. Program akan dilanjutkan dengan sosialisasi, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Tanggap Bencana, pembentukan Tim Pengurangan Risiko Bencana, hingga simulasi penanganan bencana di lapangan.
“Desa Payungagung dipilih karena secara historis beberapa kali mengalami bencana. Kami berharap masyarakat memiliki kapasitas untuk mengenali potensi ancaman, melakukan mitigasi, serta meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda ketika bencana terjadi,” kata Dani.
Peluncuran tersebut dihadiri Bupati Ciamis yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, jajaran BAZNAS Kabupaten Ciamis, unsur Forkopimcam Panumbangan, BPBD, Pemerintah Desa Payungagung, serta peserta pelatihan. (Nay Sunarti)














