Dejurnal.com,Purwakarta – Kepala SDN 2 Cianting Utara, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Hasan Basri, S.Pd., menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah tahun 2026 berjalan sesuai regulasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
SDN 2 Cianting Utara menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan nilai anggaran sebesar Rp853.661.376. Bantuan tersebut dialokasikan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas, perpustakaan, dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dengan mengacu pada ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami akan memastikan pelaksanaan revitalisasi di SDN 2 Cianting Utara berjalan sesuai regulasi karena diawasi langsung oleh panitia dan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta,” ujar Hasan Basri.
Menurut Hasan, program revitalisasi menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan kondusif.
Karena itu, setiap tahapan pembangunan perlu dilaksanakan sesuai ketentuan, baik dari sisi pengerjaan fisik maupun penggunaan anggaran, sehingga hasilnya sesuai dengan peruntukan dan kebutuhan sekolah.
Komite Sekolah Dukung Pengawasan dan Komunikasi
Dukungan terhadap pelaksanaan revitalisasi juga disampaikan Ketua Komite SDN 2 Cianting Utara, Tedi Ferdiansyah. Keterlibatan komite diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.
Komite sekolah memiliki peran sebagai mitra satuan pendidikan dalam memberikan pertimbangan, dukungan, serta pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya.
Sinergi antara pihak sekolah dan komite diharapkan tidak hanya mendukung penyelesaian pembangunan secara fisik, tetapi juga memastikan fasilitas yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi peserta didik.
Partisipasi orang tua dan masyarakat pun menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap pelaksanaan program. Melalui komunikasi yang terbuka, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama mendukung peningkatan kualitas lingkungan pendidikan.
Orang Tua dan Siswa Sambut Positif
Bantuan revitalisasi tersebut disambut positif oleh orang tua siswa. Endin mengaku senang karena sekolah tempat anaknya menimba ilmu mendapatkan bantuan perbaikan fasilitas.
Ia berharap rehabilitasi sejumlah ruangan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar.
Harapan serupa disampaikan Ajril, siswa kelas 2 SDN 2 Cianting Utara. Ia mengaku senang melihat sekolahnya sedang diperbaiki dan berharap bangunan sekolah menjadi lebih bagus serta nyaman untuk belajar.
Bagi para siswa, revitalisasi bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan juga harapan untuk mendapatkan lingkungan belajar yang lebih aman, bersih, dan menyenangkan.
Sebanyak 19 SD Terima Revitalisasi Tahap Pertama
Sementara itu, Pelaksana Tugas bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Jhoni Herianto, menyampaikan bahwa sebanyak 19 sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta menerima program revitalisasi tahap pertama tahun 2026.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
Bagi SDN 2 Cianting Utara, bantuan senilai lebih dari Rp853 juta ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan fasilitas sekolah yang lebih layak.
Dengan dukungan kepala sekolah, P2SP, komite sekolah, orang tua siswa, serta pengawasan instansi terkait sesuai kewenangannya, pelaksanaan revitalisasi diharapkan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya dilihat dari penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga dari manfaat fasilitas yang dihasilkan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar***Ade Irma


















