Dejurnal.com, Garut – Fahad Fauzi, Demisioner Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Garut periode 2021–2026, menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan kembali sebagai ketua dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke VII Gapensi Kabupaten Garut, di Five Hotel Jl.Cimanuk Garut, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, Muscab tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan untuk periode 2026–2031. Berdasarkan informasi dari Steering Committee (SC), hanya satu orang yang mengembalikan formulir pendaftaran kepada panitia, yakni Haji Didin. Dengan kondisi tersebut, pemilihan ketua diperkirakan akan berlangsung secara aklamasi.
Fahad mengungkapkan, keputusannya untuk tidak kembali mencalonkan diri berkaitan dengan peran barunya sebagai anggota dewan. Sejak 2024, ia memilih jalur politik untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebelumnya, ia menjalankan peran tersebut melalui profesinya sebagai pengusaha jasa konstruksi.
” Alhamdulillah, sekarang saya terpilih menjadi anggota dewan. Karena itu, sesuai dengan etika yang saya pegang, saya memilih tidak mencalonkan kembali sebagai Ketua BPC Gapensi Garut,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan karena adanya larangan dalam undang-undang, melainkan lebih didasari pertimbangan etika dan upaya menghindari potensi konflik kepentingan.
Menurutnya, jabatan ketua asosiasi yang juga berkaitan dengan kepemilikan perusahaan konstruksi perlu dijalankan secara hati-hati, terlebih jika perusahaan tersebut berpotensi bekerja sama dengan pihak ketiga yang berhubungan dengan pemerintah daerah.
” Ini lebih kepada etika. Saya khawatir muncul potensi conflict of interest ( Konflik Kepentingan) antara kepentingan perusahaan, pemerintah daerah, dan asosiasi. Karena itu, saya memilih mengambil langkah yang menurut saya lebih tepat,” jelasnya.
Tantangan Pengusaha Konstruksi dan Regenerasi
Selain berbicara mengenai pergantian kepemimpinan, Fahad menyoroti sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi sektor jasa konstruksi, khususnya oleh pengusaha kecil dan menengah.
Menurutnya, berbagai regulasi yang berlaku dinilai masih belum sepenuhnya berpihak kepada pengusaha konstruksi skala menengah ke bawah. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan Gapensi yang baru, terutama dalam mendorong pertumbuhan usaha sekaligus menarik minat para pengusaha pemula untuk terjun ke sektor konstruksi.
Ia menilai, regenerasi pengusaha konstruksi sangat penting untuk memastikan ketersediaan pelaku usaha yang kompeten dan mampu mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut.
” Pekerjaan rumah pengurus yang baru adalah bagaimana membangkitkan kembali minat pengusaha konstruksi, terutama para pengusaha pemula. Kita membutuhkan regenerasi pengusaha yang kompeten agar dapat menopang pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut,” ungkapnya.
Fahad juga menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi Gapensi saat ini berkaitan dengan perubahan mekanisme penerbitan Sertifikat Badan Usaha (SBU). Jika sebelumnya Gapensi memiliki peran dalam penerbitan sertifikat tersebut, kini mekanismenya telah berubah dan dapat diakses melalui sistem yang dikelola pemerintah pusat.
Menurutnya, perubahan itu turut mempengaruhi minat sebagian anggota terhadap asosiasi. Karena pengusaha kini dapat mengakses layanan sertifikasi melalui aplikasi kementerian, Gapensi perlu memperkuat peran dan kualitas layanannya agar tetap relevan dengan kebutuhan anggota.
“Karena itu, Gapensi harus terus meningkatkan kualitas. Asosiasi tidak cukup hanya mengandalkan peran yang sebelumnya dimiliki, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya,” katanya.
Ia menambahkan, Gapensi tetap berupaya meningkatkan kualitas organisasi, termasuk melalui lembaga yang dimiliki serta dukungan lembaga terkait dalam proses penerbitan SBU sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dorong Kepemilikan AMP dan Batching Plant
Menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya, Fahad menyampaikan harapan agar pengurus Gapensi Kabupaten Garut periode 2026–2031 dapat melanjutkan program organisasi sekaligus menghadirkan terobosan baru bagi perkembangan usaha konstruksi di daerah.
Ia memastikan akan tetap memberikan dukungan kepada kepengurusan berikutnya dan menjaga hubungan baik dengan Gapensi Kabupaten Garut.
“Saya berharap ketua dan pengurus yang baru bisa meningkatkan kembali kualitas Gapensi. Saya pribadi akan selalu mendukung dan tetap menjaga Gapensi Kabupaten Garut,” ujarnya.
Lebih jauh, Fahad mengungkapkan salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan bersama para pengurus mendatang, yakni mendorong Gapensi Kabupaten Garut memiliki fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP) dan batching plant sendiri.
Menurutnya, keberadaan kedua fasilitas tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan material pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut. Ia menilai, ketersediaan fasilitas pendukung konstruksi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang kelancaran pembangunan di daerah.
” Saya sudah berkomitmen dengan teman-teman dan rekan-rekan pengurus ke depan bahwa Gapensi Kabupaten Garut harus memiliki AMP dan batching plant. Harapannya, fasilitas ini bisa membantu memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Garut,” tuturnya.
Fahad menegaskan, rencana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat direalisasikan melalui kerja sama dan komitmen bersama. Skema pelaksanaannya masih dapat dibahas, baik melalui konsorsium bersama para pengurus maupun melalui pola kerja sama lainnya.
” Seperti yang disampaikan Pak Bupati, nanti mekanismenya bisa dibicarakan bersama, apakah melalui konsorsium dengan teman-teman pengurus atau menggunakan pola lainnya. Yang terpenting, kita punya komitmen untuk mewujudkan AMP dan batching plant di Kabupaten Garut,” pungkasnya.***Deri Acong/WillyEsha



















