• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, September 22, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Membaca Politik Gontor

bydejurnalcom
Jumat, 14 Agustus 2020
Reading Time: 2 mins read
Membaca Politik Gontor
ShareTweetSend

Oleh : Muhamad Fajar Pramono *)

ALHAMDULILAH, saya bergabung dan mengabdi di Perguruan tinggi di Pondok Modern Gontor sejak 1996 (24 tahun). Enam tahun setelah lulus ilmu politik FISIP UNAIR Surabaya. (Seangkatan Pak Asfar. Adek kelas 1 tahun bu Khofifah, Gubernur). (Jadi bukan lulusan dan kader Pondok Gontor. Tiyang Njawi.

Alhamdulillah sekalipun tiyang njawi juga sempat sebagai staf khusus Pak Kyai Abdullah Sukri dalam bidang politik lokal dan pemerintahan daerah dari zaman akhir Bupati Markum (2003) sampai Bupati Muhadi (2014). Tidak berlanjut karena beliau sakit.
Dokumennya lahir buku saya Politik Lokal dan Pemerintahan Daerah – Studi Kritis Pemerintahan Ponorogo Tahun 2000-2012.

BacaJuga :

Wamenkes Datang ke Ciamis, Deteksi TB Harus Lebih Agresif

Tahun ini 4.718 RTLH di Kabupaten Bandung Diperbaiki

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 

Artinya, yang ingin saya sampaikan bahwa untuk memahami Gontor tidak boleh sekilas dan emosional, termasuk dalam politik Gontor.

1) Banyak orang, termasuk orang Gontor sekalipun kurang tepat melihat Gontor dalam politik. Sering melihat politik secara kuantitatif/ statistik. Memang ada benarnya kalo dihitung betul dlm konteks Ponorogo tidak lebih dari 30 ribu suara. Jadi sering over-estimate. Dikiranya macan, padahal kucing, atau sebaliknya.

Artinya, siapapun calon Bupati bersama atau tanpa Gontor kemungkinan tetap jadi. Karena hanya sekitar 30 ribu suara. Itupun harus all out.

2) Namun kalo kita hanya melihat politik secara kuantitatif/ statistik juga kurang tepat, lebih-lebih dalam memposisikan politik Gontor.
Karena Gontor berbeda dengan yang lain. Tidak peduli siapapun yang jadi Bupati di Ponorogo. Krn siapapun Bupatinya Gontor tetap eksis dan survival, bahkan sebelum Indonesia merdeka (1926).
Bagi Gontor siapapun Bupatinya. Yang penting tidak ngrusuhi karena tidak berharap APBD dan juga tdk menolak. Tanpa atau dengan APBD Gontor tetap berjalan. Termasuk yang coba-coba ngrusuhi Gontor.

Coba kita hitung santri Gontor ada 19 cabang (satu manajemen) dan ada sekitar 400 pondok alumni yangg tersebar di Indonesia.

Katakanlah 25 ribu santri dari Pondok cabang saja. Jika setiap santri per bulan berkontribusi kotor Rp 1 juta per santri (konsumsi, admitrasi, buku, dll). Akan memperoleh Rp 25 milyar per bulan atau Rp 300 milyar per tahun. Itu hanya dari santri. Dan kembali pada kepentingan santri.

Belum termasuk unit usaha LATANSA, perkebunan dan bantuan dari berbagai pihak dalam dan luar negeri, baik per seorangan atau lembaga/ pemerintah serta usaha lain. Bahkan ada satu orang biasa membantu 1 gedung atau Masjid. (Nilainya bisa sekitar Rp 20 milyar). Jauh lebih besar yg diterima dari Santri dan cukup untuk kebutuhan operasional pondok, Asatidzah, guru, dosen dan karyawan. Bahkan bantuan2 sosial yg lain ke masyarakat. Jika santri tidak bayar. Gontor tetap bisa jalan.

Ini yang tidak/ kurang dihitung/ diperhatikan oleh yang lain. Bukan jumlahnya. Tapi dengan potensi Gontor tersebut melahirkan sikap yang mandiri dan percaya diri.

Maka juga tidak heran dengan potensi Gontor secara politik kualitatif orang pusat lebih melihat Gontor daripada Pemkab Ponorogo. Itu dari masa ke masa. (Semua Presiden Indonesia dari Soekarno hingga Jokowi pernah bersambang di Gontor dan belum tentu mampir di Pemkab Ponorogo).

Persoalan inilah yang sering menjadi masalah antara Gontor dan Pemkab Ponorogo, termasuk era sekarang.

Selama saya mendampingi Pak Kyai Abdullah Sukri baik-baik saja dengan Bupati Ponorogo, Pak Markum, Pak Muryanto, Pak Muhadi dan Pak Amin.

Mulus-mulus saja juga tidak. Tetap ada masalah suatu kali. Tapi tetap bisa diatasi/ diselesaikan. Bukan saling memberi secara materi. TIDAK. Tapi saling memahami posisinya masing. Jika ada yang ngalah. Bukan suatu kehinaan. Tidak saling ngrusuhi. Pemkab jalan sebagaimana biasa. Gontor juga berjalan sebagaimana biasa.

Jadi sangat rugi ngrusuhi, apalagi memusuhi Gontor. Tdk ada gunanya. Tdk ada yg menang atau kalah melawan Gontor. Krn Gontor bukan kekuatan politik. Semoga kita semua paham yang saya maksud.

Kelurahan Cokromenggalan – Ponorogo, 14 Agustus 2020

(Tulisan ini pendapat pribadi, tdk mewakili lembaga apapun, termasuk UNIDA Gontor).

*) Penulis Dosen UNIDA Gontor

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Kapolres, Dandim dan Kajari Garut Bertakziah Kepada Keluarga Alm. Abah Wawan Darmawan, Penyiar Radio Reks FM

Next Post

Pengurus DPD Partai Gelora Kabupaten Garut Gelar Penandatanganan Fakta Integritas

Related Posts

KPU Ciamis Antisipasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja
deNews

KPU Ciamis Antisipasi Kekerasan Seksual di Lingkungan Kerja

Senin, 21 September 2026
Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Bebas Stunting, Pemkab Purwakarta Luncurkan Sosialisasi SILIKON
deHumaniti

Wujudkan Keluarga Sejahtera dan Bebas Stunting, Pemkab Purwakarta Luncurkan Sosialisasi SILIKON

Senin, 21 September 2026
dr. Rizali Paparkan Capaian ACF TB di Hadapan Wamenkes, Ciamis Sudah Jangkau 180 Lokus
deNews

dr. Rizali Paparkan Capaian ACF TB di Hadapan Wamenkes, Ciamis Sudah Jangkau 180 Lokus

Senin, 21 September 2026
Wamenkes Datang ke Ciamis, Deteksi TB Harus Lebih Agresif
deNews

Wamenkes Datang ke Ciamis, Deteksi TB Harus Lebih Agresif

Senin, 21 September 2026
Tahun ini  4.718 RTLH di Kabupaten Bandung  Diperbaiki
deNews

Tahun ini 4.718 RTLH di Kabupaten Bandung Diperbaiki

Senin, 21 September 2026
37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 
deNews

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 

Senin, 21 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

KabarDaerah

Gabungan Masyarakat Padaawas Karyamekar (GMPK) berfoto pasca audiensi mendorong pembangunan jalan dan PJU, Jumat (8/8/2025)

Proyek Rekonstruksi Jalan Pasirwangi-Darajat Senilai Rp 1,9 Milyar Disoal, 2025 Berlalu Pekerjaan Belum Tuntas?

Kamis, 1 Januari 2026
Salah satu cuplikan bentrok pemuda yang memakai sajam dan bambu, beredar di grup whatsapp, Minggu (1/11/2020). (Foto : Istimewa)

Bentrok Dua Ormas, Suasana Jalan Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Mencekam

Minggu, 1 November 2020

Dealer Tridjaya Motor Pagaden Bantu Warga Terdampak Banjir

Rabu, 15 Februari 2023

Mayoritas Warga Setuju Desa Mekarrahayu Margaasih Dimekarkan

Rabu, 7 Mei 2025

Jadi Inspektur Upacara, Bupati Marwan Mohon Maaf Atas Kekurangan dan Kekhilafan Selama Memimpin Kabupaten Sukabumi

Selasa, 18 Februari 2025

H. Totong : Fasilitas Dispusip Garut Terbuka Untuk Digunakan Dalam Pengembangan Literasi, Pendidikan, dan Pelestarian Budaya Lokal

Rabu, 12 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste