• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Membaca Politik Gontor

bydejurnalcom
Jumat, 14 Agustus 2020
Reading Time: 2 mins read
Membaca Politik Gontor
ShareTweetSend

Oleh : Muhamad Fajar Pramono *)

ALHAMDULILAH, saya bergabung dan mengabdi di Perguruan tinggi di Pondok Modern Gontor sejak 1996 (24 tahun). Enam tahun setelah lulus ilmu politik FISIP UNAIR Surabaya. (Seangkatan Pak Asfar. Adek kelas 1 tahun bu Khofifah, Gubernur). (Jadi bukan lulusan dan kader Pondok Gontor. Tiyang Njawi.

Alhamdulillah sekalipun tiyang njawi juga sempat sebagai staf khusus Pak Kyai Abdullah Sukri dalam bidang politik lokal dan pemerintahan daerah dari zaman akhir Bupati Markum (2003) sampai Bupati Muhadi (2014). Tidak berlanjut karena beliau sakit.
Dokumennya lahir buku saya Politik Lokal dan Pemerintahan Daerah – Studi Kritis Pemerintahan Ponorogo Tahun 2000-2012.

BacaJuga :

TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Artinya, yang ingin saya sampaikan bahwa untuk memahami Gontor tidak boleh sekilas dan emosional, termasuk dalam politik Gontor.

1) Banyak orang, termasuk orang Gontor sekalipun kurang tepat melihat Gontor dalam politik. Sering melihat politik secara kuantitatif/ statistik. Memang ada benarnya kalo dihitung betul dlm konteks Ponorogo tidak lebih dari 30 ribu suara. Jadi sering over-estimate. Dikiranya macan, padahal kucing, atau sebaliknya.

Artinya, siapapun calon Bupati bersama atau tanpa Gontor kemungkinan tetap jadi. Karena hanya sekitar 30 ribu suara. Itupun harus all out.

2) Namun kalo kita hanya melihat politik secara kuantitatif/ statistik juga kurang tepat, lebih-lebih dalam memposisikan politik Gontor.
Karena Gontor berbeda dengan yang lain. Tidak peduli siapapun yang jadi Bupati di Ponorogo. Krn siapapun Bupatinya Gontor tetap eksis dan survival, bahkan sebelum Indonesia merdeka (1926).
Bagi Gontor siapapun Bupatinya. Yang penting tidak ngrusuhi karena tidak berharap APBD dan juga tdk menolak. Tanpa atau dengan APBD Gontor tetap berjalan. Termasuk yang coba-coba ngrusuhi Gontor.

Coba kita hitung santri Gontor ada 19 cabang (satu manajemen) dan ada sekitar 400 pondok alumni yangg tersebar di Indonesia.

Katakanlah 25 ribu santri dari Pondok cabang saja. Jika setiap santri per bulan berkontribusi kotor Rp 1 juta per santri (konsumsi, admitrasi, buku, dll). Akan memperoleh Rp 25 milyar per bulan atau Rp 300 milyar per tahun. Itu hanya dari santri. Dan kembali pada kepentingan santri.

Belum termasuk unit usaha LATANSA, perkebunan dan bantuan dari berbagai pihak dalam dan luar negeri, baik per seorangan atau lembaga/ pemerintah serta usaha lain. Bahkan ada satu orang biasa membantu 1 gedung atau Masjid. (Nilainya bisa sekitar Rp 20 milyar). Jauh lebih besar yg diterima dari Santri dan cukup untuk kebutuhan operasional pondok, Asatidzah, guru, dosen dan karyawan. Bahkan bantuan2 sosial yg lain ke masyarakat. Jika santri tidak bayar. Gontor tetap bisa jalan.

Ini yang tidak/ kurang dihitung/ diperhatikan oleh yang lain. Bukan jumlahnya. Tapi dengan potensi Gontor tersebut melahirkan sikap yang mandiri dan percaya diri.

Maka juga tidak heran dengan potensi Gontor secara politik kualitatif orang pusat lebih melihat Gontor daripada Pemkab Ponorogo. Itu dari masa ke masa. (Semua Presiden Indonesia dari Soekarno hingga Jokowi pernah bersambang di Gontor dan belum tentu mampir di Pemkab Ponorogo).

Persoalan inilah yang sering menjadi masalah antara Gontor dan Pemkab Ponorogo, termasuk era sekarang.

Selama saya mendampingi Pak Kyai Abdullah Sukri baik-baik saja dengan Bupati Ponorogo, Pak Markum, Pak Muryanto, Pak Muhadi dan Pak Amin.

Mulus-mulus saja juga tidak. Tetap ada masalah suatu kali. Tapi tetap bisa diatasi/ diselesaikan. Bukan saling memberi secara materi. TIDAK. Tapi saling memahami posisinya masing. Jika ada yang ngalah. Bukan suatu kehinaan. Tidak saling ngrusuhi. Pemkab jalan sebagaimana biasa. Gontor juga berjalan sebagaimana biasa.

Jadi sangat rugi ngrusuhi, apalagi memusuhi Gontor. Tdk ada gunanya. Tdk ada yg menang atau kalah melawan Gontor. Krn Gontor bukan kekuatan politik. Semoga kita semua paham yang saya maksud.

Kelurahan Cokromenggalan – Ponorogo, 14 Agustus 2020

(Tulisan ini pendapat pribadi, tdk mewakili lembaga apapun, termasuk UNIDA Gontor).

*) Penulis Dosen UNIDA Gontor

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Kapolres, Dandim dan Kajari Garut Bertakziah Kepada Keluarga Alm. Abah Wawan Darmawan, Penyiar Radio Reks FM

Next Post

Pengurus DPD Partai Gelora Kabupaten Garut Gelar Penandatanganan Fakta Integritas

Related Posts

Audiensi Polemik Kirab Budaya Garut, Pemuda Akhir Jaman Ajak Masyarakat Tidak Saling Menghakimi
deNews

Audiensi Polemik Kirab Budaya Garut, Pemuda Akhir Jaman Ajak Masyarakat Tidak Saling Menghakimi

Sabtu, 9 Mei 2026
Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami
deNews

Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami

Sabtu, 9 Mei 2026
Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar
deNews

Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar

Sabtu, 9 Mei 2026
TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik
deNews

TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik

Sabtu, 9 Mei 2026
Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban
Hukum dan Kriminal

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Jumat, 8 Mei 2026
Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional
Nasional

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Jumat, 8 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Ir. Aep Dedi.

Banjir Jadek Margahayu Atasi dengan Bangun Kolam Retensi di Kelurahan Sulaiman, Ini Kata Anggota DPRD Kabupaten Bandung Ir. Aep Dedi

Minggu, 25 Mei 2025

Jelang Pengukuhan, IWO Kabupaten Sukabumi Tekankan Anggota Produktif Dalam Karya Jurnalistik

Minggu, 6 September 2020

Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Caravan Covid-19 di KBB Ditahan Kajari Kabupaten Bandung

Kamis, 17 Juli 2025

Polsek Binong Monitoring Program Lembur Tohaga Di Desa Kediri

Minggu, 6 September 2020

Bupati Ciamis Dukung Bakti Sosial Mahasiswa Perantau, Dorong Sinergi Pemuda dan Masyarakat Bangun Desa

Senin, 4 Agustus 2025

Asep Mulyana, SE Serap Aspirasi Warga dalam Reses, Fokus pada Kesehatan, Pemakaman, dan Pemberdayaan UMKM Perempuan

Senin, 13 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste