• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Juli 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Peringati Hari Wayang Nasional 2022, 7 Dalang Tampil “Sajagat Sacarita” di Padepokan Giri Harja

bydejurnalcom
Sabtu, 5 November 2022
Reading Time: 3 mins read
Peringati Hari Wayang Nasional 2022, 7 Dalang Tampil “Sajagat Sacarita” di Padepokan Giri Harja
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – 7 dalang Kabupaten Bandung akan tampil dalam pagelaran wayang golek “Sajagat Sacarita” dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2022 di Padepokan Giri Harja Jelekong, Kabupaten Bandung pada Senin 7 November 2022 mendatang.

Ke-7 dalang tersebut Asep Sandi Kamajaya (Padepokan Girijinawi Raharja), Esa Wiasa Sunandar (Giri Pakuan), Adhi Konthea Ade Kosasih Sunarya ( Putu Giri Harja 2), Batara Sena Sunandar Sunarya (Sabda Palln Giri Harja 3), Waimiki Altaturaja Sunandar (Putu Giri Harja 3), Prajessa Kanthea Sunarya (putu Giri Harja 2), dan Cakra Adhi Sundaya (Padepokan Giri Jinawi Raharja).

Salah satu dalang yang akan tampil Asep Sandi Kamajaya menuturkan ke -7 dalang itu diambil dari 1 wilayah dan 2 kubu dari Giri Harja sebagian.

BacaJuga :

DPRD Garut Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut kepada Bupati

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

“Tiga dalang petetan atau dalang cilik tampil siang hari yakni Prajessa Konthea, Batara Sena Sunarya, dan anak saya Cakra Adhi Sundana, ” kata Asep Sandi ketika ditemui di Padepokannya di Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang.

Sedangkan pada malam harinya penampilan empat pedalang dewasa, yakni Asep Sandi Kamajaya, Esa Wiasa, Adhi Konthea, Batara Sena dan Waimika.

Menurut Asep berkolaborasi pula wayang golek dengan wayang kulit, “Tapi wayang kulit Priangan, bukan wayang kulit Jawa.
Ke empat dalang dalam satu garapan “sajagat sacarita”. Begitu pula dalang cilik setelah acara serimonial 3 dalang cilik akan tampil.

Cerita yang dibawakan ” Palagan di Gunung Maliawan” yang naskah dan sangitnya dibuat Asep Sandi.

“Konsep garapan, dan nayaganya juga dari padepokan Giri Jinawi Raharja. Latihan di Padepokan Giri Jinawi, ” ujarnya.

Asep Sandie mengaku, untuk garapan tersebut hanya memerlukan 2 kali latihan termasuk gladi bersih. “Karena dalang lebih komunikatif. Prem ada tapi yang namanya wayang main imajinasi tidak seperti krip sinetron baku. Justru kalau diplud sedemikian rupa justru karakter jiwa masing-masing tidak akan muncul.Tapi prem garis besar ceritanya tetap, kan menyesuaikan dengan gendinh
Kebetulan yang menata gendingnya pun saya, ” Imbuhnya.

Cerita Palagan di Gunung Mariawan yaitu, Gunung Maliawan itu tempat tapa Hanoman. Dalam epos Ramayana, Hanoman itu dipercaya menjaga arwah Dasamuka dan Indrajini yang disimpan di dalam cepuk di atas di kepalanya disambungkan ke jaman Maha Brata.

Walaupun epos itu keduanya tidak berkaitan tapi disambungkan, disesuaikan dengan sekarang dimana jaman sekarang intoleransi dan kesenjangan sosial terjadi.

Kesenjangan sosial karena selama suatu tahun pandemi Covid 19, kemudian sekarang anak-anak hampir 99 persen terbius gadget setiap hari anak-anak tiap hari terbius gidget mengikis pelajaran budi pekerti.

“Jadi diibaratkan Rahwana itu kan gambaran kejahatan, padahal dijaga oleh Hanoman tapi kejahatan masih tetap ada, apa lagi tidak dijaga, ” tutur Asep.

Ia melanjutkan, konflik cerita di Gunung Maliawan itu Batara Guru harus membunuh Hanoman. Barang siapa yang bisa membunuh Hanoman akan dianugrahi penghargaan.

Pagelaran malam hari dalang dewasa durasinya 3 jam. Direncanakan dari jam 9 malam. Tema untuk dalang cilik Krida Darma Wijaya, dalam artian krida itu sebuah perjuangan, dharma itu pengabdian, kesucian wijaya unggul. “Mudah-mudahan generasi sekarang bisa memperbaiki generasi ke belakang, dalam arti ke depannya harus lebih baik pengetahuan dan moralnya, ” tutup Asep Sandi. *** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Apdesi Karangpawitan : Pelemparan Isu Pasca Islah Terindikasi Mau Memeras

Next Post

Desa Sukamulya Adakan Acara Ruatan Bumi Diwakili Dusun III

Related Posts

Dr. Tita Rohita Resmi Pimpin Universitas Galuh, Siap Tancap Gas Wujudkan Kampus Unggul Berdaya Saing Global
deNews

Dr. Tita Rohita Resmi Pimpin Universitas Galuh, Siap Tancap Gas Wujudkan Kampus Unggul Berdaya Saing Global

Selasa, 7 Juli 2026
Kontingen O2SN SMP Kabupaten Garut Resmi Diberangkatkan, Disdik Targetkan Prestasi Sekaligus Bangun Karakter Atlet Pelajar
deNews

Kontingen O2SN SMP Kabupaten Garut Resmi Diberangkatkan, Disdik Targetkan Prestasi Sekaligus Bangun Karakter Atlet Pelajar

Selasa, 7 Juli 2026
Tak Hanya Tambah Titik, Perumdam Tirta Galuh Ubah Desain Kran Air Siap Minum di Alun-alun Lebih Ramah Anak
deNews

Tak Hanya Tambah Titik, Perumdam Tirta Galuh Ubah Desain Kran Air Siap Minum di Alun-alun Lebih Ramah Anak

Selasa, 7 Juli 2026
DPRD Garut Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
deNews

DPRD Garut Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Selasa, 7 Juli 2026
Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut  kepada Bupati
deNews

Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut kepada Bupati

Senin, 6 Juli 2026
Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan
deNews

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Senin, 6 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Tedi Supriadi Sebut Rp 4,8 M Pagu Anggaran Indikatif RKPD Kecamatan Dayeuhkolot Tidak Signifikan dengan Kebutuhan

Kamis, 27 Februari 2025

Dorong Literasi Media, Komunitas Gada Membaca Bersama IJTI Gelar Workshop Jurnalistik dan Broadcasting

Sabtu, 28 Juni 2025

Diterjang Banjir Bandang Kegiatan Pasar Pamanukan Lumpuh Total

Senin, 8 Februari 2021
Foto : Kabupaten Ciamis meraih predikat "Sangat Baik" dalam Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2024

Meningkat, Kabupaten Ciamis Raih Predikat “Sangat Baik” Dalam Evaluasi SPBE Tahun 2024.

Sabtu, 4 Januari 2025

Carut Marut Program BPNT Garut, Ada Persaingan Bisnis Suplier?

Selasa, 11 Februari 2020

Warga Desa Cinta Ratu Terdampak Pemasangan Pipa, Tagih Janji Pertamina

Rabu, 2 Juni 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste