CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus mendorong pemanfaatan aset daerah agar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya saat menghadiri peluncuran aplikasi Aset Penjaga Pangan, inovasi digital yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis untuk mengoptimalkan pengelolaan tanah milik pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan.
Peluncuran aplikasi berlangsung pada kegiatan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Aset Penjaga Pangan di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, kepala perangkat daerah terkait, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis, akademisi Universitas Galuh, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Tim Efektif Aset Penjaga Pangan, dan insan media.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pengelolaan aset pemerintah harus mengalami perubahan paradigma.
Menurutnya, aset daerah tidak cukup hanya tercatat sebagai kekayaan pemerintah, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Aset daerah harus produktif. Pengelolaannya tidak boleh berhenti pada pencatatan administrasi, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi seperti ini menjadi langkah penting agar aset pemerintah benar-benar mendukung pembangunan dan ketahanan pangan daerah,” tegasnya
Ia menambahkan, inovasi tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Ciamis sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029, khususnya misi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas serta tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berkinerja tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Ciamis mendukung penuh keberlanjutan inovasi ini agar menjadi bagian dari sistem pengelolaan aset daerah. Ketika aset dimanfaatkan secara optimal, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Lahir dari Aksi Perubahan PKA
Aplikasi Aset Penjaga Pangan merupakan inovasi yang digagas Sekretaris BPKD Kabupaten Ciamis, Mar Diyana Yusuf, S.E., M.M., sebagai implementasi Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan BKPSDM Kabupaten Ciamis.
Mar Diyana menjelaskan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk mentransformasi pengelolaan aset daerah.
Selama ini, pengelolaan aset lebih banyak berfokus pada pencatatan administratif, padahal aset tanah milik pemerintah memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai program pembangunan.
“Melalui Aset Penjaga Pangan, kami ingin menghadirkan sistem yang mampu mengintegrasikan berbagai informasi penting dalam satu platform sehingga aset daerah tidak lagi hanya dipandang sebagai inventaris, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan yang berbasis data,” kata Mar Diyana.
Ia menjelaskan, aplikasi tersebut dibangun menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) yang mengintegrasikan delapan profil utama aset, yakni legalitas, data spasial, kesesuaian tata ruang, status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), fungsi eksisting lahan, potensi pengembangan pangan, tingkat kesiapan pemanfaatan, serta riwayat tindak lanjut pengelolaan aset.
Data tersebut dihimpun dari berbagai instansi, mulai dari BPKD, Kantor Pertanahan (BPN), Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Menurut Mar Diyana, integrasi data lintas instansi menjadi keunggulan utama aplikasi tersebut karena mampu mempercepat proses identifikasi aset yang siap dimanfaatkan.
“Sebelumnya diperlukan koordinasi manual antarperangkat daerah yang memakan waktu cukup lama, kini seluruh informasi penting dapat diakses dalam satu dashboard. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien,” jelasnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun tata kelola aset yang modern, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
“Kami ingin pengelolaan aset tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan aset yang lebih produktif, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Pengembangan Aset Penjaga Pangan juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan perangkat daerah, Kantor Pertanahan, akademisi Universitas Galuh, dunia usaha melalui Kadin Kabupaten Ciamis, serta media massa.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola aset berbasis data sekaligus mempercepat penyediaan lahan strategis untuk mendukung program ketahanan pangan daerah.
Melalui inovasi tersebut, BPKD Kabupaten Ciamis tidak hanya memperkuat digitalisasi pengelolaan aset, tetapi juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Aplikasi Aset Penjaga Pangan mengusung tagline “Aset Penjaga Pangan, untuk Ketahanan Pangan Kuat, Ciamis Tangguh”, sebagai komitmen menjadikan aset daerah lebih produktif, bernilai strategis, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Nay Sunarti)
















