• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, September 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

bydejurnalcom
Kamis, 17 September 2026
Reading Time: 4 mins read
Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Warga Binaan Lapas Garut Sedang memetik Hasil Panen 836 Kilogram Hortikultura.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui kegiatan pertanian berbasis ketahanan pangan, sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen sebanyak 836 kilogram komoditas hortikultura dari lahan pertanian yang dikelola bersama.

Hasil panen tersebut terdiri atas 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis. Kegiatan pertanian itu dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada WBP.

BacaJuga :

KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi

Dini Hari Keliling Wilayah, Kringserse Polres Purwakarta Cegah C3 dan Tawuran

Viral Dugaan SLHS Palsu, Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta Minta Dinkes Perketat Pengawasan

Melalui kegiatan pertanian, para WBP mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai tahapan budidaya sekaligus memahami proses produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Dalam pelaksanaannya, tujuh WBP terlibat secara langsung mulai dari tahap persiapan dan pengolahan lahan, penanaman bibit, pemeliharaan, perawatan tanaman, hingga proses pemanenan.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dua petugas Lapas Garut. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan pembinaan berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban selama WBP berada di lokasi pertanian.

Panen 836 kilogram hortikultura tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan pembinaan di bidang pertanian dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang produktif.

Selain menghasilkan pangan, kegiatan tersebut memberikan ruang kepada WBP untuk membangun kebiasaan bekerja secara teratur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam satu tim.

Dari Budidaya hingga Hasil Panen Terserap Pasar

Program pertanian yang dilakukan Lapas Garut tidak berhenti pada kegiatan produksi. Hasil panen juga diarahkan untuk masuk ke dalam rantai pemasaran sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.
Setelah proses pemanenan selesai, sebanyak 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis kemudian dipasarkan kepada pengepul di kawasan Pasar Ciawitali, Garut.

Pemasaran hasil pertanian tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan karena WBP tidak hanya diperkenalkan dengan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan setelah produksi.

Dengan demikian, proses pembinaan mencakup rangkaian kegiatan yang lebih lengkap, mulai dari bagaimana menyiapkan lahan, menghasilkan tanaman, melakukan panen, hingga bagaimana hasil produksi tersebut dapat disalurkan dan memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya pihaknya membangun pola pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman nyata kepada WBP.

“Ketahanan pangan kami jadikan sebagai ruang pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi mengikuti seluruh proses dari mengolah lahan, merawat tanaman, memanen, hingga melihat hasil kerjanya terserap pasar. Di sinilah pembinaan menghasilkan keterampilan sekaligus produktivitas,” ujar Rusdedy.

Menurut Rusdedy, kegiatan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas pertanian. Proses yang dijalani WBP selama mengelola lahan diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, serta etos kerja.

Ia menilai keterampilan pertanian juga dapat menjadi salah satu bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Bagi kami, 836 kilogram yang dipanen hari ini bukan hanya angka produksi. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan harapan. Kami ingin setiap lahan yang dikelola menjadi ruang produktif dan setiap Warga Binaan yang terlibat memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjutnya.

Pertanian Menjadi Ruang Pembelajaran Kerja

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kerja yang dilakukan secara langsung di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan WBP dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman mengenai bagaimana sebuah komoditas pangan dihasilkan melalui proses yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.

“Warga Binaan mengikuti prosesnya dari awal sampai panen. Mereka belajar bahwa menghasilkan pangan membutuhkan kerja yang konsisten. Ketika hasilnya kemudian dapat dipasarkan, mereka juga memahami bahwa keterampilan dan produktivitas memiliki nilai ekonomi,” ungkap Asep.

Dalam kegiatan tersebut, WBP tidak hanya melakukan pekerjaan fisik di lahan, tetapi juga diperkenalkan dengan pentingnya perencanaan dan pengelolaan kegiatan pertanian.

Mulai dari kondisi lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan menjadi bagian dari pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program.

Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan dapat membuat proses pembinaan menjadi lebih aplikatif. WBP memperoleh pengalaman melalui aktivitas nyata, bukan hanya melalui penyampaian teori.

Optimalkan Lahan untuk Kegiatan Produktif

Pemanfaatan lahan di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng juga menunjukkan adanya pemanfaatan potensi lahan untuk kegiatan yang produktif. Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut menjadi ruang bagi pelaksanaan program pertanian sekaligus sarana pembelajaran bagi WBP.

Keberadaan lahan pertanian tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan kegiatan pembinaan di sektor pangan secara lebih berkelanjutan. Komoditas yang ditanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, kebutuhan pasar, serta kemampuan pengelolaan program.

Bagi Lapas Garut, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghubungkan aspek keterampilan, produktivitas dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Panen 836 kilogram hortikultura juga memperlihatkan bahwa kegiatan pembinaan dapat menghasilkan output yang dapat diukur. Namun, nilai program tidak hanya terletak pada jumlah komoditas yang berhasil dipanen.

Lebih dari itu, terdapat proses pembentukan keterampilan dan pengalaman kerja yang dijalani WBP selama mengelola lahan.

Dari Lahan Pembinaan untuk Ketahanan Pangan
Program pertanian Lapas Kelas IIA Garut pada akhirnya membawa dua tujuan yang berjalan secara bersamaan. Di satu sisi, kegiatan tersebut menghasilkan komoditas hortikultura yang dapat dimanfaatkan dan dipasarkan. Di sisi lain, kegiatan menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, ketahanan pangan ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan yang produktif. WBP mendapatkan kesempatan untuk bekerja, belajar dan menghasilkan sesuatu melalui proses yang terarah.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Garut terus mendorong pengembangan berbagai kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Optimalisasi lahan, peningkatan keterampilan WBP, pengembangan komoditas serta pemasaran hasil produksi menjadi bagian yang dapat terus diperkuat agar kegiatan pembinaan memberikan manfaat yang semakin luas.

Panen 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis dengan total 836 kilogram bukan hanya menjadi catatan hasil produksi. Di balik angka tersebut terdapat proses pembelajaran, kerja sama, kedisiplinan dan tanggung jawab yang dijalankan para WBP.

Dari lahan pembinaan, pangan dihasilkan. Dari proses kerja, keterampilan ditumbuhkan. Dan melalui kegiatan produktif tersebut, Lapas Garut terus berupaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan dan pengalaman untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita

Next Post

Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah

Related Posts

“Sing Tenang Kita Semua Bersaudara”, Bupati Herdiat Minta Perangkat Desa Ciamis Tetap Semangat Meski Anggaran Terbatas
deNews

“Sing Tenang Kita Semua Bersaudara”, Bupati Herdiat Minta Perangkat Desa Ciamis Tetap Semangat Meski Anggaran Terbatas

Kamis, 17 September 2026
Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah
deNews

Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah

Kamis, 17 September 2026
Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita
deNews

Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita

Rabu, 16 September 2026
KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi
deNews

KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi

Rabu, 16 September 2026
Dini Hari Keliling Wilayah, Kringserse Polres Purwakarta Cegah C3 dan Tawuran
Hukum dan Kriminal

Dini Hari Keliling Wilayah, Kringserse Polres Purwakarta Cegah C3 dan Tawuran

Rabu, 16 September 2026
Viral Dugaan SLHS Palsu, Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta Minta Dinkes Perketat Pengawasan
Parlementaria

Viral Dugaan SLHS Palsu, Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta Minta Dinkes Perketat Pengawasan

Rabu, 16 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Foto : bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan sambutan dalam halal bilhalal di halaman pendopo selasa (15/04/2025)

Pemkab Ciamis Gelar Halal Bihalal, Bupati Herdiat Soroti Cuaca Ekstrem dan PKN

Selasa, 15 April 2025

Dinilai Upaya Preventif Perlindungan Anak Tak Maksimal, Kepala DPPKBPPA : SDM Kurang dan Garut Luas

Minggu, 13 April 2025

Hari Santri Nasional 2025 di Ciamis, Bupati Herdiat Ajak Santri Kawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Rabu, 22 Oktober 2025
Ilustrasi e-KTP.

Disdukcapil Cianjur Terbitkan e-KTP Status Perkawinan Cerai Tanpa Dasar Akta, Kok Bisa?

Selasa, 13 April 2021

Sebelum Disantap Cek Mutu Bandeng Presto, Jangan Diolah Ketika Sudah Berjamur

Kamis, 24 September 2020

Pjs Kades Margahayu Selatan Anton Hartawan Hadiri Peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Subang

Rabu, 15 Januari 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste