• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, September 23, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Mahasiswa Teknik Mesin Unigal Hadirkan Mini Cultivator untuk Ringankan Kerja Petani

bydejurnalcom
Minggu, 9 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
Mahasiswa Teknik Mesin  Unigal Hadirkan Mini Cultivator untuk Ringankan Kerja Petani
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Galuh (Unigal) menghadirkan inovasi sederhana untuk membantu pekerjaan petani. Melalui tugas akhir, mereka membuat mini cultivator atau mesin penggembur tanah yang kini mulai dimanfaatkan Kelompok Tani Manunggal di Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis.

Penerapan alat tersebut dilakukan bersama Kelompok Tani Manunggal RT 05 RW 29, Minggu (9/8/2026).

Kehadiran mesin ini diharapkan dapat mengurangi pekerjaan manual menggunakan cangkul yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar.

BacaJuga :

Usia 89 Tahun, Abah Anur Masih Menanti Negara Hadir di Masa Senjanya

Data Pemilih Tak Statis, KPU Ciamis Turun Coktas ke Lapangan

Lansia Ikut Lomba Mewarnai, Ketua LLI Ciamis Apresiasi Festival Literasi

Mini cultivator tersebut merupakan karya mahasiswa Rama Adivia dan Rizal Fauzan dengan dosen pendamping Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.T., Ir. Ade Herdiana, S.T., M.T., dan Ir. Heris Syamsuri, S.T., M.T.

Dosen teknik mesin, Ir. Slamet Riyadi, mengatakan pembuatan alat berawal dari kebutuhan kelompok tani terhadap teknologi yang dapat membantu proses pengolahan tanah.

“Ini merupakan bagian dari penelitian tugas akhir mahasiswa untuk membuat teknologi tepat guna yang nantinya bisa membantu kelompok tani dalam kegiatan pertanian, khususnya menggemburkan tanah,” ujar Slamet.

Menurutnya, penggunaan mesin dapat membuat proses pengolahan tanah lebih cepat sekaligus mengurangi beban tenaga petani. Dibandingkan cara manual menggunakan cangkul, efisiensi pekerjaan diperkirakan bisa lebih dari 80 persen.

“Yang paling penting alat ini bisa meringankan tenaga manusia. Harapannya mudah digunakan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Memiliki Lebar Kerja 40 Sentimeter

Mini cultivator yang dibuat mahasiswa tersebut menggunakan mesin 2 tak berkapasitas 52 cc dengan tenaga 3 HP.

Alat memiliki lebar kerja 40 sentimeter dan menggunakan pisau tipe rotary claw/J blade dengan panjang sekitar 11 sentimeter. Sementara tinggi handel mencapai 1 meter.

Untuk sumber tenaga, mesin masih menggunakan bensin 2 tak. Pengujian di lapangan masih dilakukan untuk melihat kemampuan alat, termasuk efektivitas kerja dan penggunaan bahan bakarnya.

Slamet menyebut alat tersebut masih dalam tahap penerapan dan evaluasi. Hasil penggunaan di lapangan akan menjadi bahan untuk melakukan perbaikan sehingga mesin bisa bekerja lebih efektif.

Ke depan, kapasitas dan tenaga mesin juga masih memungkinkan untuk dikembangkan. Jika hasil penyempurnaan menunjukkan potensi yang baik, karya mahasiswa tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi maupun diarahkan untuk perlindungan hak kekayaan intelektual.

Dibuat dari Desain hingga Finishing

Rama Adivia dan Rizal Fauzan menjelaskan, proses pembuatan alat diawali dengan perhitungan dan desain. Desain disesuaikan dengan kebutuhan kerja di lapangan serta kondisi tanah yang akan diolah.

Setelah desain ditentukan, mahasiswa memilih material yang dinilai kuat dan sesuai. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rangka, pisau hingga proses finishing.

“Pertama dilakukan perhitungan dan desain, kemudian pemilihan material yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Setelah itu baru proses pembuatan rangka, pisau dan finishing,” jelasnya.

Pengerjaan alat membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Waktu tersebut termasuk proses pemilihan material dan pembuatan sejumlah komponen.

Dosen Apresiasi Karya Mahasiswa

Dosen pendamping, Ir. Heris Syamsuri, mengapresiasi hasil tugas akhir tersebut. Menurutnya, karya mahasiswa tidak hanya memenuhi unsur akademik, tetapi juga memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Tugas akhir tersebut telah dikerjakan selama hampir enam bulan. Setelah melalui penelitian, pembuatan alat dan proses revisi, mahasiswa ditargetkan dapat menyelesaikan tugas akhirnya dan mengikuti sidang dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

“Yang kami apresiasi, hasil tugas akhir ini tidak hanya memenuhi unsur akademik dan penelitian, tetapi juga menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan rekayasa sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kelompok Tani Sambut Baik

Ketua Kelompok Tani Manunggal RT 05 RW 29 Lingkungan Karang, Yudi Lex’don, menyambut baik penerapan mini cultivator tersebut.

Menurut Yudi, alat itu dapat menjadi alternatif untuk mengurangi pekerjaan berat dalam proses pengolahan tanah. Selama ini, petani masih banyak menggunakan cara manual dengan cangkul.

Ia berharap alat hasil karya mahasiswa Unigal tersebut tidak berhenti pada tahap uji coba, tetapi terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan petani.

“Alat ini sangat membantu karena selama ini pengolahan tanah masih banyak dilakukan secara manual. Mudah-mudahan terus disempurnakan agar semakin sesuai dengan kebutuhan petani,” kata Yudi.

Penerapan mini cultivator ini sekaligus menjadi contoh bagaimana tugas akhir mahasiswa dapat memberikan manfaat langsung. Penelitian yang dikerjakan di lingkungan kampus bisa diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bagi petani, kehadiran alat tersebut diharapkan membuat proses pengolahan tanah lebih ringan dan efisien. Sementara bagi mahasiswa, penerapan ini menjadi pengalaman penting untuk menguji hasil perancangan mereka dalam kondisi nyata. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ozil Ukir Prestasi di Asian BMX Championship 2026, Selisih 0,82 Detik dari Juara Dunia

Next Post

ILUNI SMKN 1 Ciamis Dorong Alumni Mandiri, Silaturahmi Jadi Gerakan Bersama

Related Posts

Pasien IGD RSUD Ciamis Melonjak Saat Pancaroba, Ruang Anak Mulai Penuh
deNews

Pasien IGD RSUD Ciamis Melonjak Saat Pancaroba, Ruang Anak Mulai Penuh

Rabu, 23 September 2026
YKI Salurkan Santunan, Bupati Herdiat Minta Bantuan Pasien Kanker Diberikan Rutin Setiap Bulan
deNews

YKI Salurkan Santunan, Bupati Herdiat Minta Bantuan Pasien Kanker Diberikan Rutin Setiap Bulan

Rabu, 23 September 2026
Pekerja Tak Pakai APD, PUPR Garut Sebut Kewenangan Sanksi Ada di Pengelola Proyek
deNews

Pekerja Tak Pakai APD, PUPR Garut Sebut Kewenangan Sanksi Ada di Pengelola Proyek

Rabu, 23 September 2026
Usia 89 Tahun, Abah Anur Masih Menanti Negara Hadir di Masa Senjanya
deNews

Usia 89 Tahun, Abah Anur Masih Menanti Negara Hadir di Masa Senjanya

Rabu, 23 September 2026
Data Pemilih Tak Statis, KPU Ciamis Turun Coktas ke Lapangan
deNews

Data Pemilih Tak Statis, KPU Ciamis Turun Coktas ke Lapangan

Rabu, 23 September 2026
Lansia Ikut Lomba Mewarnai, Ketua LLI Ciamis Apresiasi Festival Literasi
deNews

Lansia Ikut Lomba Mewarnai, Ketua LLI Ciamis Apresiasi Festival Literasi

Rabu, 23 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Pemkab Ciamis Dorong Argo Wilis Berhenti Lagi di Stasiun Ciamis, Perkuat Ekonomi dan Aksesibilitas Wilayah

Sabtu, 5 Juli 2025

Pemicu Banjir Bandang, Ini Kata Anggota DPRD Garut Asli Karangtengah

Rabu, 1 Desember 2021

Jalan Rusak di Selatan Garut : Tanggung Jawab Negara yang Terabaikan

Senin, 17 November 2025

Ormas LBI 15 Peduli Korban Banjir Bandang Garut

Rabu, 28 September 2016

Muscab XV, Nanang Permana Kembali Nahkodai Pramuka Ciamis Lanjutkan Kembali Perjuangan 

Sabtu, 8 November 2025

6 Tim Cabang Syahril Qur’an Bersaing di Final MTQH XXXIX, Tim Putra dan Putri dari Kabupaten Bandung Diantaranya

Jumat, 20 Juni 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste