Sabtu, 13 Juli 2024
BerandadeNewsH. Totong Jika Ingin Dipercaya Sekolah Harus Tunjukkan Prestasi

H. Totong Jika Ingin Dipercaya Sekolah Harus Tunjukkan Prestasi

Dejurnal. com, Bandung — Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan swasta akan tinggi jika prestasi dari lembaga pendidikan tersebut diperlihatkan. Baik prestasi akademis atau non akademis.

Demikian dijelaskan Pendiri Yayasan Pendidikan Satu Atap IAIS (Ibnu ‘Aqil Ibnu Sina) Soreang, H Totong Syamsudin SPd MSI, saat lounching Sekokah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Sina di Kampus IAIS, Jalan Lembur Tegal Desa Pamekaran Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (1/2/2020).

“Prestasinya harus diperlihatkan ke masyarkat sehingga masyarakat mempercayainya,” ujar Totong.

Lounching STAI Ibnu Sina ini berlangsung saat open haouse yang digelar IAIS. Acara open house ini dlakukan rutin tiap tahun sekali. Untuk tahun ini mendatangkan artis ternama asal Bandung Rizki Febriyan.

Totong bersyukur, sekolah dari mulai tingkat bawah sampai MA ini, kini sudah ada perguruan tingginya.

“Meski acara ini acara nuansa Islami, namun kita harus mengkaver keinginan generasi milenial, jadi tidak hanya berbicara yang bernuansa religi terus tapi seimbang antara budaya Islami, budaya lokal, nasional dan itu semua merupakan unsur religi,” kata Totong Syamsudin, di sela acara.

Totong Syamsudin memaparkan, STAI Ibnu Sina Soreang ini akan dibuka tiga fakultas. Yaitu Fakultas PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) dan Paud, dan Fakultas Ekonomi dengan nuansa ekonomi syariah.

Sarana prasarana untuk perguruan tinggi ini, kata Totong, sudah dipersiapkan, termasuk kampusnya disatukan dengan kampus IAIS, Soreang.

“Untuk membuka perguruan tinggi ini kita perisapkan, tidak asal-asalan, tertata dengan manajemen, SDM, termasuk dosen-dosen tetap harus dipersiapkan, ruang kelas, buku buku akademisnya dan fasilitas lainnya,” ucap Totong.

Menurut Totong, dalam mendirikan PT jangan hanya asal mendirikan, tapi sarana prasarannya harus lengkap. “Jangan sampai kampusnya tidak jelas, manajerialnya tidak jelas. Kita tidak ingin begitu. STAI Ibnu Sina Soreang, harus memopersiapkan segela sesuatunya, harus jadi sekolah yang dipercayai masyarakat,” tuturnya.

KataTotong, Yayasan IAI memiliki jumlah muridnya sebanyak 700 orang. Bahkan bagi siswa tidak mampu pihak yayasan mengratiskan biaya sekolah. “Di Boarding School hampir 80 persen anak yang tidak mampu dan 20 persennya adalah anak-anak yang mampu,” pungkas Totong.****

Reporter : Sopandi

Editor : Bung Elji

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI