Selasa, 16 Juli 2024
BerandadeNewsKPU Ciamis Lantik Serentak Sebanyak 3873 Pantalih

KPU Ciamis Lantik Serentak Sebanyak 3873 Pantalih

Komisi pemilihan umum (KPU) Ciamis melantik dan mengambil sumpah janji petugas pemuktahiran data pemilih (Pantalih) untuk pemilihan kepala daerah tahun 2024, di gedung serba guna desa panyingkiran kecamatan ciamis, 24 juni 2024.

Ketua KPU Oong Ramdhani mengatakan kita melakukan pelantikan Pentalih serentak sebanyak 3873 orang selama dua hari di kabupaten ciamis dari tanggal 24 sampai tanggal 25, dan di tempat ini kita melantik satu kecamatan ciamis sebanyak 301 orang.

Oong juga menjelaskan bahwa jumlah petugas Pantarlih yang menangani TPS variatif tergantung jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4)

“Jika jumlah DP4 di atas 400, maka akan ada dua orang pantarlih. Sedangkan, jika di bawah 400, cukup satu orang pantarlih,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dan akurasi dalam melakukan pemutakhiran data yang dilakukan oleh para petugas Pantarlih.

“Saya menyampaikan wanti-wanti untuk kehati-hatian kita karena harus akurat. Jangan sampai ada petugas pantalih yang melakukan pengumpulan massa di satu tempat untuk melakukan pencocokan dan penelitian. Artinya, kita harus door to door sesuai dengan alamat, by name by address, dan nanti langsung ditempel dengan stiker siapa saja yang menjadi hak pilih di rumah tersebut,” katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang jumlah pendaftar, Oong menyatakan bahwa jumlah pendaftar lebih dari kebutuhan yang ada.

“Yang mendaftar itu tentunya lebih dari kebutuhan. Kurang lebihnya saya tidak mengetahui secara pasti di divisi SDM, tetapi ada memang beberapa TPS yang mendaftar lebih dari kebutuhan,” ungkapnya.

Kemudian, Ia juga menegaskan bahwa honorarium bagi petugas pantarlih bersumber dari anggaran provinsi, bukan APBD Kabupaten Ciamis.

“Honor sebesar Rp1 juta itu tidak ada tunjangan, khusus untuk honorarium saja. Kebetulan untuk pantarlih dibiayai oleh provinsi, termasuk dengan atribut kelengkapan dan sebagainya,” ujarnya.

Oong juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong semua badan Ad Hoc bekerja sama dengan pemerintah untuk didaftarkan di BPJS, termasuk nanti untuk petugas PPS.

Mengenai akses ke daerah yang sulit dijangkau, Oong menyebut pentingnya melakukan pemetaan wilayah dan bekerja cerdas.

Namun, wilayah Ciamis menurutnya di dominasi oleh perkotaan walaupun ada beberapa baderah yang sulit diakses seperti Panawangan, Banjaranyar dan Pamarican.

“Makanya tadi saya sampaikan kerja keras, kerjacerdas, dan sebagainya. Jangan sampai kita ada kendala ketika ada medan yang susah dijangkau,” pungkasnya.

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI