• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Januari 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Penasihat Pasebban Abah Awie : Sah-sah Saja Kampung Sunda Dibangun di Tatar Sunda, Tapi Mungkin Aneh

bydejurnalcom
Rabu, 11 Juni 2025
Reading Time: 2 mins read
Penasihat Pasebban Abah Awie :  Sah-sah Saja Kampung Sunda Dibangun di Tatar Sunda, Tapi Mungkin Aneh

Penasihat Pasebban H. Heri Haryadi (Abah Awie).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Penasehat Paguyuban Seniman dan Budayawan Kabupaten Bandung (Pasebban) H. Heri Haryadi yang lebih akrab disapa Abah Awie.menilai pembangunan Kampung Sunda di Kecamatan Ibun sah-sah saja. Hanya, harus tahu tujuan dibangunnya Kampung Sunda tersebut.

“Sebetulnya masalah itu tergantung niat atau tujuan dibangunnya Kampung Sunda tersebut, ” kata Abah Awie di rumahnya bilangan Desa Mekarrahayu Kecamatan Margaasih, Rabu (11/6/2025).

Menurut mantan kepala Desa Mekarrahayu yang merintis Pasebban dari awal, hingga kini diketuai oleh Deni Sugiri, meski sah-sah saja Pemda Kabupaten Bandung mendirikan Kampung Sunda, tapi mungkin agak anéh jika Kampung Sunda didirikan di daerah Sunda.

BacaJuga :

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

“Agak aneh, sebab bukan di Bali, bukan di Jawa Tengah tetapi di tatar Sunda. Mungkin orang Sunda betanya-tanya baik dalam obrolan atau dalam hatinya, kenapa? Jadi harus digali apa tujuan Pemda mendirikan Kampung Sunda itu,” katanya.

Yang namanya kampung, kata Abah Awie yakni satu tempat yang penghuninya bukan seorang atau dua orang, bangunan rumahnya bukan satu atau dua rumah tapi merupakan satu kampung.
“Nah, sekampung ini di jaman sekarang kayaknya sudah jarang yang satu RW. Sekampung itu bisa 1 sampai 3 RW,” imbuhnya.

Sekarang dibangun Kampung Sunda di Ibun, menurut Bah Awie, yang namanya di tatar Jawa Barat termasuk di Kabupaten Bandung, tentu setiap perkampungan kampung orang Sunda, walaupun ada beberapa penghuninya mungkin bukan orang Sunda.

“Jadi Abah bingung bagaimana Kampung Sunda yang dimaksud dibangun di Ibun itu. Tapi, mungkin untuk menyajikan pintonan kebudayaan Sunda, bangunan ciri khas dan makanan khas Sunda,” katanya.

Namun, Bah Awie menegaskan, bahwa Kampung Sunda yang dibangun Pemda di Ibun sah-sah saja jika tujuannya untuk komersil. “Hanya saja mungkin bagi orang Sunda tidak aneh, tapi jika diketahui oleh orang luar Sunda mungkin ada rasa penasaran yang bagaimana Kampung Sunda itu,” katanya.

Abah Awie mengaku, dari pihak Pemda sendri tidak perna mengomunikasikan perihal pembangunan Kampung Sunda kepada para budayawan di Kabupaten Bandung.

“Abah rasa bukan dalam hal itu saja, dalam urusan kebudayaan yang lain pun rasanya tidak pernah dikomunikasikan dengan budayawan ahlinya,” kata Bah Awie yang pernah menerima pemghargaan Manusastar dari lima tokoh Kebahasaan dan Kesastraan dari Bupati Bandung Dadang Supriatna pada tahun 2023 ini.

Kampung Sunda di Kecamatan Ibun yang mulai pembangunannya Oktober tahun 2023 menjadi sorotan DPRD Kabupaten Bandung. Hal ini terungkap saat Komisi D DPRD Kabupaten Bandung yang diketuai oleh Cecep Suhendar melakukan kunjungan kerja ke Kampung Budaya Sunda di kawasan Kamojang, Kecamatan Ibun tersebut.

Cecep Suhendar, menegaskan bahwa Komisi D ingin memastikan pembangunan Kampung Sunda selaras dengan konsep budaya Sunda secara menyeluruh, meskipun Disperkintan belum menyerahkan pengelolaan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Komisi D ingin melihat langsung kesesuaian antara konsep dan kondisi lapangan.

Dari kunjungan tersebut anggota Komisi D merasa kecewa karena Kampung Sunda tidak memenuhi ekpektasi, disimpulkan bahwa, Kampung Sunda belum berhasil menampilkan jati diri masyarakat Sunda secara otentik. Pembangunan fisik belum mencerminkan esensi budaya yang seharusnya menjadi nilai utama kawasan tersebut.

Sehingga Komisi D menginginkan miniatur kampung Sunda yang hidup, tidak cukup hanya membangun tempat makan atau kios, tetapi harus menghadirkan sistem sosial dan nilai-nilai lokal. Komisi D juga Kecewa karena banyak bangunan yang ruksak terutama bagian belakang.
Padahal proyek bantuanPemerintah Provinsi Jawa Barat ini nilainya belasan miliar. Namun proses pelaksanaan tidak berjalan optimal, sehingga perlu ada evaluasi menyeluruh.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Bandungpasebban
Previous Post

Bupati Herdiat Tetapkan Surat Edaran Jam Malam Bagi Peserta Didik Demi Generasi Panca Waluya Jabar Istimewa

Next Post

Legislator F PKS H. Dadang Suryana Menilai 100 Hari Kerja Bupati HM. Dadang Supriatna

Related Posts

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra
deNews

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra

Kamis, 1 Januari 2026
Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat
deNews

Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat

Rabu, 31 Desember 2025
Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi  Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah
Kalam

Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah

Selasa, 30 Desember 2025
Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar
GerbangDesa

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 27 Desember 2025
deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet
deNews

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

Rabu, 24 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Brakk.. Bus Warga Baru Nabrak Cator

Rabu, 21 Oktober 2020

Ribuan Tenaga Honorer Unjuk Rasa di DPRD Garut, Diterima Komisi I

Rabu, 12 Maret 2025

Klinik Khasanah Ciamis Adakan Gebyar PROLANIS Meriahkan HUT BPJS ke-56

Minggu, 14 Juli 2024
Desa Pangauban Garut Raih Juara Pertama Anugerah Gapura Sri Baduga. (Foto : Dok. DPMD)

Gemilang! Desa Pangauban Raih ‘Pinunjul Kahiji’ Anugerah Gapura Sri Baduga

Rabu, 31 Desember 2025

Pemdes Suci Penetrasikan Anggaran IP untuk Rehabilitasi Jalan Desa

Sabtu, 1 November 2025

Hasil Rapid Tes Diyatakan Reaktif Namun Ternyata Negatif, Satu Dari Tujuh Orang Merasa Dirugikan

Rabu, 13 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste