• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah Yang Menggunung Hampir Disekitaran Wilayah Kecamatan Cileunyi

bydejurnalcom
Jumat, 15 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
Bau Busuk Akibat Tumpukan Sampah Yang Menggunung Hampir Disekitaran Wilayah Kecamatan Cileunyi

Tumpukan Sampah yang Menumpuk dan Menggunung di Wilayah Kecamatan Cileunyi yang Beraroma Baunya sangat menyengat

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Kab.Bandung – Sampah menumpuk dan menggunung di sejumlah titik di Kabupaten Bandung, termasuk di Kecamatan Cileunyi, warga pun meluapkan kekesalannya dan tebar ancaman.

Mereka mengancam tak akan membayar retribusi sampah yang tiap bulan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sesuai MoU jika sampah menumpuk karena tak ditarik.

“Jujur saja, setiap bulan kami tak pernah telat membayar retribusi sampah ke DLH Kabupaten Bandung. Jika ditariknya tertunda terus, kami tak akan membayar retribusi sampah,” kata pengurus RW yang enggan disebut namanya di salah satu komplek perumahan di Cileunyi, Kamis (14/5/2026).

BacaJuga :

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Menurutnya, ancaman ini dilontarkan karena pihak DLH Kabupaten Bandung hingga saat ini belum melakukan langkah efektif untuk penanganan sampah menyusul dibatasinya kuota ritase sampah ke TPAS Sarimukti.

“Meski ancaman dilontarkan ke DLH Kabupaten Bandung, masih kata pengurus RW perumahan setempat, namun ini pun masukan untuk Pemprov Jabar, bagaimana penanganan sampah di wilayah Bandung Raya, termasuk di Kabupaten Bandung terkait TPAS Sarimukti yang sudah over kapasitas,”ungkapnya.

Lebih lanjut pengurus RW menyampaikan,“Bahkan saya menanyakan bagaimana keberadaan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional di Legoknangka Nagreg, Kabupaten Bandung yang sudah dibangun lama dengan biaya besar, kapan difungsikan ( beroperasi)?,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, retribusi sampah dari tiap RW di Kecamatan Cileunyi bervariasi mulai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta lebih per bulan dihitung dari jumlah KK di masing-masing RW baik di perkampungan ataupun komplek-komplek perumahan.

Sementara berdasarkan pantauan, tumpukan dan gunungan sampah hingga saat ini di Kecamatan Cileunyi terlihat di pinggir-pinggir jalan desa, kabupaten, jalan nasional dan di komplek-komplek perumahan. Termasuk di Pasar Sehat Cileunyi (PSC).

Kepala UPTD Kebersihan wilayah 5, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Arif ketika dikonfirmasi membenarkan jika tertundanya penarikan sampah ada sejumlah warga di Cileunyi katanya akan menyetop retribusi sampah ke DLH Kabupaten Bandung

“Jika ada warga mau menyetop retribusi sampah kami tak bisa melarang, silahkan bikin surat. Hanya tertunda atau terhambatnya penarikan sampah terkait dibatasinya kuota ritase sampah ke TPAS Sarimukti,” ucap Arif.

Arif mengakui bahwa saat ini di wilayah Cileunyi masih terdapat tumpukan dan gunungan sampah di sejumlah titik. Salah satunya di Pasar Sehat Cileunyi (PSC) yang baru 1 truk ditarik terkendala terbatasnya kuota ritase ke TPSA Sarimukti.

“Bahkan Rabu (13/6/2026) kemarin kuota ritase sudah habis. Kami masih menunggu kuota tambahan lagi baru bisa narik,” kata Arif.

Sebelumnya Arif mengatakan, tumpukan dan gunungan sampah bukan hanya di wilayah 5, namun nyaris menyeluruh di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk di garasi DLH Jalan Citaliktik Soreang yang belum sempat di tarik.

“Kendala utama tertundanya penarikan sampah karena terkait terbatasnya kuota ritase ke TPAS Sarimukti,”ungkap Arif.

Arif menegaskan saat ini, kuota ritase sampah dari Kabupaten Bandung ke TPAS Sarimukti hanya 280 ton sampah per hari, sementara normalnya harus 1.000 ton sampah per hari.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ade Sofyan Harapkan PAKSI Garut Jadi Wadah Advokat Sunda yang Solid dan Profesional

Next Post

Ditjen Dukcapil Tegaskan Fotokopi KTP-el Masih Boleh, Kadisdukcapil Ciamis Minta Warga Tak Salah Paham

Related Posts

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI
deNews

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra
deNews

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra

Kamis, 13 Agustus 2026
GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
deNews

GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti
deNews

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

Kamis, 13 Agustus 2026
DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati  KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
deNews

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja
deNews

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Kamis, 13 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

1 Ton Beras Sample Dari Bulog Dikembalikan Dianggap Tak Layak Konsumsi

Jumat, 15 Mei 2020
Ilustrasi Rudapaksa/freepik.com

Brigade Rakyat Ingatkan Anggota DPRD Garut Terkait Kasus Pemerkosaan Balita : Aksi Nyata, Jangan ‘Omon-Omon’

Jumat, 11 April 2025

PUTR Bandung Pastikan Jalan Mantap 90 Persen Di Akhir Jabatan Bupati

Jumat, 30 Oktober 2020

Forum Warga Penggarap Lahan Eks HGU PT. Condong Desak Pembatalan SK Bupati Tentang Penetapan Subjek Redistribusi Tanah

Kamis, 18 Desember 2025

Pelantikan dan Raker PCNU kab Bandung

Rabu, 28 Desember 2016

Terkait Ada Setoran BPNT Rp 1.000/KPM Buat Tikor Kecamatan, TKSK Sukamantri Angkat Bicara

Rabu, 28 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste