Dejurnal.com, Garut – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat ada 23 Kasus Positif Hanta Virus yang tersebar di beberapa Provinsi Indonesia diantarnya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, dan berkaitan hal tersebut menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, saat ditemui di Sekertariat Daerah memastikan sampai saat ini belum ada Warga Kabupaten Garut, yang terpapar Hanta Virus. Selasa, 12 Mei 2026.
Dimana penyakit ini ditularkan melalui hewan pengerat (tikus), kasus ini bukanlah hal yang baru, sejak tahun 2024 tercatat ada sekitar 251 kasus suspek dan 23 kasus dinyatakan positif hingga Mei 2026, dimana penularan virus hanta ini melalui kontak langsung urine, kotoran, dan air lieur hewan pengerat tikus/ celurut yang terinfeksi. Terkait penularan melalui manusia atau kontak langsung dari manusia kemanusia belum ada bukti kuat.
Dimana Provinsi Jawa Barat, merupakan salah satu Provinsi dari 9 (sembilan) Provinsi tersebar Virus Hanta. Namun menurut dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., Kepala Dinas Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, mengatakan bahwa sampai hari ini belum ada masyarakat Garut yang dilaporkan terkena virus tersebut.
“Sampai saat ini Alhamdulillah, tidak ada warga atau masyarakat Kabupaten Garut yang dilaporankan positif Virus Hanta itu sendiri, dan Alhamdulillah mudah mudah tidak ada “. Tegasnya.
Namun meski demikian dr. Leli Kepala Dinas Kesehatan Garut menyampaikan pesan yang mendalam.
“Meskipun belum ada laporan kasus, saya berharap kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Garut, untuk tetap menjalankan hidup sehat dan senantiasa selalu menjaga kebersihan lingkungan, khususnya binatang pengerat sebagai penyebaran Virus Hanta, dan selalu untuk berkordinasi”. Tandasnya.***Yohaness















