Dejurnal.com, Garut – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Garut periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Jumat (8/5/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Kabupaten Garut dalam memperkuat peran strategis KADIN sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua KADIN Kabupaten Garut terpilih periode 2026–2031, Agus Ridwan, SH, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi yang dipimpinnya menjadi lebih solid dan berorientasi pada solusi nyata. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus dan anggota KADIN merupakan satu kesatuan yang kuat layaknya keluarga, sehingga diharapkan mampu bekerja secara sinergis dalam menjalankan berbagai program ke depan.
Menurut Agus, salah satu fokus utama KADIN saat ini adalah sektor infrastruktur, khususnya penanganan persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi permasalahan tahunan di Kabupaten Garut. Ia menilai, persoalan sampah bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain itu, KADIN Garut juga membuka peluang besar di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan melalui program beasiswa dan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah kerja sama dengan pihak Korea Selatan yang mencakup pemberian beasiswa serta peluang kerja musiman bagi masyarakat Garut.
Agus menjelaskan bahwa melalui program tersebut, masyarakat terutama generasi muda memiliki kesempatan untuk bekerja di Korea Selatan dengan kisaran penghasilan mencapai Rp30 juta per bulan. Ia mengajak masyarakat yang memiliki minat untuk memanfaatkan peluang ini dengan menghubungi pihak KADIN sebagai fasilitator resmi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Garut untuk meningkatkan taraf hidup melalui program beasiswa dan kerja sama tenaga kerja ke luar negeri. Ini sudah melalui kajian matang dan didukung oleh jaringan perusahaan yang berpengalaman di bidang persampahan dan kerja sama internasional,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini digagas bersama jajaran pengurus KADIN yang memiliki pengalaman panjang di sektor pengelolaan sampah nasional serta telah menjalin kerja sama selama lebih dari 20 tahun dengan berbagai pihak di Korea Selatan, termasuk pemerintah daerah di Indonesia.
Lebih lanjut, Agus berharap Pemerintah Kabupaten Garut dapat menyambut baik inisiatif tersebut, terutama dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat dalam jumlah besar. Ia optimistis, jika program ini berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah, maka akan tercipta lapangan kerja yang signifikan, bahkan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Di sisi lain, terkait isu dualisme organisasi yang sempat mencuat, Agus menegaskan bahwa KADIN yang sah hanya satu, sebagaimana telah dijelaskan oleh Ketua KADIN Jawa Barat. Ia mengajak semua pihak untuk tetap fokus pada tujuan utama organisasi, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pelantikan ini, KADIN Kabupaten Garut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dunia usaha yang adaptif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi konkret bagi berbagai tantangan daerah, mulai dari persoalan lingkungan hingga penciptaan lapangan kerja.***Willy















