Dejurnal.com, Bandung— Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop tahap lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya
Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Bandung Raya, Sabtu 9 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang diselenggarakan di berbagai daerah seluruh Indonesia.
Tahun ini. kegiatan Program NPET diminati 4.413 mendaftar, dan sebanyak 3.535 pendaftar terpilih sebagai peserta Tahap Dasar program NPET dimana pada tahap ini peserta telah mengikuti angkaian asesmen awal, pembelajaran menjadi guru belajar, pondasi dasar gaya hidup sehat dan pelatihan guru konten kreator serta pendampingan, pada tahap ini memperdalam desain pembelajaran JOK yang lebih bermakna, dan berdampak pada perubahan perilaku murid. Hingga kini para peserta memasuki tahap lanjutan salah satunya kegiatan workshop.
Workshop ini menjadi bagian dari tahap lanjutan program NPET yang berfokus pada penguatan praktik pembelajaran yang dilaksanakan secara luring di 18 Nutrihub- Community hub Nutrifood
yaitu: Denpasar, Serpong, Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, Makassar, Padang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Lombok, Jambi dan 3 sesi daring untuk peserta yang berada di luar/jauh dari area Nutrihub.
Melalui workshop ini, guru PJOK dikuatkan perannya sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat yang lebih holistik dan transformatif. Mereka disiapkan untuk tidak lagi hanya mengajar dengan pendekatan teknis yang terbatas pada keterampilan fisik.
Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan gaya hidup anak-anak yang masih didominasi oleh pola tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula dan lemak, serta penggunaan gawai yang berlebihan.
CEO Nutrifood Mardi Wu menyampaikan bahwa guru PJOK memiliki peran penting dalam membangun fondasi gaya hidup sehat sejak dini.
Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat yang dapat berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak.
“Melalui pembelajaran yang tepat, guru dapat mendorong kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa,” ujarnya.
Program NPET dirancang untuk membekali guru PJOK sebagai teladan gaya hidup sehat yang mengintegrasikan aktivitas fisik, nutrisi seimbang, dan istirahat berkualitas dalam pembelajaran.
Pada workshop ini, peserta mendapatkan penguatan dalam merancang strategi pembelajaran kreatif, teknik pelibatan murid dalam pembelajaran, serta modul ajar dan asesmen yang aplikatif dan bermakna. Sehingga dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Ketua Operasional Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban, menegaskan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis sebagai pemimpin perubahan gaya hidup di sekolah. Menurutnya,
peran guru PJOK tidak lagi terbatas pada pengajaran keterampilan olahraga, tetapi juga dalam membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat.
“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup
sehat,” katanya.
Ia menambahkan, untuk mendorong perubahan tersebut, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, yang tidak hanya berfokus pada instruksi, tetapi juga mampu membentuk
kebiasaan dan cara berpikir murid. Pendekatan ini menggabungkan pembelajaran bermakna (deep learning) dengan konteks kehidupan nyata, sehingga perubahan yang terjadi tidak bersifat
sementara, melainkan berkelanjutan.
Setelah workshop ini, program akan berlanjut pada tahap implementasi pembelajaran di sekolah, pendampingan, hingga publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan hingga tahap akhir program.














