CIAMIS, deJurnal,- Di tengah berkembangnya tuntutan pendidikan anak usia dini yang kerap berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kehidupan justru menjadi fondasi yang tak kalah penting bagi masa depan anak.
Pemahaman itulah yang menjadi salah satu pijakan pendidikan di RA Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis.
Berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, lembaga pendidikan anak usia dini ini berupaya menghadirkan pembelajaran yang seimbang antara pengembangan kemampuan akademik dasar, pembentukan karakter islami, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala RA Al-Fadliliyah Darussalam, Lili Herlina, S.H., S.Pd., mengatakan bahwa pendidikan usia dini merupakan fase penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak yang akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan anak mengenal huruf atau angka, tetapi juga dari bagaimana mereka belajar menghormati orang lain, menjaga kebersihan, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak yang baik.
“Pada usia dini, anak-anak berada pada masa emas perkembangan. Apa yang dibiasakan hari ini akan menjadi bagian dari kepribadian mereka di masa depan. Karena itu kami berupaya menanamkan nilai-nilai islami dan karakter positif dalam setiap aktivitas pembelajaran,” ujar Lili.
RA Al-Fadliliyah Darussalam mengusung visi “Terwujudnya Lembaga Pendidikan Islam yang Berkualitas, Ramah Anak dan Berbudaya Lingkungan.” Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Dalam kesehariannya, peserta didik dibiasakan menerapkan perilaku islami mulai dari mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, menjaga sopan santun, menghormati guru dan orang tua, hingga belajar berbagi dengan teman.
Pembiasaan tersebut dilakukan secara bertahap dan menyenangkan agar anak mampu memahami nilai-nilai kebaikan bukan sebagai kewajiban semata, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.
Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam yang berada di lingkungan pesantren, RA Al-Fadliliyah juga memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan dasar keagamaan.
Anak-anak diperkenalkan dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode IQRA, hafalan doa-doa harian, praktik ibadah sederhana, serta pengenalan kisah-kisah teladan yang mudah dipahami sesuai usia mereka.
Meski demikian, proses pembelajaran tetap dikemas melalui pendekatan yang ramah anak. RA Al-Fadliliyah menerapkan metode tematik integratif dan berbasis bermain (play-based learning), sehingga anak-anak dapat belajar sambil bereksplorasi, berkreasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Kami ingin anak merasa senang saat belajar. Dunia anak adalah dunia bermain, sehingga pembelajaran harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan perkembangan mereka,” kata Lili.
Selain pembentukan karakter dan pendidikan keagamaan, RA Al-Fadliliyah Darussalam juga menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari budaya sekolah yang dibangun melalui berbagai kegiatan sederhana namun bermakna.
Anak-anak dibiasakan menjaga kebersihan ruang kelas, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, serta memahami pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
Kebiasaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam sejak usia dini.
Konsep pendidikan berbudaya lingkungan yang diterapkan sejalan dengan upaya menciptakan sekolah yang nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Karena hal tersebut RA Al-Fadliliyah Darussalam pada tahun 2024 juga ditu juk sebagai sekolah Adiwiyata.
Didukung suasana religius khas lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, proses pendidikan berlangsung dalam lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter.
Berbagai sarana pembelajaran terus dikembangkan guna menunjang kegiatan belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Tak hanya itu, RA Al-Fadliliyah Darussalam juga menjadi Laboratorium School bagi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sehingga membuka ruang bagi pengembangan inovasi pendidikan serta peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Lili Herlina berharap pendidikan yang diberikan mampu menjadi bekal awal bagi anak-anak dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya sekaligus menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, peduli terhadap sesama, mencintai lingkungan, dan memiliki pondasi keislaman yang kuat. Itulah investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ungkapnya.
Di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat, pendidikan karakter semakin menjadi kebutuhan.
Melalui pendekatan yang memadukan pembelajaran, pembiasaan akhlak, dan kepedulian lingkungan, RA Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis terus berkomitmen menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya.(Nay Sunarti)

















