CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat kualitas birokrasi melalui peningkatan kapasitas aparatur sipil negara.
Sebanyak 30 pejabat administrator resmi menuntaskan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, Kamis (6/8/2026).
PKA merupakan bekal untuk melahirkan pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong percepatan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Penutupan pelatihan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis dan dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat diwakili Analis pengembangan kompetensi ASN ahli madya Drs. H. Jejen Hendra Permana, M.Si., juga hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi, Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, para kepala perangkat daerah, widyaiswara, serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh peserta menyelesaikan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tersebut.
Menurutnya, kelulusan para peserta bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan pemerintahan yang semakin profesional.
“Awalnya saya berkeinginan hadir sekaligus memberikan materi pada kegiatan ini. Namun karena ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan, saya hanya bisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai. Saya bangga karena seluruh peserta berhasil lulus,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, pejabat administrator merupakan salah satu pilar penting dalam birokrasi pemerintah daerah. Mereka memegang peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan daerah dengan implementasi di lapangan.
Seorang pejabat administrator, kata dia, bukan hanya bertugas menjalankan roda administrasi pemerintahan, tetapi juga memimpin pelaksanaan pelayanan publik, mengelola sumber daya organisasi, serta memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif sesuai target yang telah ditetapkan.
“Pejabat administrator harus memiliki tanggung jawab dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik, administrasi pemerintahan, dan bertanggung jawab terhadap pembangunan bagi keberlangsungan unit organisasinya,” tegasnya.
Ia menilai tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks. Karena itu, aparatur dituntut tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin perubahan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan secara tepat, dan melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurut bupati, Pelatihan Kepemimpinan Administrator menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk pemimpin birokrasi yang mampu menjawab tantangan tersebut.
Selama mengikuti pelatihan, peserta dibekali kompetensi manajerial, kepemimpinan pemerintahan, hingga penyusunan aksi perubahan yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh pejabat administrator memiliki arah pembangunan yang sama. Ia menegaskan tidak boleh ada perangkat daerah yang berjalan dengan visi dan misi sendiri.
Seluruh kebijakan, program, dan inovasi yang dilaksanakan perangkat daerah harus mengacu pada RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun 2025–2029, sebagai penjabaran visi “Ciamis Maju dan Berkelanjutan.”
“Semua harus bergerak dalam satu arah. Tidak perlu lagi ada visi dan misi masing-masing perangkat daerah. Kita sudah memiliki RPJMD sebagai pedoman bersama sehingga seluruh program harus sejalan, seirama, dan saling menguatkan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Ciamis,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan, tetapi juga oleh kemampuan para pejabat administrator dalam menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, aksi perubahan yang telah disusun selama mengikuti PKA diminta tidak berhenti sebagai tugas akhir pelatihan, melainkan benar-benar diimplementasikan sebagai inovasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan kinerja organisasi.
“Dengan berakhirnya pelatihan ini, saya berharap para pejabat administrator mampu memimpin dan mengelola unit organisasinya sesuai kompetensi manajerial serta mengimplementasikan aksi perubahan yang mampu meningkatkan kinerja organisasi demi terwujudnya Ciamis Maju dan Berkelanjutan,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada lima peserta terbaik yang berhasil meraih prestasi selama pelaksanaan PKA.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi aparatur lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Tak lupa, apresiasi diberikan kepada BKPSDM Jawa Barat yang telah memberikan pendampingan dan menjamin mutu penyelenggaraan pelatihan sehingga Kabupaten Ciamis mampu menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Administrator secara mandiri.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada BKPSDM Kabupaten Ciamis, panitia penyelenggara, serta seluruh widyaiswara yang telah mendampingi peserta selama proses pembelajaran.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026 diikuti oleh 30 pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Program tersebut bertujuan memenuhi standar kompetensi manajerial aparatur sekaligus membentuk pemimpin birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu melahirkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.
Bupati berharap pelatihan tersebut menjadi titik awal lahirnya para pemimpin birokrasi yang tidak hanya memiliki kompetensi manajerial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing.
Melalui kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, para pejabat administrator diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja organisasi maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan demikian, reformasi birokrasi tidak berhenti sebatas konsep atau dokumen perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, akuntabel, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Itulah yang akan menjadi fondasi dalam mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















