Dejurnal.com,Cianjur -Sejumlah penghuni salah satu kawasan perumahan di Kabupaten Cianjur mengeluhkan belum terpenuhinya fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sebelumnya dijanjikan pihak pengembang. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan komitmen developer dalam menyediakan hunian yang layak dan nyaman.
Alih-alih menikmati fasilitas perumahan sebagaimana yang ditawarkan saat pemasaran, warga justru harus mengandalkan kemampuan sendiri untuk memenuhi sejumlah kebutuhan lingkungan.
Salah satunya adalah pembangunan tempat ibadah yang hingga kini masih mengandalkan swadaya masyarakat. Tidak hanya itu, akses jalan lingkungan pun sebelumnya harus diperbaiki secara mandiri oleh warga karena dinilai belum mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak awal pembelian rumah, pihak pengembang menawarkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari tempat ibadah, taman, hingga infrastruktur jalan yang memadai.
Namun, dalam kenyataannya, sejumlah fasilitas tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
“Kami membeli rumah tentu berharap mendapatkan lingkungan yang nyaman sesuai dengan apa yang dijanjikan. Tetapi kenyataannya, masih banyak fasilitas yang belum tersedia dan warga harus berusaha sendiri,” keluhnya.
Persoalan kembali mencuat ketika warga meminta pihak developer melakukan pengaspalan jalan lingkungan sekitar satu pekan lalu.
Meski permintaan tersebut disetujui dan pengaspalan telah dilaksanakan, hasil pekerjaan justru kembali menjadi sorotan. Warga menilai kualitas pengaspalan kurang maksimal karena permukaan jalan masih menimbulkan debu yang beterbangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beni, salah seorang penghuni perumahan, menyayangkan hasil perbaikan tersebut. Ia menilai pekerjaan pengaspalan seharusnya mampu memberikan kenyamanan bagi penghuni, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
“Pengaspalan seperti ini bukan hanya membuat jalan terlihat jelek, tetapi justru bisa menambah penyakit. Kalau ada angin, debunya ke mana-mana dan sangat mengganggu kesehatan warga,” ungkap Beni dengan nada kecewa.
Atas kondisi tersebut, warga berharap pihak pengembang tidak mengabaikan keluhan yang telah disampaikan. Mereka meminta adanya perbaikan secara menyeluruh, baik terhadap kualitas jalan maupun pemenuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang menjadi bagian dari kewajiban pengembang.
Selain itu, warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi perumahan tersebut.
Pengawasan pemerintah dinilai penting agar pembangunan kawasan perumahan berjalan sesuai ketentuan dan hak-hak konsumen tetap terlindungi.
Warga berharap persoalan ini mendapat perhatian serius sehingga mereka benar-benar dapat menikmati hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman sebagaimana yang diharapkan sejak awal membeli rumah.***Latif


















