CIAMIS, deJurnal,- Peran aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai tingkatan kembali menjadi motor utama penguatan pelayanan zakat di Kabupaten Ciamis.
Mulai dari UPZ desa, kecamatan, masjid, SKPD, lembaga vertikal hingga komunitas, seluruhnya ikut berkontribusi dalam memastikan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ditemui deJurnal Ketua BAZNAS Ciamis didampingi Sekretaris menerangkan pada Triwulan I Tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis mencatat total penyaluran dana ZIS mencapai lebih dari Rp9,8 miliar.
Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dakwah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, MBA menyebut, keberhasilan penyaluran tersebut tidak terlepas dari peran strategis jaringan UPZ yang menjadi garda terdepan pelayanan umat di lapangan.
“UPZ bukan hanya mitra penghimpunan, tetapi juga penghubung utama antara BAZNAS dan masyarakat. Karena hadir langsung di tengah masyarakat, penyaluran zakat bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan riil warga,” ujarnya Rabu (14/05/2026)
Dari total dana zakat yang disalurkan, alokasi terbesar diberikan kepada asnaf fakir miskin dengan nilai mencapai Rp2,94 miliar.
Bantuan tersebut didominasi program pemenuhan kebutuhan dasar dan bantuan pangan masyarakat yang nilainya menembus lebih dari Rp2 miliar.
Sebagian besar bantuan tersebut disalurkan melalui jaringan UPZ di tingkat desa dan lingkungan masyarakat, sehingga distribusinya dinilai lebih efektif dan menyentuh langsung penerima manfaat.
Selain bantuan kebutuhan pokok, BAZNAS Ciamis juga menyalurkan bantuan pengobatan bagi masyarakat prasejahtera senilai lebih dari Rp252 juta. Sementara bantuan untuk guru sukarelawan prasejahtera mencapai Rp489,5 juta.
Pada sektor fisabilillah, penyaluran dana zakat mencapai lebih dari Rp826 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah, pendidikan kader ulama dan santri, rehabilitasi sarana keagamaan hingga insentif guru agama.
Program bantuan kegiatan syiar Islam menjadi penyaluran terbesar pada sektor tersebut dengan nilai lebih dari Rp409 juta.
Sementara itu, Sekretaris BAZNAS Ciamis Kikin Mutakin,M.Pd, meyebutkan untuk penyaluran dana infak dan sedekah pada bidang dakwah dan keagamaan juga tercatat cukup besar, yakni lebih dari Rp1,8 miliar.
“Program kegiatan syiar Islam kembali menjadi yang terbesar dengan nilai mencapai Rp1,03 miliar,” ucapnya
Mayoritas program keagamaan tersebut dilaksanakan bersama jaringan UPZ di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Pada sektor sosial dan kemanusiaan, penyaluran dana infak dan sedekah mencapai lebih dari Rp1,57 miliar.
Program paket sembako Ramadhan menjadi bantuan terbesar dengan nilai mencapai Rp623 juta. Selain itu, bantuan rumah tinggal layak huni (Rutilahu) disalurkan sebesar Rp415 juta, sementara bantuan kebencanaan mencapai Rp292 juta.
Kikin menilai program tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat, terutama bagi warga prasejahtera dan korban bencana.
Sektor kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama penyaluran ZIS sepanjang Triwulan I 2026. Total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp805 juta.
Dana tersebut digunakan untuk bantuan pengobatan masyarakat hingga dukungan pembangunan dan perbaikan infrastruktur fasilitas kesehatan.
Menariknya, bantuan infrastruktur kesehatan menjadi penyaluran terbesar di sektor ini dengan nilai mencapai Rp693 juta.
Kikin menambahkan selain bantuan sosial konsumtif, BAZNAS Ciamis juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Bantuan Modal Usaha Kecil (BMUK).
“Pada Triwulan I 2026, bantuan modal usaha yang bersumber dari dana infak dan sedekah mencapai lebih dari Rp71 juta. Bantuan tersebut disalurkan kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat prasejahtera di berbagai desa,” tuturnya
Program BMUK menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi mustahik agar tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi mampu tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Lebih lanjut Kikin menerangkan melalui pendekatan pemberdayaan, penerima manfaat tidak hanya memperoleh tambahan modal usaha, tetapi juga pendampingan sosial serta penguatan semangat usaha berbasis kebersamaan masyarakat.
“Dengan penguatan tata kelola dan kolaborasi bersama jaringan UPZ, kami terus berupaya dna berkomitmen untuk memastikan dana ZIS tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















