Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, menggelar Kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lainnya Tahun 2026 yang dipusatkan di Aula Banyoe Sinergi Mandala Waterboom, Jalan Jenderal Sudirman No. 139 Copong, Garut, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu sekaligus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Sukamentri Wijiyono, S.E., M.Si., didampingi Sekretaris Kelurahan Sukamentri Redy Renaldy, S.E., Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Sofi Meliyani, S.AP., Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Garut Kota Suliyani Achmad Mawardi, serta seluruh kader Posyandu dari setiap RW di wilayah Kelurahan Sukamentri.
Dalam sambutannya, kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan wawasan kader Posyandu mengenai pelayanan kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, penanganan tuberkulosis (TB) paru, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat.
Usai kegiatan, Lurah Sukamentri Wijiyono menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung lancar berkat dukungan seluruh pihak.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan. Kami menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kapasitas kader Posyandu. Ini bukan pertama kalinya, karena setiap tahun kami selalu melaksanakan kegiatan serupa sebagai wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, sekaligus mempererat sinergi antar kader,” ujarnya.
Menurut Wijiyono, Pemerintah Kelurahan Sukamentri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah revitalisasi Posyandu yang telah dilaksanakan secara bertahap.
Ia menjelaskan, Kelurahan Sukamentri memiliki 26 RW dan 120 RT yang seluruhnya menjadi fokus pelayanan kesehatan masyarakat. Tahun ini, pemerintah kelurahan juga menyalurkan berbagai bantuan penunjang kesehatan.
“Kami memberikan hibah berupa tong sampah yang nantinya akan diserahkan kepada sekolah-sekolah di wilayah Sukamentri. Selain itu, setiap Posyandu juga mendapatkan berbagai perlengkapan seperti alat cek tekanan darah, buku administrasi kesehatan, buku KIA, buku SIP, balok SKDN, hingga berbagai sarana penunjang lainnya yang kini telah kami lengkapi,” jelasnya.
Menurutnya, kelengkapan sarana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, balita, serta kelompok rentan lainnya.
Wijiyono menegaskan bahwa target besar Kelurahan Sukamentri adalah mewujudkan zero stunting dan menghilangkan kasus gizi buruk.
“Kami berharap dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Sukamentri bisa menjadi wilayah yang sehat. Target kami jelas, yaitu zero stunting dan tidak ada lagi kasus gizi buruk. Karena itu setiap tahun kami selalu memasukkan program kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan kelurahan,” tegasnya.
Selain persoalan stunting, Pemerintah Kelurahan Sukamentri juga memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) Paru yang masih menjadi salah satu kasus kesehatan terbanyak di wilayah tersebut.
Menurut Wijiyono, kondisi permukiman yang padat menyebabkan risiko penyebaran TB Paru cukup tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya secara rutin melakukan skrining kesehatan kepada masyarakat melalui kader Posyandu.
“Suspek TB Paru di wilayah kami memang cukup banyak karena kondisi lingkungan yang padat penduduk. Namun kami bersyukur mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan, yayasan peduli TB Paru, serta berbagai pihak sehingga kini telah berdiri rumah singgah bagi penderita TB Paru di Sukamentri. Dengan adanya fasilitas tersebut kami lebih cepat melakukan penanganan terhadap warga yang terindikasi TB,” katanya.
Ia menambahkan, kader Posyandu menjadi ujung tombak dalam mendeteksi dini berbagai permasalahan kesehatan masyarakat.
“Melalui kader Posyandu kami rutin melakukan skrining. Jika ditemukan warga yang terindikasi memiliki masalah kesehatan, maka segera dilakukan tindakan dan pendampingan agar penanganannya lebih cepat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Garut Kota, Suliyani Achmad Mawardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kader Posyandu merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan penurunan angka stunting.
Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan penerapan PHBS di masyarakat.
“Program pemerintah saat ini memang sangat fokus terhadap penanganan stunting. Namun stunting bukan hanya soal makanan bergizi, melainkan juga dipengaruhi oleh lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu penerapan PHBS menjadi faktor yang sangat penting dalam mencegah lahirnya anak-anak yang mengalami stunting,” ujarnya.
Suliyani menilai kegiatan yang digagas Pemerintah Kelurahan Sukamentri layak menjadi contoh bagi wilayah lain karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghadirkan solusi nyata melalui kolaborasi lintas sektor.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kader Posyandu merupakan relawan yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Mereka tidak menerima gaji tetap, hanya mendapatkan bantuan operasional yang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan tanggung jawab yang mereka emban. Namun dedikasi mereka sangat luar biasa,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah Lurah Sukamentri yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Puskesmas, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Pak Lurah berhasil menjembatani kerja sama dengan berbagai stakeholder dan lintas sektor. Kehadiran Puskesmas dalam kegiatan ini memberikan edukasi yang sangat bermanfaat mengenai PHBS agar masyarakat benar-benar memahami bagaimana menciptakan lingkungan yang sehat,” jelasnya.
Menurut Suliyani, pemberian tong sampah kepada sekolah-sekolah juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kelurahan Sukamentri dalam membangun budaya hidup bersih.
“Pemberian tong sampah ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi menjadi simbol bahwa pemerintah kelurahan memiliki komitmen besar untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Suliyani berharap seluruh kader Posyandu mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama kegiatan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para kader tidak hanya hadir lalu selesai. Tetapi mereka benar-benar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengedukasi warga tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Jika itu dilakukan secara konsisten, maka masyarakat Sukamentri akan menjadi masyarakat yang lebih sehat, angka stunting dapat ditekan, dan kualitas hidup warga pun akan semakin meningkat,” pungkasnya.***Willy















