• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

“Dukun-dukunan Pedal”, Keikhlasan dan Kebersahajaan Anak Pesantren

bydejurnalcom
Rabu, 12 Juli 2023
Reading Time: 2 mins read
“Dukun-dukunan Pedal”, Keikhlasan dan Kebersahajaan Anak Pesantren
ShareTweetSend

Oleh : Abah Zaenal *)

Pagi itu, Selasa 11 Juli 2023, di sebuah rumah baca Al Quran di pinggir kali Ciliwung kawasan Kober Margonda Depok Jawa Barat, mak Ayu Snow White, panggilan akrab dari nyonya Rahma Dona Wahyu Ningrum (33), istrinya pak kiyai pendiri Pondok Pesantrèn al Quran Dar El Furqan, begitu khusu’ memberi arahan kepada anak santrinya, tentang “keikhlasan” dan “penguatan niat” dalam berdakwah.

Selesai berdo’a ketujuh santri itu pun berangkat dengan menggunakan motor menuju sebuah gedung pertunjukan yang legendaris di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, gedung kesenian mis Tjitjih, hehehehe mau ngapain ini santri kok ke gedung kesenian ?

BacaJuga :

Pendayagunaan Zakat Produktif BAZNAS Ciamis Tunjukkan Hasil Membanggakan

Lepas 415 Atlet ke Porprov XV Jabar 2026, Purwakarta Targetkan 18 Medali Emas

SDN 1 Linggarsari Plered Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek dan P2SP Dukung Revitalisasi Pendidikan

hehehehe, santai, mereka hendak menampilkan sebuah pertunjukan teater dalam sebuah kurasi Festival Teater Jakarta yang diselenggarakan setiap tahun oleh ATAP, Asosiasi Teater Jakarta Pusat.

Panggung gelap dan tanpa properti apapun, enam orang santri dan mak Ayu Snow White masuk berlenggang lenggok dalam temaram dan kemudian duduk sejenak membelakangi penonton, dan “Ikaan paiiis, kelaponyo mudo, dibungkus daun talas rapi-rapi, dikebek tali mesiang………”, penonton pun terkesiap sejenak, tapi kemudian ada yang perlahan bergumam ikut berdendang dan bahkan ikut bergoyang di kursinya, sungguh ini opening yang menawarkan keterlibatan penonton masuk kedalam pentas mereka, apalagi disusul dengan tampilan dialog suami istri yang nyerocos, berperang lidah hingga perang perabot rumahtangga memukau penonton untuk turut serta menertawakan fenomèna fakta objective kemiskinan dan mental miskin sebagian masyarakat.

Sekalipun dialog yang disajikan menggunakan bahasa dan dialek asli bahasa Bengkulu, bahkan tetiba muncul sosok yang berbahasa Sunda, dialog itu kedua tokoh yang saling tak mengerti bahasa ini justru menyeret penonton untuk semakin dalam memahami substansi dialog para pemeran dalam gelak tawa yang renyah, mengalir dengan riang gembira tanpa beban, sekalipun di akhir cerita dengan acting dan gestur yang nyaris sempurna sang dokter dan sang putri mengakhiri dengan menggantung cerita entah kemana, dan inilah ènding yang sangat hebat.

Sungguh, menyaksikan pementasan “Dukun-dukunan” yang dipentaskan oleh teater Pedal ini sebuah pengalaman baru, penonton tak terbebani oleh pernak-pernik property, musik dan hal lain yang terkadang membuat multi tafsir pada latar belakang cerita, penonton hanya dihipnotis olèh kepiawaian acting yang ikhlas dari para pemeran dan sajian pencahayaan yang nyaris sempurna..

“Kepiawaian acting yang Ikhlas” ya, terpaksa kalimat itu harus ditekankan, karena sajian pementasan ini benar-benar hanya diperankan olèh para pemula yang baru pertama kali mementaskan sebuah pementasan, Irvan dipentas yang ditonton oleh para maestro teater di Jakarta, sang sutradara, mak Ayu Snow White Rahma Dona Wahyu Ningrum, adalah sutradara dadakan yang baru pertama kali menyutradarai sebuah pementasan teater, tapi beliau sangat berusaha keras menafsirkan naskah “Dukun-dukunan” sebuah karya Adaftatif “Puthut Bukhari” dari “Le medecin malgre lui” karya Jean Baptise Paquelin dengan nama panggung Moliere hingga menghasilkan sebuah tontonan yang diluar dugaan, memukau penonton bahkan menggiring gelak tawa penonton.

Sajian renyah pertunjukan ini, ditampilkan oleh para aktor pemula, yang berlatar belakang santri tahfidz Quran, Irvan Ardiansyah sebagai pak Kasdi Dukun eyang progo, Fella Valentine sebagai Istri pak Asdi, ifra al Zahra sebagai Putri Gagu, Kenken Firdaus sebagai Perawat, Anggit Siti Fatimah sebagai Fajri Asisten Rumah Tangga, dan Azriel sang penata musik yang cerdas.

Mak Ayu Snow White sebagai sutradara dan kak Mulya Elha sebagai asisten Sutradara bener-bener memberikan kebèbasan eksplorasi acting kepada para pemeran, hingga tafsir naskah Dukun-dukunan menjadi lebih renyah dan bersahaja. Good Luck Pedal.(*)

*) Penulis salah satu praktisi budaya, berdomisili di Kabupaten Garut

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Polres Purwakarta Tangkap Enam Anggota Geng Motor Namakan Diri Wisata Malam Serta Serang Warga

Next Post

Sertijab Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jabar

Related Posts

Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional
deNews

Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional

Kamis, 5 November 2026
Pilkades Serentak 2026, Ciamis Teguhkan Komitmen Lewat Deklarasi Damai
deNews

Pilkades Serentak 2026, Ciamis Teguhkan Komitmen Lewat Deklarasi Damai

Kamis, 5 November 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dorong Penataan Alun-alun Soreang, Jadi Ikon dan Wajah Ibu Kota
deNews

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dorong Penataan Alun-alun Soreang, Jadi Ikon dan Wajah Ibu Kota

Kamis, 5 November 2026
Pendayagunaan Zakat Produktif BAZNAS Ciamis Tunjukkan Hasil Membanggakan
deNews

Pendayagunaan Zakat Produktif BAZNAS Ciamis Tunjukkan Hasil Membanggakan

Kamis, 5 November 2026
Lepas 415 Atlet ke Porprov XV Jabar 2026, Purwakarta Targetkan 18 Medali Emas
depemerintahan

Lepas 415 Atlet ke Porprov XV Jabar 2026, Purwakarta Targetkan 18 Medali Emas

Kamis, 5 November 2026
SDN 1 Linggarsari Plered Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek dan P2SP Dukung Revitalisasi Pendidikan
deEdukasi

SDN 1 Linggarsari Plered Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek dan P2SP Dukung Revitalisasi Pendidikan

Kamis, 5 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

KabarDaerah

Mengenal Goong Renteng Embah Bandong Bumi Alit Kabuyutan

Jumat, 30 Oktober 2020

Faiz Burhan Jabat Ketua KPUD Garut, Ini Kiprahnya Pasca Dilantik

Selasa, 29 Juli 2025

Sutiadi, S.Ap, Perangkat Desa Mendaftar Pilkades Bobojong

Minggu, 8 Desember 2019

Menunggu Diresmikan, Ini Wajah Baru Alun-Alun Oto Iskandardinata Garut

Jumat, 21 Januari 2022

Program MBG Rp5 Triliun Beredar di Kabupaten Bandung Bupati: Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Selasa, 9 September 2025

Aliansi Masyarakat Garut Berkomitmen Kawal Program MBG Demi Generasi Cerdas dan Sehat

Selasa, 18 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste