Minggu, 16 Juni 2024
BerandadeNewsHukum dan KriminalPolres Garut Tetapkan Oknum Kades Ini Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BLT

Polres Garut Tetapkan Oknum Kades Ini Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BLT

Dejurnal.com, Garut – Oknum Kepala Desa Ngamplang Kecamatam Cilawu ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi.

Penetapan ES sebagai tersangka disampaikan Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono dalam press conference setelah hasil kerjasama penyidikan dengan pihak inspektorat dan pihak kejaksaan, Selasa (28/12/2021).

Ditambahkan Kapolres bahwa hasil dari penyelidikan yang dilakukan petugas tindak pidana korupsi polres Garut pada bulan September 2021, telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran untuk bantuan langsung tunai (BLT) pada tahun 2020.

Dari tim penyelidikan di dapatkan fakta-fakta bahwa pada tahun 2020 tahun anggaran tahap 1 dan di bulan Juni tahap 2 ada 1 RW dengan jumlah 24 orang yang tidak mendapatkan haknya, selain itu dari periode bulan Juni hingga Desember 2020 itu pihak tim polres Garut menemukan sebanyak 200 keluarga manfaat yang tidak menerima haknya dari BLT.

Kemudian dari hasil tim melakukan penyelidikan ditetapkan bahwa saidara ES kepala desa aktip telah melakukan tindakan penyelewengan anggaran BLT dari dana desa yang tidak disalurkan kepada masyarakat.

Selanjutnya Polres Garut berkoordinasi dengan pihak inspektorat, dan memeriksa saksi sebanyak 32 orang mulai dari pihak pemerintah desa, DPMD, BPKAD, kecamatan, dan pihak bank BJB.

“Diketahui dari total yang tidak di salurkan ditemukan sebanyak Rp 374.400.000 dari 224 penerima manfaat (KPM),” ujarnya.

Dari pengakuan tersangka ES bahwa uang tersebut digunakan untuk membayar hutang dan juga tertipu proyek fiktif ada juga yang di berikan kepada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dari hasil ini kami Polres Garut akan mengambil langkah langkah tracking kemanakah anggaran tersebut di gunakan dan disalurkan oleh tersangka Sodari ES ini. Salah satunya pihak-pihak yang seharusnya tidak menerima tapi menerima seperti yang operasional tapi mereka menerima,” ujarnya.

Atas perbuatan yang dilakukan tersangka maka ES di dakwa dengan hukuman 20 thn penjara, dan denda sebesar Rp 50.000.000 sampai Rp 1.000.000.000.***Red

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI