CIAMIS, deJurnal,- Dugaan perundungan di salah satu sekolah di Kabupaten Ciamis kembali mencuat setelah seorang siswa berinisial NV menceritakan pengalaman yang dialaminya selama berada di lingkungan sekolah.
NV mengungkapkan, dirinya diduga beberapa kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman sebaya saat kegiatan belajar berlangsung.
Kejadian tersebut disebut terjadi berulang dan membuatnya merasa tidak nyaman di lingkungan sekolah.
Ia menyebut kerap mendapat cubitan di bagian tangan dan tubuh. Meski merasa sakit dan tertekan, NV mengaku tidak berani melakukan perlawanan.
“Saya sering dicubit di tangan dan badan. Sakit, tapi saya takut untuk melawan,” kata NV.
Di tengah kondisi yang dialaminya, NV menegaskan tetap memiliki semangat untuk bersekolah.
Ia mengaku tidak ingin berhenti sekolah meskipun sempat merasa takut saat berangkat ke sekolah.
“Saya takut ke sekolah, tapi saya masih mau sekolah dan tetap belajar,” ujarnya.
NV juga menambahkan, keinginan untuk tetap melanjutkan pendidikan menjadi alasan utama dirinya bertahan dan tetap masuk sekolah seperti biasa.
Pengakuan terkait dugaan perundungan tersebut baru diketahui pihak keluarga setelah NV menceritakan langsung apa yang dialaminya di sekolah.
Keluarga kemudian melakukan pendampingan dan berfokus pada pemulihan kondisi psikologis korban.
Ayah NV mengatakan, saat ini kondisi anaknya mulai membaik, terutama dalam hal komunikasi sehari-hari.
“Sekarang kami fokus pemulihan dulu. Alhamdulillah sudah mulai bisa diajak komunikasi,” ujarnya.
Ia berharap NV dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan tenang dan tanpa rasa takut.
“Kami ingin dia tetap sekolah, tapi yang penting sekarang dia pulih dulu dan merasa aman,” katanya.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan agar sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari dugaan perundungan. (Nay Sunarti)
















