Dejurnal.com, Garut – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Salah satunya melalui program cek kesehatan gratis (CKG) yang kini menyasar lingkungan perkantoran pemerintahan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Garut, dr. H. Tri Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas arahan pimpinan sebagai bentuk penanda dimulainya gerakan cek kesehatan di lingkungan aparatur sipil negara.
“Pada hari ini kita melaksanakan cek kesehatan gratis bagi pejabat tinggi pratama, sekretaris, serta seluruh jajaran di lingkup Sekretariat Daerah. Ini sebagai langkah awal agar budaya cek kesehatan bisa dimulai dari lingkungan perkantoran,” ujarnya saat ditemui awak media di halaman kantor UKPBJ Kabupaten Garut, Senin (20/4/2026).
Ia menuturkan, ke depan program ini tidak hanya berhenti di lingkungan kantor saja. Pihaknya akan menugaskan puskesmas untuk berkeliling ke berbagai dinas, kecamatan hingga desa guna memberikan layanan serupa kepada masyarakat luas.
Program cek kesehatan gratis ini sendiri merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi seluruh masyarakat Indonesia, minimal satu kali dalam setahun.
“Program ini tidak hanya untuk peserta BPJS Kesehatan, tapi untuk seluruh masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak menunggu sakit, tetapi justru melakukan deteksi dini,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan cukup menyeluruh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Beberapa jenis pemeriksaan yang disediakan antara lain pengecekan tekanan darah, fungsi pernapasan, kadar kolesterol, status gizi, kesehatan mata, hingga pemeriksaan gigi.
Selain itu, untuk masyarakat dengan risiko tertentu seperti usia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat penyakit seperti diabetes dan hipertensi juga disediakan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) guna mendeteksi potensi gangguan jantung lebih dini.
“Sekarang tren penyakit sudah bergeser. Banyak kasus kematian bukan lagi karena penyakit infeksi, tetapi penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes. Maka dari itu, screening ini sangat penting,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, secara umum kondisi kesehatan para peserta tergolong baik. Namun, ditemukan beberapa kasus tekanan darah yang sedikit meningkat, serta kadar asam urat dan kolesterol yang perlu diwaspadai.
“Memang tidak ada yang terlalu tinggi, tapi ada beberapa yang perlu dikonfirmasi ulang. Ini penting sebagai peringatan dini agar bisa segera dilakukan perbaikan pola hidup,” katanya.
Ia menekankan bahwa meskipun program nasional mengamanatkan pemeriksaan kesehatan setahun sekali, secara ideal masyarakat dianjurkan melakukan cek kesehatan minimal dua kali dalam setahun, baik dalam kondisi sakit maupun sehat.
Menjelang musim pancaroba, dr. Tri juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Kadang hujan, kadang panas. Kondisi seperti ini membuat daya tahan tubuh menurun. Maka penting menjaga pola makan bergizi, istirahat cukup, dan jika perlu mengonsumsi vitamin,” ujarnya.
Terkait perkembangan penyakit menular, pihaknya menyebutkan belum ada lonjakan signifikan. Namun, data resmi terkait hal tersebut masih menunggu rilis dari bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dalam waktu dekat.
Melalui program ini, Dinas Kesehatan Garut berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini semakin meningkat, sehingga berbagai penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih serius.***Willy















