Ciamis, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai mendorong desa menjadi pusat kekuatan ekonomi baru. Langkah itu ditandai dengan peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dipusatkan di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian dilakukan langsung Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis dan terhubung secara virtual dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran nasional program KDMP.
Dalam sambutannya, Herdiat menyebut program Koperasi Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik koperasi desa, melainkan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
“Ini program yang sangat besar dan mulia. Kalau dijalankan serius, dampaknya akan luar biasa untuk masyarakat desa,” ujar Herdiat.
Ia mengungkapkan, pembangunan KDMP di Kabupaten Ciamis saat ini terus berjalan di 265 desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 koperasi sudah mulai berjalan dan 49 gedung koperasi telah selesai dibangun.
Sementara itu, puluhan desa lainnya masih dalam proses pencarian lahan yang dianggap strategis untuk pembangunan koperasi.
Menurut Herdiat, keberadaan koperasi desa harus benar-benar menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Ia tak ingin potensi ekonomi desa justru terus mengalir keluar daerah karena lemahnya pengelolaan dan distribusi produk lokal.
“Jangan sampai kebutuhan masyarakat dipenuhi dari luar terus, padahal potensi kita sangat besar,” katanya.
Herdiat menyoroti peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar. Menurutnya, kebutuhan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan petani dan pelaku usaha lokal di Ciamis.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas seperti beras sudah mampu dipenuhi dari produksi lokal. Namun untuk kebutuhan sayuran, pasokan dari luar daerah masih cukup tinggi.
“Kalau beras, Ciamis sudah kuat. Tapi untuk sayuran masih sekitar 30 sampai 40 persen didatangkan dari luar. Ini peluang yang harus ditangkap desa,” ungkapnya.
Herdiat berharap keberadaan KDMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di desa, mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Di hadapan para pengurus koperasi, ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang bersih dan transparan agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Koperasi harus dikelola dengan baik, transparan dan penuh tanggung jawab. Jangan sampai niat baik program ini malah tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Program KDMP sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa sekaligus mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Nay Sunarti)















