Dejurnal.com, Garut — Upaya modernisasi organisasi terus digencarkan oleh PCNU Kabupaten Garut melalui implementasi program digitalisasi yang kini memasuki tahap pelaksanaan penuh. Program ini melibatkan tim PMO Digital yang ditetapkan langsung melalui Surat Keputusan oleh PBNU, dengan salah satu peran kunci dijalankan oleh Sekretariat yang diwakili oleh Muhammadiyah Sir Alawisatadimadja, S.H., Pada Sabtu(9/5/2026). Di gelar kegiatan penting berupa Pimpinan Teknis Implementasi Budaya NU di tingkat MWCNU dan lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Garut.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal dimulainya penerapan sistem digital secara menyeluruh di tubuh organisasi Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Garut.
Transformasi ini bukan lagi sebatas wacana atau tahap sosialisasi. Sejak akhir tahun 2024, perencanaan telah rampung dan kini langsung masuk ke tahap implementasi tanpa melalui proses pelatihan bertahap. Seluruh aktivitas organisasi, baik yang bersifat administratif maupun sosial, kini diarahkan untuk berbasis digital.

Alawisatadimadja menjelaskan,”Digitalisasi yang dimaksud mencakup berbagai aspek penting, mulai dari administrasi organisasi, pengelolaan arsip, hingga pendataan aset dan wakaf. Semua itu diintegrasikan dalam satu sistem yang bertujuan memperkuat tata kelola organisasi dengan prinsip “satu komando, satu data, dan satu pergerakan.” terangnya.
Langkah ini masih kata Alawi, dinilai sebagai kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman yang semakin mengarah pada era Internet of Things (IoT) dan teknologi modern. Tanpa adaptasi, organisasi berisiko tertinggal dan tidak relevan dengan dinamika masyarakat saat ini,” ungkapnya.
PCNU Kabupaten Garut menjadi salah satu pelopor dalam penerapan transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama. Diharapkan, melalui program ini, para pengurus dan jamaah tidak lagi mengalami kesenjangan dalam menghadapi perkembangan teknologi, melainkan mampu menjadikannya sebagai alat perjuangan dan penguatan gerakan jam’iyah.

Selain itu, peran para administrator dan sekretaris di tingkat MWCNU menjadi sangat vital dalam menyebarluaskan pemahaman dan keterampilan digital ini. Mereka diharapkan mampu menularkan ilmu yang diperoleh kepada struktur di bawahnya, hingga ke tingkat anak ranting,” kata Alawi.
Lebih lanjut Alwi menuturkan,”bahwa target ke depan, implementasi digitalisasi ini dapat menjangkau seluruh ranting di Kabupaten Garut pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juni hingga Agustus. Dengan demikian, seluruh lapisan organisasi Nahdlatul Ulama di Garut dapat bergerak secara terintegrasi, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tuturnya. ***Deri Acong















