• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Januari 16, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Bah Nanu Ciptakan Tari Goyang Mamarung Untuk Peringati Tari Sedunia

bydejurnalcom
Minggu, 16 Agustus 2020
Reading Time: 2 mins read
Bah Nanu Ciptakan Tari Goyang Mamarung Untuk Peringati Tari Sedunia
ShareTweetSend

Dejurnal.com,Bandung – Di Pesta Rakyat Kuwera Bakti Sabilulungan yang digelar di Bale Rame Komplek Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Minggu (16/8/2020)’tari “Goyang Mamarung” karya Mas Nanu Munajar alias Bah Nanu menjadi perhatian husus karena dibawakan oleh banyak penari, kolosal.

Selain kolosal, dimainkan 50 penari dan diikuti ratusan penari dari 75 sanggar tari dari kota/kabupaten Jawa Barat & DKI Jakarta, yang menari di setiap sanggar atau di objek wisata di Kabupaten Bandung dan ditayangkan secara virtual, proses menciptakan tari ini kata pria kelahiran Subang 12 Desember 1960 ini, sebenarnya sebelum pandemi untuk memperingati hari tari sedunia.

BacaJuga :

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

“Tarian Goyang Mamarung ini merupakan rangkauman peringatan hari tari sedunia atau world dance day pada 12 April 2020. Namun karena ada pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri, penyelenggaraannya diundur ke bulan Agustus pada Pesta Rakyat Kuwera Bakti Sabilulungan di Kabupaten Bandung,” kata Bah Nanu saat dihubungi di sela-sela acara.

Tari Goyang Mamarung ini, lanjut Bah Nanu mengambil dari nama gerakan pinggul yang senantiasa ditampilkan oleh ronggeng pada pertunjukan kesenian Ketuk Tilu, yaitu yang disebut goyang.

Bah Nanu menerangkan, pada pertunjukan tari pergaulan Ketuk Tilu kehadiran ronggeng dengan goyangannya sekait dengan erotis bukanlah semata mengeksploitasi kepentingan seksualitas tetapi secara implisit mengandung nilai filosofis yakni nilai kesuburan.

“Lewat penampilannya ronggeng menari dan sambil mengeksploitasi gerak-gerak erotik seperti goyang pinggul: geol, gitek, goyang dan lain sebagainya. Hal ini merupakan unsur seks yang besar, karena unsur seks itulah yang tersirat asal dari upacara ‘kesuburan padi,” ujar Bah Nanu.

Lebih lanjut Bah Nanu mengungkapkan, tari ronggeng ketuk tilu selalu identik dengan gerak-gerak erotis, kiranya apa yang terakumulasi dalam gerakan tersebut bukanlah sesuatu yang dianggap rendah, murah atau jelek. Akan tetapi gerakan tersebut pemaknaannya lebih mendalam sebagai lambang kesuburan.

Sedangkan kata goyang, menurut Bah Nanu dijadikan judul tarian ini, adalah untuk memberikan gambaran bahwa dalam kehidupan dan perkembangan tari Ketuk Tilu, Doger, Ronggeng Amen, Ronggeng Ketuk, Tayub, hingga Bajidoran dan bahkan Jaipong gerak goyang pinggul telah mewarnai sensasi pertunjukan tari pergaulan dan pertunjukan rakyat di daerah tatar Sunda (Jawa Barat).
Menurut Bah Nanu, kata Mamarung mengambil istilah dari Ketuk Tilu yang artinya ngamimitian” atau memulai. Atau “Marung”, artinya sama-sama bertemu.

“Jadi sajian tari Goyang Mamarung yang akan diusung oleh 50 penari ini dan 71 sanggar di Jabar dan DKI Jakarta adalah memulai atau mempertemukan berbagai kalangan penari dari daerah kota/Kabupaten Jawa Barat maupun dari luar provinsi yang mengusung tarian ini dalam suasana semangat, ceria, gembira dan terpatri dalam berbagai gerak goyang, dengan diiringi lagu Terembel, Sinyur, dan Siuh,” tutur Bah.Nanu.

Pada kesempatan itu akan ditampilkan pula tari Rigig Bandung Edun. Menurut Bah Nanu tarian ini akan dijadikan tarian khas Kabupaten Bandung.

“Tarian ini mencoba menggali memadukan lagu Yao-Yao dari kesenian tradisi Gemyung dengan Dipapag-Papag dan Ketuk Tilu (kabupaten Bandung) serta Kiliningan Bajidoran merupakan potensi kearifan budaya lokal yang dikolaborasikan dengan tepak kendang kreasi baru saat ini,” terangnya.

Iya menjelaskan lagi, ungkapan yang tersaji diusung lewat suasana ceria, gembira, dan semangat, serta dengan gerak-gerak atraktif dan irama yang dinamik. “Ungkapan kegembiraan, keceriaan dan kesemangatan yang bentuk ungkapannya direpresentasikan lewat berbagai gerak masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya.*** Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Bandung
Previous Post

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Bandung Apresiasi Simulasi Pegelaran Seni

Next Post

Jelang HUT RI Ke 75, Paskibra SMK Yapan Latihan Dengan Matang

Related Posts

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra
deNews

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra

Kamis, 1 Januari 2026
Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat
deNews

Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat

Rabu, 31 Desember 2025
Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi  Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah
Kalam

Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah

Selasa, 30 Desember 2025
Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar
GerbangDesa

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 27 Desember 2025
deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet
deNews

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

Rabu, 24 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

KabarDaerah

Foto : Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, S.H., S.I.K., M.H., pimpin langsung apel persiapan pengamanan malam pergantian tahun baru 2025 di di Alun-Alun Kabupaten Ciamis. Selasa (31/12) sore.

Kapolres Himbau Personel Tetap Waspada Saat Pengamanan Malam Pergantian Tahun Baru 2025,

Selasa, 31 Desember 2024

Pembagian BST, Warga Desa Bojong Genteng Antusias Serta Ramai Datangi Bale Desa

Jumat, 5 Juni 2020

60 Persen eks Karyawan Danbi Kena PHK Berstatus Janda, Ketua DPRD Garut : Ini Kado Terburuk Jelang May Day

Minggu, 27 April 2025

Dinilai Program BPNT Carut Marut, DPRD Garut Pertanyakan Peran Pemkab

Senin, 10 Februari 2020

Gema PS Gelar FGD Memperkuat Ekonomi Masyarakat Melalui Perhutanan Sosial

Kamis, 19 Juni 2025

Bupati Garut : Besok, 760 TPS Siap Gelar Pilkades Serentak 2023

Minggu, 14 Mei 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste